Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Kokoh Lawan Dolar AS pada Hari Ini, Tembus Level Rp 16.646

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Jum'at, 12 Desember 2025 | 16:05 WIB
Rupiah Kokoh Lawan Dolar AS pada Hari Ini, Tembus Level Rp 16.646
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat 0,18 persen pada penutupan Jumat, 12 Desember 2025, mencapai Rp 16.646 per USD.
  • Penguatan rupiah dipicu sentimen global dolar AS melemah dan data ekonomi domestik yang kuat.
  • Mata uang Asia menunjukkan pergerakan bervariasi, dengan Ringgit Malaysia menguat paling tinggi sebesar 0,37 persen.

Suara.com - Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan pada penutupan, Jumat 12 Desember 2025. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 16.646 per USD

Alhasil, rupiah menguat 0,18 persen dibanding penutupan pada Kamis yang berada di level Rp 16.668 per dolar AS. 

Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.652 per dolar AS.

Selain itu, mata uang di Asia bervariasi dengan Malaysia menjadi mata uang yang naik paling tinggi 0,37 persen. 

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Disusul oleh dollar Taiwan yang naik 0,22 persen. Dolar Singapura naik 0,9 persen diikuti, yuan China naik 0,02 persen.

Namun, mata uang Asia lainnya cenderung melemah. Penurunan dialami oleh won Korea turun sebesar 0,32 persen. Peso Filipina turun 0,13 persen.

Diikuti Jepang tercatat turun 0,071 persen, dolar Hong Kong juga turun 0,03 persen.Terakhir yang nampak bergerak tipis adalah rupee India turun 0,01 persen.

Sentimen Penguatan

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah diperkirakan masih akan terjadi. Hal ini seiring dengan sentimen global dan dalam negeri yang memengaruhi pergerakan mata uang garuda. 

baca juga

"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam setelah data pekerjaan yang mengecewakan," katanya saat dihubungi Suara.com.

Kata dia, rupiah juga didukung beberapa data ekonomi domestik yang kuat sepekan ini seperti penjualan ritel dan kepercayaan konsumen. Lalu, rencana Bank Indonesia yang berencana memangkas suku bunganya. 

"Selain itu, investor juga meyakini BI akan mempertahankan suku bunga minggu depan. Diperkirakan 16300 untuk ini agak optimis," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Masuk Zona Hijau, Dolar Amerika Loyo ke Rp16.667

Rupiah Masuk Zona Hijau, Dolar Amerika Loyo ke Rp16.667

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 09:49 WIB

Sentimen The Fed Buat Rupiah Gagah Hari ini di Level Rp 16.663

Sentimen The Fed Buat Rupiah Gagah Hari ini di Level Rp 16.663

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 16:02 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Didukung Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Rupiah Mulai Bangkit, Didukung Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 10:22 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×