Harga Perak Cetak Rekor 2025, Bagaimana 2026?

M Nurhadi

Rabu, 31 Desember 2025 | 10:06 WIB
Harga Perak Cetak Rekor 2025, Bagaimana 2026?
Ilustrasi perak

Suara.com - Harga perak (silver) mencatat kenaikan luar biasa sepanjang tahun 2025, menembus level-level historis di pasar global dan domestik.

Logam putih ini menjadi salah satu komoditas paling berperforma kuat, bahkan melampaui emas dalam imbal hasil tahunan, didorong oleh kombinasi permintaan industri yang kuat, sentimen aset aman, dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global.

Data komoditas menunjukkan bahwa harga perak internasional naik lebih dari 140% sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya salah satu reli terbesar sejak 1979.

Spot silver diperdagangkan di atas $70 per ons pada Desember 2025, bahkan sempat menyentuh rekor intraday hingga sekitar $78–$81 per ons di beberapa sesi akhir tahun.

Sementara itu, di pasar domestik Indonesia, harga perak batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menembus angka Rp 44.265 per gram hari ini, meningkat di atas 150% sepanjang tahun sesuai data resmi perusahaan. 

Detail Tren Harga Sepanjang 2025

Awal Tahun

Harga perak memulai 2025 dari level yang relatif moderat, namun terus menguat secara bertahap sepanjang paruh pertama tahun.

Peningkatan permintaan industri, khususnya dari sektor energi terbarukan dan teknologi, membantu harga melewati level-level psikologis penting lebih awal. 

baca juga

Pertengahan Tahun

Pada Juli 2025, perak mencapai titik puncak sementara sekitar $39,30 per ons (menurut data pasar), kemudian mengalami koreksi ringan pada Agustus sebelum mempertahankan tren bullish sampai akhir kuartal ketiga.

Kondisi ini mencerminkan ketahanan permintaan dalam sektor industri dan ketidakpastian di pasar keuangan global. Catatan: harga historis dikonfirmasi oleh data rujukan perdagangan LBMA dan COMEX. 

Puncak Kenaikan (Oktober–Desember)

Memasuki Oktober hingga Desember, harga perak semakin berlari cepat. Spot perak mencetak rekor baru di atas $51 per ons dan kemudian bertahan di atas $65–$70 per ons di tengah optimisme pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga The Fed serta sentimen geopolitik yang memicu permintaan aset lindung nilai. 

Pada pertengahan Desember, bull run berlanjut dengan silver mencapai lebih dari $75 per ons, mendorong momentum pasar sampai mendekati $80 per ons, hingga akhirnya terkoreksi tipis menjelang akhir tahun.

Faktor Pendorong Kenaikan

Permintaan Industri

Permintaan perak mengalami ekspansi signifikan, terutama dari sektor transisi energi seperti panel surya, infrastruktur data center, elektronik, dan kendaraan listrik. Permintaan industri ini menjadi katalis struktural, sejalan dengan tren global menuju energi bersih dan digitalisasi. Trading Economics

Sentimen Aset Aman dan Ketidakpastian Ekonomi

Kekhawatiran investor terhadap volatilitas pasar saham dan risiko geopolitik membuat perak juga berperan sebagai safe haven, mendukung pergerakan harga naik meskipun logam ini memiliki komponen industri besar. Axios

Ekspektasi Suku Bunga dan Kebijakan Moneter

Ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve selama 2026 memberikan daya tarik tambahan pada logam mulia, termasuk perak.

Ketika suku bunga riil turun, aset non-yield seperti perak cenderung lebih menarik dibandingkan instrumen pendapatan tetap. 

Saat ini, berdasarkan laporan Reuters, pasokan perak global mengalami defisit struktural, di mana permintaan terus melebihi produksi, mempersempit ketersediaan di pasar fisik dan futures. Hal ini memperkuat sisi fundamental kenaikan harga.

Para analis pasar komoditas melihat bahwa fundamental dukungan bagi perak tetap kuat, terutama permintaan industri yang terus bertambah.

Menurut proyeksi terakhir, harga perak masih berpotensi melanjutkan tren kenaikan ke awal 2026, terutama jika ekspektasi pelonggaran moneter global berjalan sesuai prediksi dan permintaan teknologi terus meningkat.

Menurut Trading Economics, beberapa model bahkan memperkirakan harga perak bisa mencapai $85–$90 per ons dalam 12 bulan ke depan, meskipun volatilitas harga tetap menjadi risiko utama. 

Namun, para ekonom juga mengingatkan risiko pembalikan harga atau koreksi tajam dalam jangka pendek, terutama karena pasar perak relatif kecil dan sensitif terhadap perubahan sentimen investor.

Setiap dinamika harga komoditas tetap bergantung pada kondisi ekonomi makro, kebijakan moneter, dan keseimbangan antara permintaan dan pasokan. Namun, tahun 2025 akan tercatat sebagai tahun yang luar biasa bagi perak.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Stagnan Jelang Tahun Baru, Harganya Masih Rp 2.501.000 per Gram

Emas Antam Stagnan Jelang Tahun Baru, Harganya Masih Rp 2.501.000 per Gram

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 09:57 WIB

Harga Emas Antam Catat Rekor Penurunan Terburuk Pada Akhir Tahun 2025

Harga Emas Antam Catat Rekor Penurunan Terburuk Pada Akhir Tahun 2025

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 09:44 WIB

Catatan Akhir Tahun: Emas Jadi Primadona 2025

Catatan Akhir Tahun: Emas Jadi Primadona 2025

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 18:25 WIB

Terkini

4 Sabun Muka Bubuk untuk Angkat Kotoran dan Minyak di Wajah, Praktis

4 Sabun Muka Bubuk untuk Angkat Kotoran dan Minyak di Wajah, Praktis

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Oversupply Nikel Makin Parah, Pemerintah Siapkan Moratorium Industri Setengah Jadi

Oversupply Nikel Makin Parah, Pemerintah Siapkan Moratorium Industri Setengah Jadi

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Bamsoet Tegaskan Hasil Pilpres 2024 Tetap Sah Usai Putusan MK soal Gibran

Bamsoet Tegaskan Hasil Pilpres 2024 Tetap Sah Usai Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:07 WIB

Arti Mimpi Digigit Ular di Tangan Kanan Menurut Primbon, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Digigit Ular di Tangan Kanan Menurut Primbon, Pertanda Apa?

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:03 WIB

MK Tak Temukan Bukti Pendidikan yang Memadai, Mengapa KPU Bisa Meloloskan Gibran?

MK Tak Temukan Bukti Pendidikan yang Memadai, Mengapa KPU Bisa Meloloskan Gibran?

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Dari Gang Sempit di Duren Sawit, Warga Malaka Jaya Bangun Sistem Lingkungan Mandiri

Dari Gang Sempit di Duren Sawit, Warga Malaka Jaya Bangun Sistem Lingkungan Mandiri

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Kabar Baik Buat Peternak, Ada Wacana Pemberian Subsidi Pakan Ternak

Kabar Baik Buat Peternak, Ada Wacana Pemberian Subsidi Pakan Ternak

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:00 WIB

BBM Pertalite Sempat Langka di Bali, Gimana Nasibnya Sekarang?

BBM Pertalite Sempat Langka di Bali, Gimana Nasibnya Sekarang?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Jerat "Child Grooming" Makin Berbahaya, Orang Tua Harus Menyelamatkan Anak

Jerat "Child Grooming" Makin Berbahaya, Orang Tua Harus Menyelamatkan Anak

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:50 WIB

BRI Bagikan Cashback Rp4,5 Juta Pembelian iPhone 18 Pro di Lazada, Ini Triknya

BRI Bagikan Cashback Rp4,5 Juta Pembelian iPhone 18 Pro di Lazada, Ini Triknya

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:49 WIB

×