Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Menkeu Purbaya Sebut Krisis China Tak Mungkin, Singgung Sistem Komunis

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 03 November 2025 | 20:09 WIB
Menkeu Purbaya Sebut Krisis China Tak Mungkin, Singgung Sistem Komunis
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terang-terangan menepis kekhawatiran global mengenai potensi krisis ekonomi di China. [Antara/Aditya Pradana Putra]
  • Menkeu Purbaya tidak yakin China akan mengalami krisis ekonomi.
  • Menurutnya, pihak-pihak yang memprediksi kejatuhan Tiongkok dalam waktu dekat terlalu berlebihan. 
  • Ia melihat indikasi yang ada sejauh ini menunjukkan China masih sangat mampu mempertahankan fondasi ekonominya. 

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terang-terangan menepis kekhawatiran global mengenai potensi krisis ekonomi di China.

Menurutnya, pihak-pihak yang memprediksi kejatuhan Tiongkok dalam waktu dekat terlalu berlebihan. Ia bahkan menilai pemerintah China memiliki instrumen kebijakan yang tak terbatas untuk menjaga stabilitas.

Hal ini disampaikan Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komite IV DPD RI di Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025).

"Satu lagi China, dikhawatirkan juga China akan hancur. Mereka negara komunis, devisa di tangan mereka, bunga di tangan pemerintah. Jadi gampang aja kalau mau kasih stimulus ke perekonomian," ujar Purbaya.

Ia melihat indikasi yang ada sejauh ini menunjukkan China masih sangat mampu mempertahankan fondasi ekonominya. "Selama ini indikasinya jelas mereka cukup pandai, jadi saya termasuk yang enggak percaya kalau China jatuh dalam waktu dekat," tegasnya.

Purbaya bahkan menyoroti respon cepat pemerintah China saat gejolak ekonomi global meningkat. Mereka tanpa ragu mengambil langkah-langkah ekspansif untuk menjaga momentum pertumbuhan.

"Bahkan kemarin saat gonjang-ganjing, mereka injek uang, legal istilahnya 'enggak jelas', ke perekonomian ratusan miliar dolar, jadi kelihatannya mereka masih akan bagus," katanya.

Lebih lanjut, Bendahara Negara ini juga menilai kondisi ekonomi global secara keseluruhan tidak seburuk yang diperkirakan. Ia mengutip proyeksi Bank Dunia: pertumbuhan ekonomi global pada 2025 diperkirakan 2,3 persen dan membaik menjadi 2,4 persen tahun berikutnya.

Tak hanya China, Purbaya juga optimistis terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat (AS). Menurutnya, AS masih memiliki ruang pemulihan yang lebar.

"Kalau saya sih lihat gampang di AS sendiri, pada waktu dia katanya mau hancur-hancur bunganya tinggi di sana. Ruang bagi dia untuk mendorong perekonomian masih terbuka lebar, tinggal dia turunkan bunga, ekonominya pasti rebound," jelasnya.

Purbaya lantas menyimpulkan bahwa kekhawatiran terhadap perlambatan global kerap berlebihan dan berpotensi misinformasi.

"Jadi ketika mereka bilang global ekonomi jadi ancaman, saya agak bingung sebetulnya, harusnya enggak, cuma waktu itu mungkin salah baca, dia nakut-nakutin kita jadi susah," pungkas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Tembus 5,5 Persen

Menkeu Purbaya Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Tembus 5,5 Persen

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 19:52 WIB

Media Inggris Sebut IKN Bakal Jadi Kota Hantu, Menkeu Purbaya: Tidak Perlu Takut!

Media Inggris Sebut IKN Bakal Jadi Kota Hantu, Menkeu Purbaya: Tidak Perlu Takut!

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 18:25 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB