Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kejar Tayang: Pemerintah Pastikan 17 Juta KPM Terima BLT Kesra Rp900 Ribu Via Kantor Pos

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 30 Desember 2025 | 14:35 WIB
Kejar Tayang: Pemerintah Pastikan 17 Juta KPM Terima BLT Kesra Rp900 Ribu Via Kantor Pos
Kementerian Sosial (Kemensos) RI tancap gas memastikan dana bantuan sosial mendarat tepat waktu hingga akhir tahun ini. Foto ist.
  • BLT Kesra rapel Rp900 ribu untuk 17 juta KPM cair via Kantor Pos; target tuntas 31 Desember.
  • Bantuan sasar Desil 1-4, lansia, dan disabilitas; pengecekan mandiri via portal cekbansos.
  • Pencairan tunai wajib bawa e-KTP & KK asli; pemerintah jamin tanpa potongan biaya apa pun.

Suara.com - Menjelang pergantian tahun, Kementerian Sosial (Kemensos) RI tancap gas memastikan dana bantuan sosial mendarat tepat waktu. Fokus utama tertuju pada 17 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dijadwalkan menerima bantuan tunai melalui PT Pos Indonesia untuk menjangkau mereka yang berada di pelosok atau tidak memiliki akses perbankan.

Khusus pada pencairan tahap akhir Desember ini, KPM yang memenuhi kriteria akan menerima dana rapel sebesar Rp900.000. Angka ini menjadi suntikan penting bagi ketahanan ekonomi rumah tangga di pengujung tahun 2025.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa BLT Kesra 2025 tidak diberikan secara acak. Pemerintah memprioritaskan kelompok yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Desil 1 & 2: Kelompok sangat miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok harian.

Desil 3 & 4: Kelompok hampir miskin yang rentan jatuh miskin jika terjadi krisis ekonomi.

Kategori Khusus: Meliputi lansia non-potensial, penyandang disabilitas, korban PHK, hingga keluarga dengan anggota menderita penyakit kronis.

Guna meminimalisir pungutan liar dan ketidaktepatan sasaran, Gus Ipul mendorong masyarakat menggunakan kanal digital untuk mengecek status kepesertaan.

"Kami bekerja sama dengan Komdigi menyiapkan sistem digital agar proses verifikasi lapangan lebih cepat. Masyarakat bisa cek mandiri lewat portal cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos agar tidak ada lagi kesimpangsiuran informasi," jelas Gus Ipul.

Pemerintah juga mewajibkan penerima membawa e-KTP dan KK asli saat pencairan di Kantor Pos, serta menjamin bahwa dana diterima utuh tanpa potongan sepeser pun.

Pemerintah memberikan peringatan keras bahwa batas akhir pengambilan bantuan adalah 31 Desember 2025. Jika hingga tanggal tersebut dana tidak segera dicairkan oleh KPM, maka secara otomatis dana akan ditarik kembali dan dikembalikan ke Kas Negara.

Masyarakat juga diimbau untuk aktif melaporkan pembaruan data NIK atau perubahan kondisi ekonomi kepada aparat desa setempat guna menjaga akurasi DTKS untuk bantuan di periode mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Batas Pencairan BLT Kesra 31 Desember 2025, Penerima Diimbau Segera Ambil Dana

Batas Pencairan BLT Kesra 31 Desember 2025, Penerima Diimbau Segera Ambil Dana

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 11:41 WIB

Pemerintah Kucurkan Bantuan Bencana Sumatra: Korban Banjir Terima Rp8 Juta hingga Hunian Sementara

Pemerintah Kucurkan Bantuan Bencana Sumatra: Korban Banjir Terima Rp8 Juta hingga Hunian Sementara

Bisnis | Sabtu, 27 Desember 2025 | 13:33 WIB

Genjot Daya Beli Akhir Tahun, Pemerintah Percepat Penyaluran BLT Kesra untuk 29,9 Juta Keluarga

Genjot Daya Beli Akhir Tahun, Pemerintah Percepat Penyaluran BLT Kesra untuk 29,9 Juta Keluarga

Bisnis | Jum'at, 26 Desember 2025 | 18:41 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB