RI Raih Nilai Jelek dari Fitch, Airlangga: Ekonomi Dunia Tertekan Perang

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:43 WIB
RI Raih Nilai Jelek dari Fitch, Airlangga: Ekonomi Dunia Tertekan Perang
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangg Hartarto. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Baca 10 detik
  • Menteri Koordinator Perekonomian menanggapi Fitch Ratings memangkas outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.
  • Kondisi tersebut dikaitkan dengan ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik yang sedang berlangsung di dunia.
  • Pemerintah akan mengevaluasi peringatan Fitch guna memperkuat fundamental ekonomi, khususnya penerimaan negara melalui Core Tax.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menanggapi keputusan lembaga pemeringkat Fitch Ratings yang memangkas outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Ia menilai, kondisi tersebut tidak lepas dari situasi ekonomi global yang sedang diliputi ketidakpastian akibat konflik geopolitik.

Airlangga mengatakan, tekanan terhadap perekonomian global saat ini tidak hanya dipicu oleh penilaian lembaga pemeringkat, tetapi juga oleh eskalasi konflik yang terjadi di berbagai kawasan dunia.

"Pertama, ekonomi dunia semuanya terpengaruh, bukan hanya oleh Fitch, tetapi oleh perang," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (5/3/2026).

Ilustrasi (Shutterstock)
Ilustrasi (Shutterstock)

Menurut dia, perkembangan konflik global, termasuk yang terjadi di kawasan Timur Tengah, membuat prospek ekonomi dunia saat ini diperkirakan akan mengalami berbagai perubahan.

"Jadi memang dunia ini outlook-nya lagi diperkirakan akan banyak perubahan dengan perkembangan di Timur Tengah," ujarnya.

Meski demikian, Airlangga menyebut posisi kredit Indonesia masih berada pada level layak investasi atau investment grade, sehingga kondisi tersebut dinilai masih relatif terjaga.

"Tetapi yang penting kan Indonesia tetap investment grade," ucapnya.

Ia menambahkan, sejumlah catatan atau peringatan yang disampaikan oleh Fitch akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam memperkuat fundamental ekonomi nasional.

Baca Juga: APBN Jadi 'Bemper', Menko Airlangga: MBG Itu Investasi 1 Dolar Menghasilkan 7 Dolar

"Nah, ke depan tentu apa yang menjadi warning Fitch, itu kita pelajari. Itu untuk mengingatkan Indonesia apa yang harus kita pelajari ke depan," kata Airlangga.

Salah satu aspek yang dinilai perlu diperkuat adalah sisi penerimaan negara, terutama melalui peningkatan rasio pajak.

Airlangga mengatakan pemerintah saat ini telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat penerimaan negara, termasuk melalui implementasi sistem administrasi perpajakan baru atau Core Tax.

"Dan tentu beberapa hal yang kita lihat perlu kita perkuat adalah di segi penerimaan," jelasnya.

Menurut dia, sistem Core Tax yang dikembangkan Kementerian Keuangan diharapkan dapat meningkatkan rasio pajak Indonesia dalam jangka menengah.

"Dan oleh karena itu salah satunya adalah dengan Core Tax yang kemarin sudah didorong di Kementerian Keuangan," kata Airlangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI