Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Melesat di Awal Perdagangan 2026, Tembus Level 8.676

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 02 Januari 2026 | 09:15 WIB
IHSG Melesat di Awal Perdagangan 2026, Tembus Level 8.676
IHSG terus menguat pada Desember 2025 dan diprediksi akan mencapai level psikologis baru 9000 di 2026. [Antarra]
  • IHSG melonjak saat pembukaan perdagangan 2 Januari 2026, mencapai level 8.676 hingga 8.680 pagi itu.
  • Pada waktu tersebut, tercatat 2,58 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi total Rp 1,42 triliun.
  • Proyeksi analis menunjukkan IHSG akan menguat terbatas dengan support di 8.560 dan resistance di 8.720.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak di pembukaan perdagangan tahun 2026, pada Jumat, 2 Januari 2026. IHSG menguat ke level 8.676

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG terus melesat naik 0,39 persen di level 8.680.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,58 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,42 triliun, serta frekuensi sebanyak 205.900 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 349 saham bergerak naik, sedangkan 202 saham mengalami penurunan, dan 407 saham tidak mengalami pergerakan.

Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]
Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ARKO, NELY, TRUE, NETV, POLU, RIGS, MEJA, UDNG, GRPM, LUCY, AMMS.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, MRAT, PUDP, YULE, SOUL, BACA, INPP, CINT, NTBK, SILO, BESS, LRNA.

Proyeksi IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menguat terbatas pada perdagangan Kamis (2/1/2026). Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, menilai sentimen pasar di awal tahun masih cenderung terbatas.

Pada perdagangan Selasa (30/12/2025), IHSG ditutup menguat tipis 2 poin atau 0,03 persen ke level 8.646. Kinerja positif indeks ditopang oleh sektor consumer cyclicals yang mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 3,03 persen.

Sementara itu, tekanan jual terjadi pada sektor healthcare yang menjadi sektor dengan kinerja terlemah setelah terkoreksi 1,53 persen.

Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pergerakan IHSG di akhir tahun 2025 memberikan sinyal akhir yang manis, sekaligus menjadi momen yang dinanti oleh pelaku pasar untuk membuka tahun 2026 dengan harapan baru.

Berdasarkan analisa teknikal, IHSG dinilai masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan meski terbatas. Support IHSG berada di kisaran 8.560, sedangkan resistance diperkirakan di level 8.720.

Dengan ruang penguatan yang terbatas, investor disarankan tetap selektif dalam menentukan strategi perdagangan dan mencermati saham-saham pilihan.

Adapun, saham yang masuk dalam stock watch Pilarmas antara lain PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar 70 Saham Force Delisting Awal 2026, Ada Emiten Sejuta Umat dan BUMN

Daftar 70 Saham Force Delisting Awal 2026, Ada Emiten Sejuta Umat dan BUMN

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 18:47 WIB

Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025

Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 12:24 WIB

Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total

Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 18:33 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB