Menteri UMKM Sebut Produk Tak Bermerek Lebih Berbahaya dari Thrifting: Tak Terlihat tapi Mendominasi

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 02 Desember 2025 | 10:34 WIB
Menteri UMKM Sebut Produk Tak Bermerek Lebih Berbahaya dari Thrifting: Tak Terlihat tapi Mendominasi
Ilustrasi sejumlah pembeli memilah baju bekas di salah satu pusat penjualan pakaian bekas. (Antara/Agung Rajasa)
baca 10 detik
  • Menteri UMKM menyoroti peredaran masif produk *white label* impor tanpa pengawasan sebagai ancaman besar bagi UMKM fesyen.
  • Produk *white label* adalah barang impor massal tanpa izin resmi yang sulit ditertibkan dan merusak ekosistem lokal.
  • Pemerintah berkomitmen menindaklanjuti penutupan jalur impor ilegal di hulu dalam waktu dekat untuk sterilisasi pasar.

Suara.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyoroti satu ancaman besar lain bagi keberlangsungan UMKM fesyen, selain banjirnya impor pakaian bekas, yakni masifnya peredaran produk tanpa merek alias white label dari luar negeri yang masuk tanpa pengawasan memadai.

Ia menyebut, fenomena ini jauh lebih sulit ditertibkan dan berpotensi merusak ekosistem usaha lokal.

Maman menjelaskan, white label merupakan barang impor hasil produksi massal yang kemudian diberi cap atau stempel tertentu dan dijual kembali di Indonesia tanpa proses perizinan resmi.

White label itu baju yang diproduksi dalam jumlah besar masuk ke Indonesia, dikasih cap stempel nggak tau itu udah nggak karuan itu,” ujarnya dalam Rapimnas Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Senin (1/12/2025).

Maman menyebut produk white label adalah jenis impor yang paling sulit terlacak.

Berbeda dengan pakaian bekas yang masuk melalui jalur tertentu, arus white label sering kali terjadi secara sporadis dan tidak mengikuti standar pengawasan.

“Lalu yang kedua, yang memang sulit sekali diukur, dan memang sulit sekali dirapikan, ditertipkan yaitu white label,” katanya.

Ia menjelaskan, keberadaan white label menyebabkan lapangan usaha fesyen domestik dipenuhi produk murah yang tidak melalui standar perizinan apa pun, sementara UMKM lokal harus mengikuti berbagai regulasi.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].

“Artinya apa yang saya mau bilang, sebaik-baik apapun, sekuat-kuat apapun akses pembiayaan, selama lapangannya belum bisa di steril, nggak akan mungkin UMKM bisa survive,” ucap Maman.

baca juga

Maman menyebut, praktik white label sudah merambah hampir seluruh kategori produk fesyen.

Kondisi ini, kata dia, membuat hampir tidak ada pelaku UMKM fesyen yang benar-benar mampu bertahan tanpa tersisih

“Semua itu sekarang didominasi produk itu semua, itu mayoritas semua produk dari luar,” ujarnya.

Pemerintah disebut kini tengah menyusun langkah sterilisasi pasar domestik untuk mengatasi dua gelombang besar ini, yakni impor baju bekas dan white label.

Maman menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menutup jalur impor ilegal di hulu dalam waktu dekat.

“Makanya kalau nanti lihat dalam waktu satu bulan ini, kita tegas tuh, di hulu tuh kita tutup semua,” katanya.

Ia menilai kebijakan pengetatan ini penting untuk menciptakan kembali ruang kompetisi yang sehat bagi UMKM lokal.

Setelah pasar bersih, pemerintah baru akan mendorong banjir produk lokal dalam negeri agar bisa kembali menjadi tuan rumah di pasar sendiri.

Menurut Maman, langkah tersebut merupakan satu-satunya cara agar UMKM Indonesia dapat berkembang secara natural tanpa harus terus bergantung pada intervensi pemerintah.

“Jadi nggak akan mungkin kalau lapangan tidak disterilisasi... kita bisa menciptakan produk-produk unggulan kita di tanah air ini,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peran Kepemimpinan Ketua Kelompok Mekaar dalam Pemberdayaan Perempuan untuk Ketahanan Ekonomi

Peran Kepemimpinan Ketua Kelompok Mekaar dalam Pemberdayaan Perempuan untuk Ketahanan Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 20:00 WIB

Amartha Salurkan Modal Rp30 Triliun ke 3 Juta UMKM di Pelosok

Amartha Salurkan Modal Rp30 Triliun ke 3 Juta UMKM di Pelosok

Bisnis | Sabtu, 22 November 2025 | 18:05 WIB

Rincian Pajak UMKM dan Penghapusan Batas Waktu Tarif 0,5 Persen

Rincian Pajak UMKM dan Penghapusan Batas Waktu Tarif 0,5 Persen

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 20:47 WIB

Indef: Pedagang Thrifting Informal, Lebih Bahaya Kalau Industri Tekstil yang Formal Hancur

Indef: Pedagang Thrifting Informal, Lebih Bahaya Kalau Industri Tekstil yang Formal Hancur

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 20:41 WIB

Impor Teksil Ilegal Lebih Berbahaya dari Thrifting

Impor Teksil Ilegal Lebih Berbahaya dari Thrifting

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 20:00 WIB

Cara Membuat QRIS untuk UMKM, Ini Syarat yang Harus Dipersiapkan

Cara Membuat QRIS untuk UMKM, Ini Syarat yang Harus Dipersiapkan

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 18:51 WIB

Terkini

Kemarau Panjang Bikin Warga Pondok Labu Kelimpungan Cari Air Bersih

Kemarau Panjang Bikin Warga Pondok Labu Kelimpungan Cari Air Bersih

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:18 WIB

Terkuak Skenario Berdarah Pembunuhan di Sekampung: Korban Ditikam 29 Kali Demi Menguasai Xpander

Terkuak Skenario Berdarah Pembunuhan di Sekampung: Korban Ditikam 29 Kali Demi Menguasai Xpander

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 18:17 WIB

Tampang Fahd A Rafiq Resmi Pakai Rompi Oranye Usai Kena OTT KPK

Tampang Fahd A Rafiq Resmi Pakai Rompi Oranye Usai Kena OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:10 WIB

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 18:05 WIB

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:59 WIB

×