Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Capai 3% Buntut Penurunan Suku Bunga The Fed

Dicky Prastya

Kamis, 18 Desember 2025 | 18:34 WIB
Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Capai 3% Buntut Penurunan Suku Bunga The Fed
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (18/12/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Menteri Keuangan memprediksi pertumbuhan ekonomi global 2025-2026 berada di kisaran tiga persen.
  • Prediksi ini dipengaruhi oleh kebijakan The Fed yang menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
  • Aktivitas manufaktur global ekspansif, namun harga komoditas energi, nikel, dan CPO terpantau melemah.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi kalau pertumbuhan ekonomi global ada di kisaran 3 persen sepanjang tahun 2025 hingga 2026.

Menkeu Purbaya menyebut kalau itu dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve System atau The Fed) yang menurunkan suku bunga 25 basis poin atau 0,25 persen.

"The Fed kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, sejalan dengan ekspektasi pasar dan pelonggaran kebijakan moneter AS, yang diproyeksi akan menunjukkan pertumbuhan global di kisaran 3 persen sepanjang tahun 2025-2026," kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Harga komoditas global per Desember 2025

Sementara itu di sektor riil, Purbaya mengatakan kalau aktivitas manufaktur global ada di zona ekspansif, di mana sebagian negara berkembang seperti Indonesia menunjukkan kinerja manufaktur yang solid. Berdasarkan data, Purbaya menyebut Purchasing Managers' Index atau PMI manufaktur global ada di poin 50,5 persen.

Namun harga komoditas global masih bergerak fluktuatif. Purbaya menyatakan kalau sektor komoditas energi, nikel, dan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) melemah.

Berdasarkan data per 17 Desember 2025, harga batu bara mencapai 108,6 Dolar AS per ton. Angka ini turun 13,3 persen secara year to day (YtD) dan turun 21,9 persen secara year on year (YoY).

Kemudian minyak brent 59,68 Dolar AS per ton, turun 20 persen YtD dan turun 14,5 persen YoY.

Sedangkan harga CPO 969,79 Dolar AS per ton, turun 11,8 persen secara YoD, tapi naik 9,4 persen secara YoY.

Lalu harga nikel 14.392 Dolar AS per ton, turun 6,1 persen YtD dan turun 10,3 persen secara YoY.

Terakhir harga tembaga sebesar 11.737 Dolar AS per ton. Komoditas ini memiliki kenaikan 33,9 persen YtD dan 6,6 persen.

"Sebaliknya, harga tembaga menguat baik year to day maupun year on year, didorong kekhawatiran gangguan pasokan tarif AS untuk tembaga olahan serta ekspansi pelonggaran kebijakan moneter AS," jelas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Umumkan APBN Defisit Rp 560,3 Triliun per November 2025, 2,35% dari PDB

Purbaya Umumkan APBN Defisit Rp 560,3 Triliun per November 2025, 2,35% dari PDB

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 16:27 WIB

Bank Dunia Ingatkan Menkeu Purbaya: Defisit 2027 Nyaris Sentuh Batas Bahaya 3%

Bank Dunia Ingatkan Menkeu Purbaya: Defisit 2027 Nyaris Sentuh Batas Bahaya 3%

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 12:49 WIB

Zootopia 2 Raup US$1 Miliar sejak 18 Hari Tayang di Seluruh Dunia

Zootopia 2 Raup US$1 Miliar sejak 18 Hari Tayang di Seluruh Dunia

Your Say | Kamis, 18 Desember 2025 | 11:17 WIB

5 Musisi Indonesia Berhasil Tembus Chart Global Spotify, Paling Banyak Tahun ini

5 Musisi Indonesia Berhasil Tembus Chart Global Spotify, Paling Banyak Tahun ini

Entertainment | Kamis, 18 Desember 2025 | 08:07 WIB

Efek Banjir Sumatra, Kemenkeu Permudah Cairkan Dana Transfer ke Daerah Terdampak Bencana

Efek Banjir Sumatra, Kemenkeu Permudah Cairkan Dana Transfer ke Daerah Terdampak Bencana

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 17:30 WIB

Kemenkeu Salurkan Dana Rp 4 Miliar ke Korban Banjir Sumatra

Kemenkeu Salurkan Dana Rp 4 Miliar ke Korban Banjir Sumatra

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 17:12 WIB

Terkini

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:00 WIB

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:17 WIB

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:38 WIB

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB