Suara.com - Mengetahui apa itu ROA bisa memberikan Anda pengetahuan lebih lanjut tentang bisnis atau cara Anda menilai keuangan suatu perusahaan.
Ya, saat menilai kinerja keuangan suatu perusahaan, ukuran standar seperti pendapatan dan laba bersih tidak selalu menceritakan keseluruhan kondisi perusahaan tersebut.
Terkadang Anda perlu menggali metrik yang lebih canggih seperti pengembalian aset (ROA) untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana kinerja perusahaan tersebut.
ROA adalah rasio yang mengukur profitabilitas perusahaan relatif terhadap total asetnya.
Rasio ini menunjukkan seberapa baik (atau buruk) perusahaan menggunakan semua yang dimilikinya untuk menghasilkan uang.
Pengertian ROA (Return on Assets)
Return on assets (ROA) adalah rasio profitabilitas yang mengukur seberapa efisien suatu perusahaan menghasilkan laba dari total asetnya, yang dihitung dengan membagi laba bersih dengan total aset.
ROA yang lebih tinggi menunjukkan bahwa perusahaan lebih efektif dalam mengubah investasi asetnya menjadi pendapatan.
Misalnya, rasio ROA 15% berarti perusahaan menghasilkan laba 15 sen untuk setiap dolar aset yang dimilikinya.
![Ilustrasi [ Freepik ]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/06/22/76770-ilustrasi-pengusaha-ilustrasi-bisnis-online.jpg)
Bagaimana Rumus ROA?
Rumus pengembalian atas aset (return on assets) membagi laba bersih dengan total aset, dan hasilnya dinyatakan dalam persentase:
ROA = (Laba Bersih / Rata-rata Total Aset) x 100
Keterangan:
- Laba Bersih sama dengan pendapatan bersih untuk periode tersebut (biasanya tahunan).
- Rata-rata Total Aset = (Total Aset Awal + Total Aset Akhir) / 2
Untuk analisis periode tunggal, Anda dapat menggunakan aset akhir:
- ROA = Laba Bersih / Total Aset Akhir
Penggunaan aset rata-rata memberikan ukuran yang lebih akurat ketika tingkat aset berubah secara signifikan selama periode tersebut.