Menperin Andalkan Vokasi Jadi Investasi Sektor Industri

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 09 Desember 2025 | 16:35 WIB
Menperin Andalkan Vokasi Jadi Investasi Sektor Industri
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan optimisme tinggi bahwa kehadiran proyek raksasa New Ethylene Project PT Lotte Chemical Indonesia akan secara signifikan memperkuat keuangan negara melalui pengurangan drastis impor produk petrokimia. Foto Fadil-Suara.com
baca 10 detik
  • Pemerintah memperkuat pendidikan vokasi melalui standardisasi, pemagangan, dan modernisasi sarana untuk menjawab dinamika kebutuhan industri global.
  • Penguatan vokasi difokuskan pada kurikulum internasional, literasi teknologi, dan sertifikasi guna memperluas peluang kerja tenaga terampil lintas negara.
  • Wisuda serentak 2.993 lulusan Kemenperin menunjukkan keberhasilan pendekatan link-and-match dalam menciptakan SDM berdaya saing industri global.

Suara.com - Pemerintah kembali menyoroti penguatan pendidikan vokasi sebagai salah satu agenda pengembangan industri nasional. Langkah ini diarahkan untuk menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dengan perubahan teknologi dan dinamika kompetisi global yang semakin cepat.

"Pendidikan vokasi adalah investasi untuk masa depan. Dengan SDM yang kompeten dan unggul, industri kita akan tumbuh lebih produktif, resilien, dan berdaya saing global," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).

Agus menyebut penguatan vokasi dilakukan melalui standardisasi kompetensi, pemagangan, sertifikasi, hingga modernisasi sarana pembelajaran. Upaya ini ditujukan agar lulusan vokasi mampu menjawab kebutuhan industri yang berubah cepat.

Dalam agenda yang mereka sebut sebagai 'vokasi go global', pemerintah mendorong penyesuaian kurikulum dengan standar kompetensi internasional. Pendekatan tersebut juga mencakup literasi teknologi tingkat lanjut, peningkatan sertifikasi profesi, serta kemitraan dengan industri luar negeri. 

Ilustrasi Vokasi (Foto Istimewa)
Ilustrasi Vokasi (Foto Istimewa)

Agus menilai langkah ini diperlukan untuk memperluas peluang kerja dan mobilitas tenaga terampil lintas negara.

Ia juga menekankan pentingnya jejaring alumni berskala global untuk memperkuat konektivitas industri. Model ini diharapkan membantu lulusan masuk ke rantai pasok sektor-sektor strategis seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, energi hijau, dan otomasi industri.

Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menyampaikan penguatan vokasi menjadi bagian dari Strategi Baru Industrialisasi Nasional. Ia memandang kebutuhan industri saat ini tidak bisa dijawab dengan pola lama. 

"Kita harus menjawab kebutuhan masa depan. Target pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi tidak mungkin tercapai kalau SDM-nya masih seperti dahulu. SDM harus produktif, terampil, kompeten, dan berorientasi global," katanya.

Doddy menambahkan pendidikan vokasi seharusnya tidak berhenti pada penyediaan tenaga kerja domestik. Menurutnya, lulusan Indonesia perlu disiapkan untuk menjadi bagian dari ekosistem industri global melalui peningkatan kompetensi teknis, mobilitas tenaga kerja, dan jejaring profesional.

baca juga

Komitmen tersebut terlihat dari penyelenggaraan wisuda serentak yang melepas 2.993 lulusan dari politeknik dan akademi komunitas milik Kemenperin.

Para lulusan diproyeksikan masuk ke industri nasional sekaligus diarahkan untuk mampu bersaing di pasar global melalui sertifikasi profesional, kecakapan bahasa, dan pemahaman budaya kerja internasional. 

"Penyerapan lulusan vokasi Kemenperin yang secara konsisten menunjukkan kinerja tinggi menjadi bukti keberhasilan pendekatan link-and-match dan peningkatan relevansi pendidikan terhadap kebutuhan industri modern," kata Doddy.

Ia menyebut Kemenperin akan terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi melalui modernisasi kurikulum, peningkatan kapasitas instruktur, serta perluasan jejaring global. 

"Langkah ini diharapkan mampu menciptakan SDM yang adaptif terhadap disrupsi teknologi dan memiliki kompetensi untuk memperkuat daya saing industri nasional di arena global," tambahnya.

Salah satu unit pendidikan vokasi yang menjalankan model tersebut adalah SMK-SMTI Yogyakarta. Sekolah ini menggunakan sistem dual system dengan porsi praktik mencapai 70 persen serta kurikulum berstandar internasional. 

Doddy menilai pendekatan itu menjadi bagian penting dari transformasi SDM industri. 

"Peningkatan kompetensi SDM industri merupakan fondasi dari transformasi ekonomi nasional," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin Gaspol Transformasi Digital Manufaktur Lewat Making Indonesia 4.0

Kemenperin Gaspol Transformasi Digital Manufaktur Lewat Making Indonesia 4.0

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 13:10 WIB

Menperin Beberkan Industri Indonesia Masih Kuat, Ini Buktinya

Menperin Beberkan Industri Indonesia Masih Kuat, Ini Buktinya

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 14:02 WIB

Menperin Sebut Investasi Asing Menguat ke Industri Manufaktur

Menperin Sebut Investasi Asing Menguat ke Industri Manufaktur

Bisnis | Selasa, 25 November 2025 | 20:59 WIB

Terkini

Viral Tukang Ojek Bersimbah Darah Dianiaya Sajam oleh Penumpang di Bengkalis

Viral Tukang Ojek Bersimbah Darah Dianiaya Sajam oleh Penumpang di Bengkalis

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 13:19 WIB

Bolak-balik Terjerat Korupsi, Ini Rekam Jejak Fahd A Rafiq Politikus Golkar Kena OTT KPK

Bolak-balik Terjerat Korupsi, Ini Rekam Jejak Fahd A Rafiq Politikus Golkar Kena OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:18 WIB

Dua Jenazah Korban KM Virgo Dievakuasi Pakai Helikopter dari Tengah Laut

Dua Jenazah Korban KM Virgo Dievakuasi Pakai Helikopter dari Tengah Laut

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:17 WIB

Debut Robot Cerdas AiMOGA Tampilkan Inovasi Layanan Publik

Debut Robot Cerdas AiMOGA Tampilkan Inovasi Layanan Publik

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 13:15 WIB

IRI Sebut Karhutla Tak Cuma Rusak Hutan, Tapi Bisa Ancam Sumber Air

IRI Sebut Karhutla Tak Cuma Rusak Hutan, Tapi Bisa Ancam Sumber Air

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:15 WIB

Ditemukan di 20 Koper, Uang Ratusan Miliar OTT Kasus HGB Kabupaten Bogor Milik Nusron Wahid?

Ditemukan di 20 Koper, Uang Ratusan Miliar OTT Kasus HGB Kabupaten Bogor Milik Nusron Wahid?

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:11 WIB

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:11 WIB

15 HP Warna Hijau Spek Terbaik, dari Rp1 Jutaan hingga Flagship

15 HP Warna Hijau Spek Terbaik, dari Rp1 Jutaan hingga Flagship

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 13:10 WIB

Menkeu Boleh Berganti, Beban Anggaran MBG Tetap Menghantui

Menkeu Boleh Berganti, Beban Anggaran MBG Tetap Menghantui

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:10 WIB

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

×