Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Langkah Keliru Danantara: Akuisisi Hotel di Mekkah Dinilai Berisiko dan Tabrak Mandat Investasi

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 22 Desember 2025 | 13:39 WIB
Langkah Keliru Danantara: Akuisisi Hotel di Mekkah Dinilai Berisiko dan Tabrak Mandat Investasi
Langkah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengakuisisi lahan dan Hotel Novotel Makkah Thakher City di Arab Saudi menuai kritik tajam. Foto Antara
  • Danantara akuisisi hotel di Mekkah dinilai berisiko rugi karena operasional musiman yang mahal. 
  • Danantara abai mandat investasi domestik; kontribusi investasi PDB perlu didorong di dalam negeri.
  • Akuisisi properti di Arab Saudi berpotensi picu masalah tata kelola dan risiko hukum di masa depan.

Suara.com - Langkah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengakuisisi lahan dan Hotel Novotel Makkah Thakher City di Arab Saudi menuai kritik tajam.

Kebijakan ini dinilai sebagai keputusan yang "salah kaprah" karena mengabaikan logika bisnis serta mandat utama lembaga untuk menggerakkan ekonomi domestik.

Direktur NEXT Indonesia Center sekaligus pengamat BUMN, Herry Gunawan, mengungkapkan bahwa investasi di properti Mekkah tersebut memiliki risiko finansial yang besar bagi negara.

Jebakan Musiman dan Kalkulasi Bisnis yang Lemah

Herry menyoroti bahwa bisnis perhotelan di Mekkah sangat bergantung pada musim haji yang hanya berlangsung satu bulan. Sementara 11 bulan sisanya, hotel berisiko sepi namun biaya operasional tetap berjalan.

"Laba saat musim haji bisa minus karena digunakan untuk 'nombok' biaya operasional setahun," jelas Herry. Ia menambahkan, kapasitas hotel tersebut hanya mampu menampung 4.383 jemaah, sangat kecil dibanding total 200 ribu jemaah haji Indonesia. Selain itu, Danantara tidak bisa memaksa penyelenggara umrah menggunakan hotel tersebut karena pasar umrah bersifat kompetitif dan sangat bergantung pada harga serta lokasi.

Mengabaikan Hilirisasi dan PDB Dalam Negeri

Kritik paling fundamental berkaitan dengan mandat Danantara sesuai PP No. 10 Tahun 2025 dan UU BUMN No. 16 Tahun 2025. Lembaga ini seharusnya fokus mengakselerasi investasi di dalam negeri sebagai komponen terbesar kedua dalam Produk Domestik Bruto (PDB).

Herry membandingkan kondisi Indonesia dengan India dan China yang memiliki kontribusi investasi terhadap PDB di atas 30%-40%, sehingga mampu tumbuh 6-8% per tahun. Sedangkan Indonesia masih tertahan di rata-rata 29%.

"Pekerjaan rumah yang seharusnya jadi prioritas Danantara adalah mengakselerasi investasi di dalam negeri—baik melalui BUMN maupun kerja sama swasta—untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, alih-alih beli properti di Arab Saudi," tegasnya.

Persoalan Tata Kelola dan Risiko Hukum

Dari sisi tata kelola, Herry menilai Danantara tidak perlu memiliki properti fisik untuk menstabilkan harga sewa bagi jemaah. Skema sewa jangka panjang (10 tahun) dianggap lebih rasional karena risiko operasional ditanggung oleh pemilik hotel.

Selain itu, status perusahaan yang diakuisisi memicu kerancuan hukum. Jika perusahaan tersebut dianggap BUMN namun kepemilikan sahamnya belum jelas diatur sebagai hak istimewa negara, hal ini akan mempersulit audit oleh BPK.

"Potensi kerugian dalam akuisisi hotel dan lahan itu berpotensi menjadi masalah hukum di kemudian hari, seperti yang sering terjadi pada banyak kasus BUMN selama ini," pungkas Herry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara dan BRI Terjun Langsung ke Lokasi Bencana Kab Aceh Tamiang Salurkan Bantuan

Danantara dan BRI Terjun Langsung ke Lokasi Bencana Kab Aceh Tamiang Salurkan Bantuan

Bisnis | Minggu, 21 Desember 2025 | 16:53 WIB

Menunda Pensiun Bukan Pilihan: 6 Alasan Pentingnya Memulai Sejak Dini

Menunda Pensiun Bukan Pilihan: 6 Alasan Pentingnya Memulai Sejak Dini

Your Say | Minggu, 21 Desember 2025 | 05:30 WIB

Danantara dan BP BUMN Turunkan 1.000 Relawan untuk Bencana Sumatra, Diawali dari Aceh

Danantara dan BP BUMN Turunkan 1.000 Relawan untuk Bencana Sumatra, Diawali dari Aceh

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2025 | 23:00 WIB

Terkini

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB