Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

China Hingga Vietnam Tertarik Bangun Pabrik Baja di Dalam Negeri

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 10 November 2025 | 13:31 WIB
China Hingga Vietnam Tertarik Bangun Pabrik Baja di Dalam Negeri
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Rizal, saat mengunjungi pabrik AC Electronics Indonesia, Rabu {16/4/2025). [Suara.com/Dythia]
  • Indonesia terima banyak tawaran bangun pabrik baja baru dari investor.

  • Investasi asing baja penting guna kurangi impor 11 juta ton.

  • Kualitas produk baja nasional kalah dari Tiongkok akibat mesin usang.

Suara.com - Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza menyebut, Indonesia banyak mendapat tawaran dari investor asing dalam mengembangan industri baja dalam negeri. Salah satunya, pembangunan pabrik baja baru di dalam negeri.

Menurutnya, negara-negara yang tertarik untuk membangun pabrik diantaranya, ropa, kemudian ada China dan Vietnam.

"Kami minta supaya mereka berinvestasi di Indonesia, bangun pabrik di Indonesia, sehingga mereka juga punya akses ke pasar domestik, sebagaimana industri-industri atau pabrik-pabrik lain yang selama ini menjadi pemain atau pelaku usaha di pasar domestik. Ada beberapa negara (berminat) dari Eropa, dari China, dari Vietnam, yang mau merelokasi pabriknya," ujar Faisol di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin(10/11/2025).

Pabrik baja PT Krakatau Steel. [krakatausteel.com]
Pabrik baja PT Krakatau Steel. [krakatausteel.com]

Faisol menuturkan, pembangunan pabrik ini menjadi penting, agar RI tidak lagi kebanjiran produk baja impor, terutama dari China. Sebab, mayoritas kebutuhan baja dalam negeri masih dipenuhi oleh impor.

"Nah investasi tentu solusi buat industri baja, agar tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri yang memang besar, yang selama ini sebagian itu impor, kira-kira 11 juta ton impor, bisa dipenuhi lebih baik kalau mereka berinvestasi di dalam negeri," jelasnya.

Faisol juga melihat, banyakinvestor asing juga mulai melirik invetasi baja di dalam negeri. Apalagi, kebutuhan baja di dalam negeri begitu besar.

"Saya kira sebagaimana sekarang ini sudah masuk banyak perusahaan yang melakukan investasi, misalnya di tekstil, di otomotif, di baja mungkin sebentar lagi akan semakin banyak," imbuhnya.

Produk Baja RI Keok Sama China

Sebelumnya, Faisol menyatakan, industri baja di dalam negeri juga tidak bisa memenuhi kebutuhan di sektor lain, sebab hanya fokus pada sektor kontruksi dan infrastruktur.

Imbasnya, sektor otomotif, perkapalan, hingga alat berat yang membutuhkan banyak baja, terpaksa mengambil produk dari China.

"Sektor-sektor ini memerlukan jenis baja dengan spesifikasi khusus seperti alloy steel atau special steel baja khusus yang memiliki potensi pasar besar baik di dalam negeri maupun luar negeri," katanya.

Faisol melihat, industri baja tanah air tidak juga masih terkendala dari sisi kualitas mesin produksi yang sudah usang. Inilah yang membuat produk baja nasional loyo melawan produk asing seperti dari China.

"Sebagian besar produsen masih menghadapi tantangan dalam hal teknologi dan modernisasi peralatan produksi di mana sebagian besar mesin dan teknologi yang digunakan sudah berumur tua dan belum sepenuhnya ramah lingkungan. Kondisi ini mempengaruhi kualitas dan biaya produksi sehingga menjadi hambatan dalam upaya menuju industri baja yang punya daya saing, berkelanjutan, dan berstandar global," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Beberkan Alasan Baja RI Keok Sama China

Pemerintah Beberkan Alasan Baja RI Keok Sama China

Bisnis | Senin, 10 November 2025 | 12:54 WIB

Industri Pindar Lokal Cari Pendanaan Investor ke Hong Kong

Industri Pindar Lokal Cari Pendanaan Investor ke Hong Kong

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 13:22 WIB

Ekspor Batu Bara RI Diproyeksi Turun, ESDM: Bukan Nggak Laku!

Ekspor Batu Bara RI Diproyeksi Turun, ESDM: Bukan Nggak Laku!

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 17:33 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB