Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Langsung Melesat 1 Persen

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 01 Desember 2025 | 12:03 WIB
OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Langsung Melesat 1 Persen
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]
  • Harga minyak dunia melonjak Senin 1 Desember 2025 akibat OPEC menahan peningkatan produksi minyak mentah.
  • OPEC mempertahankan pemotongan produksi 3,24 juta barel per hari hingga kuartal pertama 2026.
  • Kenaikan harga juga dipengaruhi ketegangan politik antara AS di bawah Donald Trump terhadap Venezuela.

Suara.com - Harga minyak dunia melonjak hingga 1 persen lebih pada perdagangan Senin 1 Desember 2025.

Kenaikan itu dipicu keputusan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang menegaskan tidak akan meningkatkan produksi minyak mentah karena kekhawatiran kelebihan pasokan pada 2026. 

Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah  minyak mentah Brent berjangka yang berakhir pada bulan Februari naik 1,2 pen menjadi USD 63,13 per barel.

Sedangkan  minyak mentah West Texas Intermediate  (WTI) menjadi menjadi USD 59,27 per barel, naik sebesar 1,2 persen. 

Ilustrasi kilang minyak. [Antara]
Ilustrasi kilang minyak. [Antara]

Kenaikan harga minyak dunia juga setelah adanya keputusan yang diambil OPEC pada 30 November 2025 yang kembali menegaskan rencana menghentikan peningkatan produksi minyak hingga kuartal pertama tahun 2026.

Selain itu, OPEC juga memutuskan mempertahankan pemotongan produksi sukarela sebesar 3,24 juta barel per hari. 

Keputusan itu menunjukkan sikap kehati-hatian OPEC dalam menghadapi tren permintaan minyak yang tidak merata dan dikhawatirkan menyebabkan kelebihan pasokan pada 2026. 

Sementara, OPEC telah menyepakati mekanisme untuk mengevaluasi kapasitas produksi maksimum anggota pada periode Januari dan September 2026, yang menjadi  dasar untuk menetapkan kuota pda 2027.

"Hal ini tentu saja dapat menimbulkan perselisihan di antara para anggota, karena negara-negara ingin mengamankan nilai dasar yang lebih tinggi," kata analis ING.

Di sisi lain, pasar juga sedang mempertimbangkan risiko pasokan baru terkait dengan retorika politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terhadap Venezuela.

Dalam pernyataannya, Trump mengaku sedang mempertimbangkan menutup wilayah udara di atas negara itu.

"Eskalasi antara AS dan Venezuela ini membuat AS melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang diklaimnya membawa narkoba, sekaligus membangun kehadiran militernya di dekatnya," kata analis ING. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Stabil, Investor Pantau Negosiasi Damai Rusia-Ukraina dan Keputusan OPEC

Harga Minyak Dunia Stabil, Investor Pantau Negosiasi Damai Rusia-Ukraina dan Keputusan OPEC

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 12:48 WIB

Rusia-Ukraina Mau Damai, Harga Minyak Dunia Kembali Merosot

Rusia-Ukraina Mau Damai, Harga Minyak Dunia Kembali Merosot

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 10:14 WIB

Harga Minyak Stabil, Pasar Cermati Sinyal Perdamaian Rusia-Ukraina

Harga Minyak Stabil, Pasar Cermati Sinyal Perdamaian Rusia-Ukraina

Bisnis | Rabu, 26 November 2025 | 10:55 WIB

Terkini

Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat: Dedikasi Tinggi dan Komitmen Tanpa Kompromi Para Pekerja

Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat: Dedikasi Tinggi dan Komitmen Tanpa Kompromi Para Pekerja

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:56 WIB

Kredit Komersial BRI Melesat 58,4 Persen, Meroket Jadi Rp61,4 Triliun

Kredit Komersial BRI Melesat 58,4 Persen, Meroket Jadi Rp61,4 Triliun

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:40 WIB

Prabowo Bidik Dedieselisasi, Cerah: Jangan Tanggung, Stop Juga Proyek Gas dan Batu Bara!

Prabowo Bidik Dedieselisasi, Cerah: Jangan Tanggung, Stop Juga Proyek Gas dan Batu Bara!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:12 WIB

Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?

Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:04 WIB

Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda

Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 10:37 WIB

Harga Bawang dan Cabai Kompak 'Terbang' Hari Ini

Harga Bawang dan Cabai Kompak 'Terbang' Hari Ini

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 10:33 WIB

Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel

Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 10:27 WIB

Tensi Timur Tengah Mereda, Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.211 Per Dolar AS

Tensi Timur Tengah Mereda, Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.211 Per Dolar AS

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 10:20 WIB

IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi

IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 09:11 WIB

Bidik Nasabah Kelas Atas, BRI Life Bedah Strategi Kelola Kekayaan

Bidik Nasabah Kelas Atas, BRI Life Bedah Strategi Kelola Kekayaan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:59 WIB