Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Historis Harga Bitcoin Naik 96 Persen Pasca Pembatalan Shutdown Pemerintah AS

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 13 November 2025 | 11:35 WIB
Historis Harga Bitcoin Naik 96 Persen Pasca Pembatalan Shutdown Pemerintah AS
Ilustrasi Bitcoin [Envato]
  • Pasar keuangan global, termasuk kripto, merespons positif setelah Senat AS menyetujui penghentian shutdown.
  • Kabar berakhirnya penutupan pemerintah memicu kenaikan harga Bitcoin (BTC).
  • Investor kini memproyeksikan potensi bullish breakout bagi BTC jika likuiditas kembali mengalir.

Suara.com - Pasar keuangan global, termasuk sektor mata uang kripto, bereaksi positif terhadap kabar bahwa penutupan kegiatan pemerintahan (government shutdown) di Amerika Serikat (AS) akan segera berakhir.

Spekulasi mengenai potensi lonjakan harga Bitcoin (BTC) mencuat, mengingat aset kripto utama ini secara historis menunjukkan respons kuat pasca-resolusi shutdown sebelumnya.

Menurut jurnalis Nick Sortor, Senat AS telah menyetujui Continuing Resolution dengan hasil suara 60 banding 40, membuka jalan bagi berakhirnya shutdown AS yang telah berlangsung selama 41 hari—periode terpanjang dalam sejarah modern negara tersebut.

Meskipun RUU tersebut masih memerlukan persetujuan final dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan tanda tangan dari Presiden sebelum resmi berlaku, proses ini diperkirakan akan rampung dalam beberapa hari ke depan.

Ekspektasi positif ini didukung data dari Polymarket, di mana lebih dari 90% investor yakin bahwa shutdown akan resmi berakhir pekan ini.

Kabar positif ini sendiri memberikan dorongan psikologis yang signifikan ke pasar. Hal ini memicu kenaikan harga saham AS, emas, perak, dan yang paling mencolok, juga harga Bitcoin (BTC).

Ekonom Peter Schiff mencatat, "Berita bahwa shutdown pemerintah akan segera berakhir mendorong reli di saham, emas, perak, dan Bitcoin. Kesepakatan ini berarti Washington kembali beroperasi normal. Defisit dan inflasi akan meningkat, dan investor akan terus mencari alternatif dari dolar AS yang terdepresiasi,” katanya, seperti dilansir TradingView, Kamis (13/11/2025).

Analisis historis menguatkan spekulasi ini. Data menunjukkan bahwa Bitcoin mencatat kenaikan signifikan sebesar 96% dan 157% setelah penyelesaian shutdown pada Februari 2018 dan Januari 2019.

Meskipun reli tersebut mungkin bertepatan dengan fase pemulihan pasar yang lebih luas, jika sejarah berulang, lonjakan serupa diperkirakan terjadi dengan jeda beberapa pekan, bergantung pada kondisi ekonomi makro saat itu.

Persetujuan Senat memberikan sinyal psikologis positif, mendorong ekspektasi kembalinya likuiditas di pasar. Ini menyebabkan investor kembali beralih ke aset berisiko tinggi (risk-on) seperti Bitcoin.

Dalam jangka pendek, BTC berpotensi mempertahankan momentum naiknya jika langkah legislatif final segera tuntas, memicu gelombang optimisme di pasar global.

Saat ini, situasi makro mencerminkan pola serupa dengan fase sebelum reli besar Bitcoin pada tahun 2020. Ini kembali menegaskan sifat ganda Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap depresiasi dolar sekaligus instrumen investasi berisiko tinggi.

Saat ini, Bitcoin berada di titik krusial antara potensi bullish breakout (kenaikan signifikan) atau justru bull trap (jebakan kenaikan palsu) jangka pendek.

Apabila kebijakan fiskal baru terealisasi dan likuiditas benar-benar mengalir kembali ke pasar, BTC dapat memulai fase pertumbuhan baru.

Namun, jika proses kebijakan tertunda atau direvisi, pasar kripto dapat mengalami koreksi sementara sebelum memasuki fase akumulasi ulang menuju pertumbuhan jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Bagi-bagi Duit Rp 32 Juta ke Warganya, Dorong Harga Bitcoin Meroket?

Trump Bagi-bagi Duit Rp 32 Juta ke Warganya, Dorong Harga Bitcoin Meroket?

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 18:43 WIB

Rupiah Diprediksi Menguat, Analis Ungkap Efek Besar Akhir Shutdown AS ke Indonesia

Rupiah Diprediksi Menguat, Analis Ungkap Efek Besar Akhir Shutdown AS ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 11:31 WIB

Shutdown Pemerintah Amerika Serikat, Ribuan Penerbangan Terhenti

Shutdown Pemerintah Amerika Serikat, Ribuan Penerbangan Terhenti

Video | Minggu, 09 November 2025 | 17:05 WIB

Terkini

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB