Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Anak Usaha MDKA Reklamasi Lahan Seluas 84,96 Hektare di Tujuh Bukit

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 12 Desember 2025 | 17:34 WIB
Anak Usaha MDKA Reklamasi Lahan Seluas 84,96 Hektare di Tujuh Bukit
Lokasi Tambang Emas Tujuh Bukit Milik PT Merdeka Copper Gold Tbk di Banyuwangi. Foto Fadil-Suara.com.
  • Anak usaha MDKA telah mereklamasi 84,96 ha lahan, kini jadi habitat satwa lokal Tujuh Bukit. 

  • BSI melebihi kewajiban, tanam lahan kompensasi terluas 1.990 ha di Bondowoso dan Sukabumi.

  • Perusahaan terapkan reklamasi progresif & konservasi air, sejalan dengan standar ISO 14001.

Suara.com - PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha dari raksasa tambang PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), menunjukkan komitmen nyata bahwa operasi pertambangan di Tujuh Bukit dapat berjalan harmonis dengan alam.

Hingga November 2025, BSI telah berhasil mereklamasi lahan seluas 84,96 hektare di kawasan Tujuh Bukit. Keberhasilan reklamasi ini bukan hanya sekadar menanam pohon, melainkan telah berkembang menjadi habitat baru yang dihuni oleh berbagai satwa lokal.

Kunci dari keberhasilan ini adalah penerapan reklamasi progresif, yaitu penanaman kembali lahan segera setelah selesai digunakan, tanpa menunggu seluruh operasi tambang berakhir. Pendekatan ini mempercepat pemulihan ekosistem secara efektif.

BSI telah menyelesaikan penanaman lahan kompensasi di Bondowoso dan Sukabumi seluas 1.990,79 hektare. Angka ini melebihi kewajiban 1.985,72 hektare, menjadikannya sebagai lahan kompensasi terluas yang pernah diserahkan institusi swasta kepada pemerintah.

Perusahaan juga telah merehabilitasi lahan kritis dengan menanam 66.666 pohon di area 60 hektare di wilayah Perhutani Banyuwangi Barat dan Selatan.

Dalam operasional tambang emasnya di Banyuwangi, BSI menerapkan konservasi air dengan memanfaatkan air hujan sebagai sumber utama, mengurangi pengambilan air permukaan dan air tanah. Selain itu, semua air yang dilepaskan ke lingkungan dipastikan telah memenuhi baku mutu yang berlaku.

Roelly Franza, General Manager of Operations sekaligus Kepala Teknik Tambang PT Bumi Suksesindo, menegaskan komitmen ini adalah prinsip dasar.

“Bagi PT Bumi Suksesindo, praktik penambangan yang berkelanjutan bukan hanya kewajiban, tetapi prinsip dasar dalam cara kami beroperasi. Komitmen ini juga sejalan dengan arah keberlanjutan Merdeka Copper Gold yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai prioritas utama,” ujar Roelly Franza, Jumat (12/12/2025).

Dengan berpegangan pada Kebijakan Lingkungan Grup Merdeka Copper Gold dan standar internasional ISO 14001:2015, BSI berharap dapat terus memperkuat perannya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penipuan Pencairan Dana Hibah SAL, BSI: Itu Hoaks

Penipuan Pencairan Dana Hibah SAL, BSI: Itu Hoaks

Bisnis | Rabu, 10 Desember 2025 | 08:06 WIB

91 Persen BSI Regional Aceh Beroperasi Terbatas, Wilayah Medan dan Sumatera Barat Sudah Normal

91 Persen BSI Regional Aceh Beroperasi Terbatas, Wilayah Medan dan Sumatera Barat Sudah Normal

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 09:10 WIB

Pelonggaran Moneter: BI Rate Turun, Inflasi 2026 Diprediksi Berkisar 2,94 Persen

Pelonggaran Moneter: BI Rate Turun, Inflasi 2026 Diprediksi Berkisar 2,94 Persen

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 14:55 WIB

Terkini

Industri Vape Legal Terancam: 150 Ribu Pekerja Waswas Kehilangan Mata Pencaharian

Industri Vape Legal Terancam: 150 Ribu Pekerja Waswas Kehilangan Mata Pencaharian

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:36 WIB

Beda BRI Simpedes dan Simpedes UMi: Biaya Admin, Saldo Minimal, dan Syarat

Beda BRI Simpedes dan Simpedes UMi: Biaya Admin, Saldo Minimal, dan Syarat

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:30 WIB

IHSG Tiba-tiba Bangkit ke Level 6.100, Apa Penyebabnya?

IHSG Tiba-tiba Bangkit ke Level 6.100, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:15 WIB

SKK Migas Jemput Bola, Pelaku Usaha Serbu Layanan CIVD dan IOG e-Commerce di IPA Convex 2026

SKK Migas Jemput Bola, Pelaku Usaha Serbu Layanan CIVD dan IOG e-Commerce di IPA Convex 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:30 WIB

Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Titik Terendah dalam 6 Tahun

Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Titik Terendah dalam 6 Tahun

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:09 WIB

PGN Garap Studi Ekosistem CCS dan Transportasi CO2, Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon

PGN Garap Studi Ekosistem CCS dan Transportasi CO2, Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:49 WIB

TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025, Raih Dua Penghargaan

TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025, Raih Dua Penghargaan

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:48 WIB

Kolaborasi Galeri 24 dan Lotus Gold Dorong Emas Lokal Berkualitas di Seluruh Indonesia

Kolaborasi Galeri 24 dan Lotus Gold Dorong Emas Lokal Berkualitas di Seluruh Indonesia

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:45 WIB

Bahlil Buka 118 Blok Migas, Investor Tak Perlu Nego di Belakang Meja

Bahlil Buka 118 Blok Migas, Investor Tak Perlu Nego di Belakang Meja

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:45 WIB

Secara Konsolidasi, BTN Raup Untung Rp 1,45 Triliun Hingga April 2026

Secara Konsolidasi, BTN Raup Untung Rp 1,45 Triliun Hingga April 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:40 WIB