Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Nego Alot, SPBU Vivo Dekati Kesepakatan Beli BBM 100 Ribu Barel dari Pertamina

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 07 November 2025 | 15:49 WIB
Nego Alot, SPBU Vivo Dekati Kesepakatan Beli BBM 100 Ribu Barel dari Pertamina
SPBU Vivo di Jalan Raya Pekayon Kota Bekasi terlihat sepi karena kekosongan BBM jenis Revvo 89, SPBU juga mematikan papan informasi harga BBM jenis Revvo 89. (Suara.com / Danan Arya)
  • SPBU Vivo dilaporkan mendekati kesepakatan untuk membeli pasokan BBM dari Pertamina Patra Niaga.

  • Volume BBM yang diajukan Vivo dalam negosiasi berkisar sekitar 100 ribu barel.

  • Kesepakatan ini dilakukan menyusul kelangkaan BBM yang sempat dialami Vivo dan Shell di Indonesia.

Suara.com - Masalah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat melanda jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta seperti Vivo dan Shell mulai menemukan titik terang.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa badan usaha pengelola SPBU Vivo tengah mendekati kesepakatan untuk membeli pasokan BBM dari Pertamina Patra Niaga.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan perkembangan positif ini saat ditemui di Jakarta, Jumat (7/11).

“Sedang bernegosiasi dengan badan usaha Patra Niaga dan kemarin memang kami mendapatkan info bahwa Vivo sudah mendekati (kesepakatan),” ucap Laode Sulaeman.

Laode juga mengungkapkan bahwa volume BBM yang diajukan oleh Vivo dalam negosiasi ini berkisar di angka 100 ribu barel.

"Awalnya juga kan Vivo sudah minta 100 ribu barel. Harusnya, ini belum diputus, harusnya ya sama,” tambahnya, mengisyaratkan volume kesepakatan akan sama dengan usulan awal.

Kelangkaan BBM memang menjadi isu yang melanda beberapa SPBU swasta, di mana Vivo mengalami kelangkaan menyusul SPBU Shell yang sudah lebih dulu kesulitan pasokan sejak pertengahan Agustus.

Meskipun demikian, BBM jenis diesel di SPBU Vivo, seperti Diesel Primus Plus, dilaporkan masih tersedia.

Di sisi lain, negosiasi dengan SPBU Shell, yang juga mengalami isu pasokan serupa, masih dalam proses. Laode Sulaeman mengungkapkan bahwa pihaknya berencana bertemu dengan Shell untuk membahas rincian kesepakatan BBM tersebut.

Hubungan kerja sama antara Vivo dan Pertamina Patra Niaga sendiri memiliki riwayat dinamis. Sebelumnya, pada September, Pertamina Patra Niaga sempat menjalin kesepakatan jual beli base fuel (bahan bakar murni) dengan PT Vivo Energy Indonesia.

Dalam kesepakatan itu, Vivo menyetujui pembelian 40 ribu barel dari total 100 ribu barel base fuel impor Pertamina.

Namun, kesepakatan tersebut sempat dibatalkan oleh Vivo menyusul temuan kandungan etanol sekitar 3,5 persen pada hasil uji lab base fuel tersebut.

Terbaru, Pertamina Patra Niaga pada Oktober lalu mengumumkan bahwa Vivo dan pengelola SPBU bp (PT Aneka Petroindo Raya) sepakat menindaklanjuti rencana kerja sama impor BBM ke tahap pembicaraan yang lebih teknis.

Perkembangan terakhir ini menunjukkan langkah maju yang signifikan untuk menstabilkan pasokan BBM ritel non-subsidi di SPBU swasta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Pertamina Patra Niaga Cek Kualitas BBM di Yogyakarta, Begini Hasilnya

Bos Pertamina Patra Niaga Cek Kualitas BBM di Yogyakarta, Begini Hasilnya

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 15:22 WIB

Apa Tanda Busi Harus Diganti? Pertamina Sebut Komponen Ini yang Bikin Motor Brebet

Apa Tanda Busi Harus Diganti? Pertamina Sebut Komponen Ini yang Bikin Motor Brebet

Otomotif | Jum'at, 07 November 2025 | 14:42 WIB

ESDM:  Meski Sudah Diuji BBM Bobibos Belum Tersertifikasi

ESDM: Meski Sudah Diuji BBM Bobibos Belum Tersertifikasi

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 14:31 WIB

Terkini

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:47 WIB

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:32 WIB

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB