Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Youth Economic Summit (2025) : Indonesia Diminta Hati-hati Kelola Utang

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 15 November 2025 | 15:12 WIB
Youth Economic Summit (2025) : Indonesia Diminta Hati-hati Kelola Utang
Ekonom Muda Universitas Indonesia Dipo Satria Ramli Youth Economic Summit (YES) 2025 di Radio Republik Indonesia (RRI), Jakarta Pusat, Sabtu (15/11/2025). [Suara.com/Rina]
  • Ekonomi Indonesia dinilai belum bergairah akibat daya beli rendah dan defisit anggaran yang makin besar.

  • Pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada utang, dengan rencana pinjaman Rp780 triliun pada 2026, mayoritas hanya untuk bayar bunga.

  • Menkeu Purbaya diharapkan memperbaiki kondisi melalui peningkatan penyerapan anggaran, antikorupsi, dan mendorong pertumbuhan hingga 6 persen

Suara.com - Pemerintah bakal menghadapi pekerjaan rumah yang banyak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal itu dikarenakan gejolak ekonomi global membuat ekonomi Indonesia masih belum bergairah.

Ekonom Muda Universitas Indonesia Dipo Satria Ramli, menyebutkan, ekonomi Indonesia belum bergairah dikarenakan daya beli masih rendah.

Apalagi, keputusan pemerintah Indonesia dalam membayar bunga dengan cara mengajukan pinjaman di luar negeri cukup menjadi ekonomi Indonesia bisa sulit.

Terlihat dengan pengeluaran pemerintah lebih besar dibandingkan pemasukan yang diterima.

"Saat ini kenyataannya bahwa pengeluaran kita lebih besar dari pendapatan kita. Jadi belanja pemerintah itu sangat lebih besar dari dana yang masuk, yang pajak," katanya di Youth Economic Summit (YES) 2025 di Radio Republik Indonesia (RRI), Jakarta Pusat, Sabtu (15/11/2025).

"Itu kan jadi ada defisit ya namanya. Jadi ada minus. Minus itu didanai oleh apa? Oleh utan. Nah, ini juga yang saat ini mungkin menjadi concern banyak orang ya," tambah dia.

Dipo Satria Ramli menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia ini didanai oleh utang.

Apalagi, di tahun 2026 bakal meminta pinjaman sebesar Rp 780 triliun untuk membayar bunga utang yang dimiliki Indonesia.

"Contoh aja, tahun depan kita mau minjem rencana Rp780 triliun, dari Rp 780 triliun itu Rp 600 triliun hanya buat bayar bunga," katanya.

"Jadi kalau orang ngomong kan dari lubang tutup lubang, cuma dari lubang tutup lubang itu kita minjem, kita buat bayar pokok plus bunga. Saat ini kita minjem mayoritas hanya buat bayar bunga. Artinya apa? Memang kita ekonomi sedang ada kesulitan," tambahnya.

Dipo Satria Ramli menambahkan, kehadiran Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa bisa memberikan kebijakan baru agar mengurangi biaya pengeluaran di Indonesia.

Pasalnya, Menkeu satu ini memiliki fokus utamanya dengan penyerapan anggaran dalam menggairahkan daya beli masyarakat Indonesia.

"Nah kalau kita lihat sekarang kan Pak Purbaya yang lagi naik daun, yang lagi ngetrend gitu. Dan itu mungkin kita harus dukung kalau dia memang fokusnya adalah penyerapan," katanya.

Salah satunya yang dilakukan Purbaya adalah memberikan Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 200 triliun.

Anggaran ini diberikan oleh Himbara dengan menyalurkan kreditnya. Tentunya program ini bisa membuat ekonomi Indonesia meroket mencapai 6 persen.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (14/11/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (14/11/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]

"Jadi kalau dia percaya, oh saat ini pemerintah harus ngapain? Kita harus fokus di penyerapan. Jadi itu soal fokus nih, dananya terserap. Dia juga mau beresin korupsi. Dia sepertinya cukup yakin tuh, kalau kita bisa penyerapan benar plus korupsi, kita bisa hit 6 persen," tandasnya.

Seperti diketahui, Youth Economic Summit (YES) 2025 yang diselenggarakan CORE Indonesia berkolaborasi dengan Suara.com dengan mengusung tema "The New Economy Generation: Sustain, Scale, Succed.

Tema ini juga menghadirkan diskusi ekonomi Indonesia dengan para ekonomi CORE Indonesia.

Diskusi ini untuk memberikan solusi dan strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam sesi ini, menghadirkan narasumber seperti Strategic Research Manager CORE Indonesia Yusuf R Manilet, Ekonom Muda Universitas Indonesia Dipo Satria Ramli, Strategic Research Assitant CORE Indonesia Azhar Syahida dan Deputy Head Katadata Jeany Hartriani.

Adapun, forum inspiratif yang mempertemukan para pemuda, akademisi, dan praktisi ekonomi untuk memperkuat peran generasi muda dalam akselerasi transformasi ekonomi nasional.

Selain itu, diskusi ini membahas arah kebijakan ekonomi nasional dan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Keduanya akan membahas arah kebijakan ekonomi nasional dan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Acara berlanjut dengan peluncuran buku “Ruang Gagasan” dan sesi panel bertema “Indonesia at a Crossroads: Empowering Youth to Accelerate Economic Transformation”, yang menghadirkan narasumber muda dari berbagai bidang, diantaranya Yusuf R. Manilet dan Azhar Syahida dari CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli dari Universitas Indonesia, dan Jeany Hartriani dari Katadata Green.

Selain itu, YES 2025 juga akan menampilkan program Youth Empowerment Talk (YET), yang fokus pada literasi keuangan, investasi, dan kewirausahaan.

Tiga pembicara inspiratif, yaitu Lolita Setyawati (Co-founder Daya Uang), Ni Putu Kurniasari (COO Bareksa), dan Arky Gilang (CEO Greenprosa) akan memberikan wawasan praktis untuk mendorong kemandirian finansial generasi muda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat Tipis di Kuartal III 2025

Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat Tipis di Kuartal III 2025

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 06:46 WIB

Kadin Bakal Kawal Target Ambisius Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Prabowo

Kadin Bakal Kawal Target Ambisius Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Prabowo

Bisnis | Kamis, 06 November 2025 | 09:03 WIB

Ekonomi RI Melambat, Apindo Ingatkan Pemerintah Genjot Belanja dan Daya Beli

Ekonomi RI Melambat, Apindo Ingatkan Pemerintah Genjot Belanja dan Daya Beli

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 18:52 WIB

Ramalan Menkeu Purbaya Jitu, Ekonomi Kuartal III 2025 Melambat Hanya 5,04 Persen

Ramalan Menkeu Purbaya Jitu, Ekonomi Kuartal III 2025 Melambat Hanya 5,04 Persen

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 11:52 WIB

Negara Tanggung Jawab Siap Lunasi Utang Kereta Cepat Jakarta Bandung Rp 119,35 Triliun

Negara Tanggung Jawab Siap Lunasi Utang Kereta Cepat Jakarta Bandung Rp 119,35 Triliun

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 15:25 WIB

Ditanya Angka Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2025, Menko Airlangga: Tunggu Besok!

Ditanya Angka Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2025, Menko Airlangga: Tunggu Besok!

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 14:26 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB