Suara.com - Laporan Harta Penyelenggara Negara (LHKPN) merupakan instrumen penting dalam menjaga transparansi pejabat publik di Indonesia.
Belakangan ini, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pendalaman terhadap aset-aset miliknya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah seluruh kekayaan yang dimiliki sudah dilaporkan secara jujur atau terdapat aset yang tersembunyi.
Investigasi KPK: Aset Tak Bergerak yang Tak Tercatat
KPK saat ini tengah menelusuri sejumlah aset tidak bergerak milik Ridwan Kamil yang diduga belum masuk dalam daftar LHKPN.
Berdasarkan keterangan resmi dari Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, penyidik telah mendeteksi keberadaan aset di beberapa lokasi strategis.
Investigasi ini bertujuan untuk mencari tahu asal-usul perolehan aset tersebut, terutama yang didapatkan saat RK masih menjabat sebagai orang nomor satu di Jawa Barat.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa aset yang sedang dipantau mencakup tempat usaha berupa kafe yang berlokasi di Bandung hingga ke luar negeri, yakni Seoul, Korea Selatan.
Selain itu, terdapat pula aset properti di Bali yang luput dari laporan resmi. Pendalaman ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB yang melibatkan dana non-bujeter.
Baca Juga: Deretan Perempuan yang Diisukan Jadi Simpanan Ridwan Kamil Sepanjang 2025, Hanya Satu yang Dibantah
Rekam Jejak Kekayaan dalam LHKPN 2023
Jika merujuk pada data resmi yang terakhir dilaporkan pada 29 Februari 2024 (periode tahun 2023), Ridwan Kamil tercatat memiliki total kekayaan bersih mencapai Rp22.757.418.269.
Angka ini merupakan hasil penjumlahan dari berbagai kategori aset setelah dikurangi hutang.
Berikut adalah rincian aset yang dilaporkan secara resmi oleh Ridwan Kamil:
1. Tanah dan Bangunan (Aset Terbesar)
RK memiliki 21 bidang tanah dan bangunan dengan nilai total Rp17,8 miliar. Mayoritas aset ini berada di wilayah Bandung dan Bandung Barat.
Selain di Jawa Barat, ia melaporkan kepemilikan tanah di Gianyar, Bali, dan satu unit bangunan di Jakarta Selatan. Menariknya, 12 unit dari total aset properti tersebut diklaim sebagai hasil usaha sendiri.
2. Koleksi Kendaraan
Dari sektor transportasi, total nilai asetnya mencapai Rp771,9 juta. Koleksi kendaraannya cukup beragam, yaitu :
- Mobil Hyundai Santa Fe (2017) estimasi nilai Rp319.000.000
- Mobil Listrik Wuling (2022) estimasi nilai Rp282.000.000
- Motor Royal Enfield Classic 500 estimasi nilai Rp78.000.000
- Koleksi Motor Lainnya (Vespa, Kawasaki, Honda) estimasi nilai ± Rp92.000.000
3. Aset Lainnya dan Hutang
Selain fisik, RK juga melaporkan surat berharga senilai Rp880 juta, kas/setara kas sebesar Rp5,9 miliar, serta harta bergerak lainnya. Namun, ia juga tercatat memiliki tanggungan hutang sebesar Rp3,3 miliar.
![Atalia Praratya [Instagram/ataliapr]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/28/17944-atalia-praratya-instagramataliapr.jpg)
Kekayaan Atalia Praratya
Sejak meniti karier sebagai anggota dewan, profil finansial Atalia Praratya mulai terbuka kepada publik melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2024.
Berdasarkan data terbaru, istri dari Ridwan Kamil yang kini tengah proses cerai ini tercatat memiliki total kekayaan bersih mencapai Rp26,5 miliar.
Secara garis besar, komposisi harta Atalia memiliki banyak kemiripan dengan aset yang dilaporkan oleh suaminya.
Mayoritas kekayaannya tertanam dalam bentuk properti, di antaranya lahan di Bandung senilai Rp6,85 miliar serta bangunan seluas 373 $m^2$/382 $m^2$ yang ditaksir seharga Rp2,73 miliar.
Meski hampir serupa, terdapat perbedaan mencolok pada koleksi kendaraan di garasi mereka. Dalam laporan terbarunya, Atalia mencantumkan kepemilikan satu unit mobil listrik Hyundai Ioniq 2023 dengan nilai pasar sekitar Rp1,11 miliar.
Penambahan kendaraan ramah lingkungan ini menjadi pembeda utama dalam daftar alat transportasi dan mesin dibandingkan laporan kekayaan Ridwan Kamil.
Kontributor : Rizqi Amalia