Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

6 Perusahaan Aset Kakap Masuk Antrean IPO, BEI Ungkap Prospek Sahamnya

M Nurhadi

Jum'at, 02 Januari 2026 | 14:50 WIB
6 Perusahaan Aset Kakap Masuk Antrean IPO, BEI Ungkap Prospek Sahamnya
Saham IPO IHSG [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pasar modal Indonesia diprediksi mengalami lonjakan aktivitas pada Kuartal I 2026, dengan enam perusahaan aset besar antre IPO.
  • Dua kandidat utama IPO Lighthouse berasal dari sektor infrastruktur dan pertambangan, yakni ANEM dan TISA.
  • ANEM fokus nikel HPAL, TISA di logistik batu bara Sumatra, serta PRA bergerak di transportasi gas bumi pipa.

Suara.com - Pasar modal Indonesia diprediksi akan mengalami lonjakan aktivitas yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2026.

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir tahun 2025, terdapat enam perusahaan dengan kategori aset besar—masing-masing bernilai di atas Rp500 miliar—yang telah masuk dalam daftar antrean (pipeline) pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Di antara daftar tersebut, terdapat dua perusahaan yang masuk dalam kategori IPO Lighthouse atau emiten mercusuar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, memberikan bocoran bahwa kedua calon emiten besar ini berasal dari sektor infrastruktur dan pertambangan (mining).

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tiga kandidat kuat yang dirumorkan akan menjadi primadona lantai bursa pada awal tahun 2026:

1. PT Anugrah Neo Energy Materials (ANEM)

Dari sektor pertambangan, nama PT Anugrah Neo Energy Materials (ANEM) menjadi perbincangan hangat.

Perusahaan ini berfokus pada pengolahan nikel menggunakan teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL), yang sangat krusial bagi ekosistem baterai kendaraan listrik.

ANEM memiliki keunggulan strategis berupa pengelolaan konsesi lahan seluas lebih dari 10.000 hektare di wilayah Parigi Moutong dan Morowali. Area ini juga telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

baca juga

Sepanjang tahun 2024, ANEM mencatatkan performa impresif dengan penjualan bijih nikel mencapai 2,2 juta WMT.

IPO ini dikabarkan membidik perolehan dana segar melampaui US$300 juta, terutama setelah masuknya raksasa teknologi Gotion High-Tech sebagai mitra strategis.

2. PT Titan Infra Sejahtera (TISA)

Sektor infrastruktur logistik kemungkinan besar akan diwakili oleh PT Titan Infra Sejahtera (TIS).

Menariknya, kabar mengenai melantainya perusahaan ini sempat disinggung oleh putra Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, yang membocorkan bahwa perusahaan tersebut akan menggunakan kode emiten TISA.

TISA memiliki rekam jejak kuat dalam pengoperasian infrastruktur batu bara terintegrasi di Sumatra Selatan.

Kekuatan utamanya terletak pada jalan angkut (hauling road) sepanjang 118 kilometer serta fasilitas pelabuhan di Sungai Musi yang kapasitasnya ditargetkan melonjak hingga 45 juta ton per tahun.

Dengan proyeksi volume angkutan mencapai 27 juta ton pada 2025 dan kemitraan strategis bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), TISA menjadi salah satu calon emiten yang paling dinanti oleh investor institusi.

3. PT Panji Raya Alamindo (PRA)

Calon kontestan kuat lainnya adalah PT Panji Raya Alamindo (PRA), yang merupakan anak usaha dari emiten energi milik konglomerat Happy Hapsoro, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

Bergerak di bidang transportasi dan perdagangan gas bumi melalui pipa, PRA memegang peran vital dalam rantai pasok energi nasional.

Beroperasi sejak 2007, PRA mengelola jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang 224,20 kilometer yang menghubungkan hulu ke berbagai sektor industri dan pembangkit listrik milik PLN di Jawa dan Sumatra.

Selain infrastruktur pipa, perusahaan juga mengoperasikan stasiun gas bumi terkompresi (CNG) di Cikarang dan Grobogan.

Ekspansi terbarunya di tahun 2025 mencakup pengembangan gas alam terbarukan (renewable natural gas) serta kontrak jangka panjang dengan perusahaan besar seperti PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Saham Bagi Uang Tunai Januari 2026, Dari BUMN Hingga Emiten Prajogo Pangestu

Daftar Saham Bagi Uang Tunai Januari 2026, Dari BUMN Hingga Emiten Prajogo Pangestu

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 13:37 WIB

Bos BEI Incar Pasar Modal RI Masuk 10 Besar Bursa Dunia

Bos BEI Incar Pasar Modal RI Masuk 10 Besar Bursa Dunia

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 13:13 WIB

Siap-siap! Menkeu Purbaya Kasih Sinyal IHSG Melesat ke 10.000

Siap-siap! Menkeu Purbaya Kasih Sinyal IHSG Melesat ke 10.000

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 11:30 WIB

Terkini

Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?

Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:15 WIB

Usai IPO, Saham JELI Langsung ARA

Usai IPO, Saham JELI Langsung ARA

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:07 WIB

BI Tak Agresif Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T

BI Tak Agresif Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:02 WIB

Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit

Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:42 WIB

Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025

Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:41 WIB

Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%

Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:08 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:33 WIB

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:20 WIB

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:15 WIB

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:13 WIB

×