Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

iRobot Perusahaan Legendaris AS Resmi Bangkrut, Siap Diakusisi China

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 16 Desember 2025 | 15:26 WIB
iRobot Perusahaan Legendaris AS Resmi Bangkrut, Siap Diakusisi China
iRobot [by SA]
  • iRobot mengajukan perlindungan kebangkrutan akibat tekanan persaingan harga dari rival China dan kebijakan tarif impor AS.
  • Setelah proses selesai, Picea Robotics dari Tiongkok akan mengambil alih 100% kepemilikan dengan menghapus utang iRobot.
  • Operasional layanan pelanggan, dukungan produk, dan hubungan mitra iRobot dipastikan tetap berjalan normal pasca pengajuan ini.

Suara.com - iRobot, perusahaan di balik penyedot debu robotik populer "Roomba", resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan pada akhir pekan ini.

Dikutip dari Reuters pada Selasa (16/12/2025), langkah ini diambil setelah perusahaan asal AS ini menghadapi tekanan berat dari kompetitor dan kebijakan tarif dagang Amerika Serikat.

Poin-Poin Utama Kondisi iRobot:

Penyebab Kebangkrutan: iRobot kesulitan menghadapi persaingan dari rival asal Tiongkok, seperti Ecovacs Robotics, yang menawarkan harga lebih murah. Selain itu, tarif impor AS sebesar 46% untuk produk dari Vietnam menambah beban biaya perusahaan hingga US$23 juta pada tahun 2025.

Perubahan Kepemilikan: Setelah proses kebangkrutan selesai, iRobot akan menjadi perusahaan privat. Kepemilikan saham 100% akan diambil alih oleh Picea Robotics, perusahaan manufaktur utama iRobot asal Tiongkok yang juga memegang utang iRobot.

Penyelesaian Utang: iRobot memiliki utang sekitar US$190 juta dari pinjaman tahun 2023, ditambah US$74 juta utang perdagangan kepada Picea. Dalam kesepakatan ini, Picea akan menghapus utang-utang tersebut sebagai imbalan kepemilikan perusahaan.

Nasib Konsumen & Operasional: iRobot menegaskan bahwa proses kebangkrutan ini tidak akan mengganggu fungsi aplikasi, program pelanggan, layanan dukungan produk, maupun hubungan dengan mitra global dan rantai pasokan. Pemasok dan kreditur lainnya juga direncanakan akan tetap dibayar penuh.

Penurunan Nilai Perusahaan: Pada tahun 2021, nilai iRobot sempat meroket hingga US$3,56 miliar karena tingginya permintaan saat pandemi. Namun saat ini, nilai perusahaan tersebut menyusut drastis menjadi hanya sekitar US$140 juta.

Didirikan pada tahun 1990 oleh tiga pakar robotika dari MIT, iRobot awalnya berfokus pada teknologi pertahanan dan luar angkasa sebelum akhirnya meluncurkan Roomba pada tahun 2002.

Meski kini terpuruk, Roomba tetap menguasai pasar yang signifikan, yakni sekitar 42% di Amerika Serikat dan 65% di Jepang. Sebelumnya, rencana akuisisi senilai US$1,4 miliar oleh Amazon juga sempat gagal karena masalah regulasi persaingan usaha di Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Majelis Adat Budaya Tionghoa Buka Suara soal Penyerangan 15 WNA China di Kawasan Tambang Emas

Majelis Adat Budaya Tionghoa Buka Suara soal Penyerangan 15 WNA China di Kawasan Tambang Emas

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 12:30 WIB

Imigrasi Dalami Penyerangan 15 WNA China Bersenjata Tajam hingga Alat Setrum di Tambang Emas Kalbar

Imigrasi Dalami Penyerangan 15 WNA China Bersenjata Tajam hingga Alat Setrum di Tambang Emas Kalbar

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 11:22 WIB

Bersenjata Tajam hingga Alat Setrum, 15 WNA China Serang TNI di Kawasan Tambang Emas Ketapang

Bersenjata Tajam hingga Alat Setrum, 15 WNA China Serang TNI di Kawasan Tambang Emas Ketapang

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 11:06 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB