OJK: Minat Investor Asing ke Sektor Perbankan Masih Tinggi, Ini Faktornya

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 26 November 2025 | 08:16 WIB
OJK: Minat Investor Asing ke Sektor Perbankan Masih Tinggi, Ini Faktornya
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). [ojk.go.id]
baca 10 detik
  • Minat investor asing ke perbankan Indonesia tetap tinggi berkat fundamental industri yang solid dan kebutuhan likuiditas valas.

  • Pertumbuhan kredit 7,70% yoy dan stabilnya risiko kredit menunjukkan perbankan Indonesia masih sehat di tengah gejolak global.

  • Ruang ekspansi bank asing masih luas, sementara sektor perbankan terus menjaga kehati-hatian agar kinerjanya berkelanjutan

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan minat investor asing ke sektor perbankan Indonesia masih tetap tinggi.

Adapun, optimisme tersebut ditopang oleh fundamental industri yang solid serta kebutuhan pendalaman likuiditas valuta asing di dalam negeri.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan, iklim investasi di sektor perbankan masih terjaga positif.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit industri perbankan yang tetap kuat sebesar 7,70 persen year-on-year per September 2025, didukung oleh kondisi likuiditas yang memadai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Saat ini, iklim investasi dan kepercayaan atas kondisi fundamental di sektor perbankan masih positif tercermin daripertumbuhan kredit industri perbankan yang tetap solid sebesar 7,70 persen (yoy) per September 2025 didukung kondisi likuiditas yang memadai, di tengah dinamika perekonomianglobal yang fluktuatif," katanya dalam jawaban tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Menurutnya, hingga posisi September 2025, pangsa pasar bank asing dan kantor cabang bank asing di perbankan Indonesia baru cukup besar.

Adapun, angkanya mencapai sebesar 24,81 persen dengan kontribusi pada penyaluran kredit mencapai sebesar Rp 1.799,17 triliun atau 22,04 persen dari total penyaluran kredit perbankan Indonesia.

Selain itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga mencapai sebesar Rp 2.093,59 triliun atau 21,60 persen dari total penghimpunan DPK perbankan nasional.

Ilustrasi bank. [Unsplash]
Ilustrasi bank. [Unsplash]

"Hal tersebut menunjukan ruang partisipasi bank asing di Indonesia masih sangat terbuka untuk berkontribusi pada industri perbankan di Indonesia sesuai dengan risk appetite investor asing yang masih tinggi, sejalan dengan kebutuhan foreign direct investment (FDI) dan peningkatan likuiditas valas di Indonesia," beber Dian.

baca juga

Sementara itu, kinerja intermediasi perbankan relatif stabil dengan profil risiko yang terjaga.

Pada September 2025, kredit tumbuhsebesar 7,70 persen yoy menjadi Rp 8.162,8 triliun.

Disisi lain, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,24 persen atau lebih rendah dari bulan sebelumnya (Agustus 2025: 2,28 persen) dan NPL net sebesar 0,87 persen.

Loan at Risk (LaR) juga relatif stabil, tercatat sebesar 9,52 persen atauturun dibandingkan bulan sebelumnya (Agustus 2025: 9,73 persen).

"Pembentukan CKPN oleh perbankan merupakan bentukmitigasi risiko kredit untuk mengantisipasi jika terjadi perubahan kondisi eksternal yang berpengaruh terhadapkinerja debitur," katanya.

Selain itu, implementasi PSAK 71 juga mewajibkan pembentukan CKPN dilakukan secara forward looking sejak realisasi kredit.

"Kami melihat bahwa pembentukan CKPN tersebut masih tergolong wajar dan perlu dilakukan sebagai langkah antisipatif dan bagian daripenerapan prinsip prudensial dalam rangka menjaga kualitas kredit," imbuh dia.

Meskipun tren pembentukan CKPN pada September 2025 menurun secara industri, namun masih berada di level yang memadai.

Sebagai lembaga intermediasi, industri perbankan memiliki peranan penting sebagai agen ekonomi dan pembangunan nasional dalam bentuk penyaluran kredit dengan tetap menjalankan tata kelola yang baik.

Selain itu, memperhatikan prinsip ke hati-hatian serta manajemen risiko yang memadai, sehingga kinerja keuangan industri perbankan dapat tetap baik dan terjaga secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Orang Masih Sulit Akses Kredit, Pindar Jadi Solusi?

Banyak Orang Masih Sulit Akses Kredit, Pindar Jadi Solusi?

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 08:02 WIB

Daftar 611 Pinjol Ilegal Terbaru Update Satgas PASTI OJK: Ada Pindar Terkenal

Daftar 611 Pinjol Ilegal Terbaru Update Satgas PASTI OJK: Ada Pindar Terkenal

Bisnis | Minggu, 16 November 2025 | 14:01 WIB

Adakah Pinjaman Tanpa BI Checking? Jangan Mudah Tergiur, Cek Dulu Hal Penting Ini!

Adakah Pinjaman Tanpa BI Checking? Jangan Mudah Tergiur, Cek Dulu Hal Penting Ini!

Bisnis | Sabtu, 15 November 2025 | 13:57 WIB

SoftBank Sutradara Merger Dua Musuh Bebuyutan GoTo dan Grab

SoftBank Sutradara Merger Dua Musuh Bebuyutan GoTo dan Grab

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 13:37 WIB

Pindar Lebih Bergairah, Efek Dapat Guyuran Likuiditas Rp 200 Triliun

Pindar Lebih Bergairah, Efek Dapat Guyuran Likuiditas Rp 200 Triliun

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 11:52 WIB

Gagal Bayar Massal, OJK Seret KoinP2P dan Akseleran ke Penegak Hukum

Gagal Bayar Massal, OJK Seret KoinP2P dan Akseleran ke Penegak Hukum

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 08:07 WIB

Terkini

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:08 WIB

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:06 WIB

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:03 WIB

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 18:53 WIB

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:51 WIB

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:50 WIB

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

×