Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Menperin Sebut Investasi Asing Menguat ke Industri Manufaktur

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 25 November 2025 | 20:59 WIB
Menperin Sebut Investasi Asing Menguat ke Industri Manufaktur
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan minat investor global terhadap sektor manufaktur Indonesia terus menguat. [Antara]
  • Menteri Perindustrian menyatakan minat investor global menguat pada manufaktur, mendukung percepatan industrialisasi Presiden Prabowo.
  • Data menunjukkan investasi asing makin terkonsentrasi pada industri pengolahan, seperti logam, kimia, mesin, dan elektronik terbaru.
  • Investasi di luar Jawa menghasilkan dampak pengganda ekonomi (PMTB) jauh lebih besar dibandingkan investasi di Jawa.

Suara.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan minat investor global terhadap sektor manufaktur Indonesia terus menguat. Ia menilai pergeseran arus Penanaman Modal Asing (PMA) menuju industri pengolahan menjadi fondasi penting bagi percepatan industrialisasi nasional yang tengah didorong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Agus menyebut investasi asing kini semakin terkonsentrasi pada sektor industri sekunder, mulai dari logam, kimia, hingga mesin dan elektronik. Menurutnya, tren tersebut menunjukan arah kebijakan pemerintah berada di jalur yang tepat.

"Data terbaru menunjukkan bahwa arus investasi asing kini semakin kuat mengarah ke industri manufaktur seperti logam, kimia, mesin, dan elektronik," ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

"Ini membuktikan bahwa kebijakan industrialisasi yang dijalankan oleh Bapak Presiden Prabowo sudah berjalan pada jalur yang tepat dan semakin menarik minat investor global untuk berinvestasi disektor manufaktur Indonesia," lanjutnya menambahkan.

Penguatan sektor manufaktur itu turut tercermin dalam riset BRI Danareksa Sekuritas. Lembaga tersebut mencatat komposisi PMA hingga kuartal III 2025 didominasi industri pengolahan, menandai semakin matangnya ekosistem industrialisasi di berbagai wilayah.

Riset itu menunjukkan komposisi PMA di sektor sekunder melonjak dari 35,3 persen pada 2018 menjadi 59,6 persen sepanjang Januari–September 2025. Lonjakan tersebut dinilai menandai pergeseran aktivitas ekonomi dari ekstraksi bahan mentah menjadi pengolahan berbasis klaster industri.

Menperin melihat tren tersebut sebagai sinyal positif bagi pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi di luar Jawa.

"Kita melihat percepatan industrialisasi di wilayah Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan wilayah lainnya. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga momentum baik ini agar pemerataan pembangunan semakin optimal," tegasnya.

Dalam riset yang sama, BRI Danareksa Sekuritas menyebut setiap PMA senilai Rp1 triliun yang masuk ke luar Jawa dapat menghasilkan tambahan Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) sekitar Rp1,76 triliun.

"Ini multiplier effect yang sangat besar bagi ekonomi nasional terutama bagi wilayah luar pulau Jawa," ujar Agus.

Sebagai perbandingan, PMA dengan nilai yang sama di Jawa hanya menghasilkan tambahan PMTB sekitar Rp140 miliar.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa PMA di luar Jawa memberikan dampak pengganda lebih besar karena tingginya kebutuhan modal dan pesatnya pembangunan klaster industri baru di kawasan itu.

Agus menegaskan pemerintah akan menjaga kepercayaan pelaku usaha untuk memastikan investasi tetap tumbuh. Ia mengakui sejumlah korporasi masih menunggu pemulihan permintaan, sehingga Kemenperin menyiapkan insentif guna mempercepat ekspansi industri.

"Kami memahami bahwa korporasi masih menunggu visibilitas permintaan yang lebih kuat. Itu sebabnya Kemenperin tengah menyiapkan berbagai insentif dan kemudahan industri agar ekspansi investasi bisa kembali meningkat dalam beberapa kuartal ke depan," jelasnya.

Dengan derasnya arus PMA ke sektor pengolahan dan berkembangnya pusat industri di luar Jawa, pemerintah, kata Agus, akan melanjutkan kebijakan yang melindungi dan memperkuat iklim investasi nasional.

"Kami berkomitmen memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan utama investasi manufaktur di Asia. Transformasi industri, peningkatan kualitas tenaga kerja, dan pembangunan industri bernilai tambah tinggi akan terus menjadi prioritas pemerintah untuk memperkuat eksositem industri hulu-intermediate-hilir," tambahnya.

Sementara itu, Chief Economist dan Head of Fixed Income Research BRI Danareksa Sekuritas, Helmy Kristanto, menilai dominasi investasi manufaktur membawa efek luas terhadap pemerataan kesejahteraan.

"PMA yang didominasi sektor manufaktur sebagai penopang pertumbuhan investasi ini meningkatkan PMTB dan memperluas manfaat regional, dengan wilayah-wilayah di luar Jawa yang paling diuntungkan," paparnya.

Helmy mengatakan PMA di luar Jawa menghasilkan dampak PMTB jauh lebih besar karena kebutuhan modal yang lebih dalam, serta peran investasinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata secara geografis.

Beberapa faktor perlu diperhatikan untuk menjaga momentum tersebut, antara lain siklus belanja modal, tingkat pemanfaatan kapasitas industri, dan pertumbuhan upah minimum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investasi Asing di RI Makin Loyo di Dua Kuartal Terakhir, Ini Kata Rosan Roeslani

Investasi Asing di RI Makin Loyo di Dua Kuartal Terakhir, Ini Kata Rosan Roeslani

Bisnis | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 10:42 WIB

Menteri Perindustrian: Transformasi Industri Hijau Harus Dilihat Sebagai Investasi

Menteri Perindustrian: Transformasi Industri Hijau Harus Dilihat Sebagai Investasi

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 14:16 WIB

Jangan Ketinggalan Negara Tetangga, Pemerintah Diminta Rombak Kebijakan Investasi Asing

Jangan Ketinggalan Negara Tetangga, Pemerintah Diminta Rombak Kebijakan Investasi Asing

Bisnis | Rabu, 16 April 2025 | 11:56 WIB

Target Ekonomi 8 Persen Bukan Mimpi, Menteri Rosan Mau Masifkan Investasi

Target Ekonomi 8 Persen Bukan Mimpi, Menteri Rosan Mau Masifkan Investasi

Bisnis | Kamis, 28 November 2024 | 13:08 WIB

Profil Agus Gumiwang Kartasasmita: Dulu "Ditendang" Aburizal Bakrie Ulah Dukung Jokowi, Kini Plt Ketum Golkar!

Profil Agus Gumiwang Kartasasmita: Dulu "Ditendang" Aburizal Bakrie Ulah Dukung Jokowi, Kini Plt Ketum Golkar!

News | Selasa, 13 Agustus 2024 | 23:10 WIB

Terkini

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:00 WIB

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:17 WIB

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:38 WIB

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB