Laba Melejit 22 Persen, MBMA Makin Perkasa di Bisnis Nikel Terintegrasi

Jum'at, 19 Desember 2025 | 11:24 WIB
Laba Melejit 22 Persen, MBMA Makin Perkasa di Bisnis Nikel Terintegrasi
PT Merdeka Battery Materials Tbk (BEI: MBMA) mencatatkan pendapatan sebesar US$ 935 juta. Angka yang paling mencolok adalah pencapaian EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) yang melonjak 22 persen menjadi US$ 140 juta. Foto MBMA.
Baca 10 detik
  • Hingga kuartal III-2025, MBMA sukses membukukan pendapatan sebesar US$ 935 juta.
  • Peningkatan ini membuktikan ketahanan margin Perseroan meskipun harus menahan hambatan biaya operasional dan menjaga harga komoditas.
  • Salah satu penopang utama kinerja MBMA adalah Tambang SCM. 

Suara.com - PT Merdeka Battery Materials Tbk (BEI: MBMA) baru saja merilis laporan kinerja keuangan dan operasional untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025 (9M 2025). Hasilnya, anak usaha Grup Merdeka ini mencatatkan pertumbuhan berarti memiliki dinamika global.

Hingga kuartal III-2025, MBMA sukses membukukan pendapatan sebesar US$ 935 juta. Angka yang paling mencolok adalah pencapaian EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) yang melonjak 22 persen menjadi US$ 140 juta.

Peningkatan ini membuktikan ketahanan margin Perseroan meskipun harus menahan hambatan biaya operasional dan menjaga harga komoditas.

Salah satu penopang utama kinerja MBMA adalah Tambang SCM. Produksi penambangan nikel di tambang ini mencapai 14,5 juta ton, atau meroket 68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ini didorong oleh kenaikan produksi limonit sebesar 48 persen dan saprolit yang melonjak tajam hingga 135 persen. Hebatnya, MBMA berhasil menjaga efisiensi biaya kas (cash cost) di bawah US$ 25 per wmt untuk saprolit dan US$ 13 per wmt untuk limonit, meski ada tekanan dari kebijakan bahan bakar B40 dan kenaikan royalti.

Diketuai oleh Direktur MBMA, Teddy Oetomo, menegaskan bahwa perusahaan saat ini lebih fokus pada penciptaan nilai daripada sekadar mengejar volume produksi.

"Kinerja 9M 2025 menegaskan fokus MBMA pada penciptaan nilai. Peningkatan margin NPI dan biaya kas mencerminkan manfaat dari model terintegrasi penambangan hingga pengolahan," ujar Teddy dalam keterangan resminya.

Meskipun produksi Nickel Pig Iron (NPI) sempat turun 17 persen karena adanya pemeliharaan rutin, margin NPI justru tetap kuat di angka US$ 1.866 per ton nikel. Hal ini terjadi karena MBMA semakin mandiri dengan menggunakan 80 persen produksi nikel dari tambang sendiri (SCM), naik drastis dari tahun lalu yang hanya 48 persen.

Menatap masa depan, MBMA terus tancap gas dalam proyek hilirisasi nikel untuk bahan baku baterai kendaraan listrik. Beberapa poin penting dalam pengembangan proyek mereka antara lain:

Baca Juga: Anak Usaha MDKA Reklamasi Lahan Seluas 84,96 Hektare di Tujuh Bukit

Pabrik HPAL: PT ESG New Energy Material dan PT Meiming sudah mulai berproduksi. Sementara itu, PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) sedang membangun pabrik HPAL raksasa berkapasitas 90.000 ton per tahun yang ditargetkan mulai beroperasi (commissioning) pada pertengahan tahun 2026.

Proyek AIM: Fasilitas Pabrik Acid Iron Metal (AIM) yang dikelola PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) memasuki tahap akhir komisioning. Pabrik pirit hingga katoda tembaga ini diharapkan beroperasi penuh pada akhir 2025.

HGNM Kembali Beroperasi: Produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) telah dimulai kembali pada Oktober 2025 setelah mendapatkan kontrak dengan nilai ekonomi yang lebih menguntungkan.

Dengan posisi likuiditas yang solid dan jalur pertumbuhan yang jelas dalam transisi energi hijau, MBMA optimis dapat terus memberikan imbal hasil berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI