Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Menko Airlangga Rayu AS dengan Tawaran Jual Beli Energi Senilai USD19,5 Miliar

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 17 November 2025 | 16:56 WIB
Menko Airlangga Rayu AS dengan Tawaran Jual Beli Energi Senilai USD19,5 Miliar
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, masih melakukan negosiasi dengan Pemerintah AS. [Dokumentasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian].
  • Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat iklim investasi.
  •  AS, Indonesia menyoroti pentingnya reformasi berkelanjutan.
  • Indonesia kini mulai bergeser dari industri ekstraktif ke sektor ekonomi digital.

Suara.com - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat iklim investasi dan memposisikan diri sebagai destinasi investasi paling kompetitif di kawasan.

Dalam pertemuan puncak dengan mitra strategisnya, Amerika Serikat, Indonesia menyoroti pentingnya reformasi berkelanjutan dan kemitraan erat untuk menanggapi tantangan global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam acara 13th US-Indonesia Investment Summit 2025 pada Senin (17/11/2025), memaparkan upaya Indonesia menarik dukungan AS, yang kini mulai bergeser dari industri ekstraktif ke sektor ekonomi digital.

“Amerika Serikat telah menjadi mitra strategis Indonesia dan Indonesia telah berupaya untuk mendapatkan dukungan AS terhadap lingkungan bisnis di Indonesia,” ungkap Menko Airlangga.

Meskipun ekspor Indonesia ke AS mencapai USD26,4 miliar dan impor USD12 miliar (menghasilkan surplus USD14 miliar bagi Indonesia berdasarkan data nasional), Pemerintah AS mencatat defisit yang lebih besar.

Untuk menjaga neraca perdagangan yang seimbang dan harmonis, Indonesia dan AS tengah menyiapkan sejumlah kesepakatan komersial strategis yang bernilai fantastis seperti peningkatan impor energi dari AS senilai USD15 miliar, pembelian produk oertanian sebesar USD4,5 miliar.

Total deal jual beli ini mencapai USD19,5 miliar, yang diharapkan secara efektif dapat menyeimbangkan posisi perdagangan kedua negara.

Menko Airlangga juga menyoroti kemajuan dan peluang investasi seperti Carbon Capture and Storage (CCS) oleh Exxon segera terealisasi sebagai bagian dari komitmen transisi energi dan pengurangan emisi karbon dan juga proyek kilang senilai USD4 miliar oleh Presiden Prabowo Subianto disebut sebagai tonggak penting bagi kemandirian dan hilirisasi industri nasional.

Selain itu, program prioritas Presiden Prabowo, Danantara yang mentransformasi BUMN menjadi sovereign wealth fund diproyeksikan menjadi game changer bagi penguatan struktur ekonomi.

Di tengah ketidakpastian global, Menko Airlangga menekankan ketahanan ekonomi Indonesia, "Indonesia masih dapat mengelola pertumbuhan 5% pada kuartal ketiga, dan sebenarnya Indonesia dalam 7 tahun terakhir pertumbuhan sebesar 5%."

Pemerintah juga optimistis dapat mencapai status keanggotaan OECD pada tahun 2027, didukung oleh reformasi struktural yang berkelanjutan, termasuk penyempurnaan Undang-Undang Cipta Kerja, yang diharapkan mampu membuka peluang investasi lebih luas lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penggunaan Minyak Mentah dari Fossil Berakhir Terus Berlanjut Hingga 2050

Penggunaan Minyak Mentah dari Fossil Berakhir Terus Berlanjut Hingga 2050

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 15:35 WIB

DPD RI Dorong Sinergi Lokal-Global, Perkuat NTB Sebagai Etalase Pariwisata dan Energi Bersih

DPD RI Dorong Sinergi Lokal-Global, Perkuat NTB Sebagai Etalase Pariwisata dan Energi Bersih

News | Jum'at, 14 November 2025 | 14:53 WIB

ESDM Ungkap Alasan Sumber Listrik RI Mayoritas dari Batu Bara

ESDM Ungkap Alasan Sumber Listrik RI Mayoritas dari Batu Bara

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 19:12 WIB

Terkini

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB