Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Youth Economic Summit (2025) : Indonesia Diminta Hati-hati Kelola Utang

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Sabtu, 15 November 2025 | 15:12 WIB
Youth Economic Summit (2025) : Indonesia Diminta Hati-hati Kelola Utang
Ekonom Muda Universitas Indonesia Dipo Satria Ramli Youth Economic Summit (YES) 2025 di Radio Republik Indonesia (RRI), Jakarta Pusat, Sabtu (15/11/2025). [Suara.com/Rina]
baca 10 detik
  • Ekonomi Indonesia dinilai belum bergairah akibat daya beli rendah dan defisit anggaran yang makin besar.

  • Pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada utang, dengan rencana pinjaman Rp780 triliun pada 2026, mayoritas hanya untuk bayar bunga.

  • Menkeu Purbaya diharapkan memperbaiki kondisi melalui peningkatan penyerapan anggaran, antikorupsi, dan mendorong pertumbuhan hingga 6 persen

Suara.com - Pemerintah bakal menghadapi pekerjaan rumah yang banyak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal itu dikarenakan gejolak ekonomi global membuat ekonomi Indonesia masih belum bergairah.

Ekonom Muda Universitas Indonesia Dipo Satria Ramli, menyebutkan, ekonomi Indonesia belum bergairah dikarenakan daya beli masih rendah.

Apalagi, keputusan pemerintah Indonesia dalam membayar bunga dengan cara mengajukan pinjaman di luar negeri cukup menjadi ekonomi Indonesia bisa sulit.

Terlihat dengan pengeluaran pemerintah lebih besar dibandingkan pemasukan yang diterima.

"Saat ini kenyataannya bahwa pengeluaran kita lebih besar dari pendapatan kita. Jadi belanja pemerintah itu sangat lebih besar dari dana yang masuk, yang pajak," katanya di Youth Economic Summit (YES) 2025 di Radio Republik Indonesia (RRI), Jakarta Pusat, Sabtu (15/11/2025).

"Itu kan jadi ada defisit ya namanya. Jadi ada minus. Minus itu didanai oleh apa? Oleh utan. Nah, ini juga yang saat ini mungkin menjadi concern banyak orang ya," tambah dia.

Dipo Satria Ramli menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia ini didanai oleh utang.

Apalagi, di tahun 2026 bakal meminta pinjaman sebesar Rp 780 triliun untuk membayar bunga utang yang dimiliki Indonesia.

baca juga

"Contoh aja, tahun depan kita mau minjem rencana Rp780 triliun, dari Rp 780 triliun itu Rp 600 triliun hanya buat bayar bunga," katanya.

"Jadi kalau orang ngomong kan dari lubang tutup lubang, cuma dari lubang tutup lubang itu kita minjem, kita buat bayar pokok plus bunga. Saat ini kita minjem mayoritas hanya buat bayar bunga. Artinya apa? Memang kita ekonomi sedang ada kesulitan," tambahnya.

Dipo Satria Ramli menambahkan, kehadiran Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa bisa memberikan kebijakan baru agar mengurangi biaya pengeluaran di Indonesia.

Pasalnya, Menkeu satu ini memiliki fokus utamanya dengan penyerapan anggaran dalam menggairahkan daya beli masyarakat Indonesia.

"Nah kalau kita lihat sekarang kan Pak Purbaya yang lagi naik daun, yang lagi ngetrend gitu. Dan itu mungkin kita harus dukung kalau dia memang fokusnya adalah penyerapan," katanya.

Salah satunya yang dilakukan Purbaya adalah memberikan Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 200 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat Tipis di Kuartal III 2025

Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat Tipis di Kuartal III 2025

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 06:46 WIB

Kadin Bakal Kawal Target Ambisius Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Prabowo

Kadin Bakal Kawal Target Ambisius Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Prabowo

Bisnis | Kamis, 06 November 2025 | 09:03 WIB

Ekonomi RI Melambat, Apindo Ingatkan Pemerintah Genjot Belanja dan Daya Beli

Ekonomi RI Melambat, Apindo Ingatkan Pemerintah Genjot Belanja dan Daya Beli

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 18:52 WIB

Ramalan Menkeu Purbaya Jitu, Ekonomi Kuartal III 2025 Melambat Hanya 5,04 Persen

Ramalan Menkeu Purbaya Jitu, Ekonomi Kuartal III 2025 Melambat Hanya 5,04 Persen

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 11:52 WIB

Negara Tanggung Jawab Siap Lunasi Utang Kereta Cepat Jakarta Bandung Rp 119,35 Triliun

Negara Tanggung Jawab Siap Lunasi Utang Kereta Cepat Jakarta Bandung Rp 119,35 Triliun

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 15:25 WIB

Ditanya Angka Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2025, Menko Airlangga: Tunggu Besok!

Ditanya Angka Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2025, Menko Airlangga: Tunggu Besok!

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 14:26 WIB

Terkini

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:50 WIB

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:30 WIB

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:19 WIB

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:12 WIB

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:56 WIB

AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia

AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:55 WIB

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:37 WIB

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:32 WIB

×