Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Emiten Tambang Ini Mendadak Diborong Awal 2026, Apa Alasannya

M Nurhadi

Jum'at, 02 Januari 2026 | 15:01 WIB
Emiten Tambang Ini Mendadak Diborong Awal 2026, Apa Alasannya
Ilustrasi /freepik
baca 10 detik
  • CGS International Sekuritas mengakumulasi 136,7 juta lembar saham PT Hillcon Tbk (HILL) pada 29 Desember 2025.
  • Pembelian dilakukan melalui skema *repurchase agreement* pada harga premium Rp256 per lembar saham.
  • Pasca transaksi, kepemilikan CGS Sekuritas naik menjadi 20,19%, berbeda dengan Hillcon Equity Management yang menjual saham.

Suara.com - Aksi korporasi signifikan kembali mewarnai pergerakan saham PT Hillcon Tbk (HILL) di penghujung tahun 2025.

CGS International Sekuritas Indonesia dilaporkan telah meningkatkan tumpukan portofolionya pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa pertambangan dan konstruksi tersebut.

Dalam laporan keterbukaan informasi teranyar, CGS Sekuritas terpantau menyerap sebanyak 136,7 juta lembar saham HILL.

Transaksi akumulasi ini secara resmi dieksekusi pada tanggal 29 Desember 2025 dengan tujuan memperkuat posisi kepemilikan perusahaan di bursa.

Hal yang cukup menarik perhatian pelaku pasar adalah harga pelaksanaan dalam transaksi ini. Pembelian dilakukan pada harga Rp256 per lembar.

Jika dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan saham HILL pada hari yang sama (29 Desember 2025) yang berada di level Rp149, maka harga beli tersebut memiliki premium yang cukup tinggi, yakni sekitar 71,81% atau lebih mahal 107 poin dari harga pasar reguler.

Berdasarkan struktur harga tersebut, CGS International Sekuritas merogoh kocek hingga Rp34,99 miliar.

Transaksi ini dilakukan menggunakan skema repurchase agreement (Repo), sebuah kesepakatan kontrak di mana penjual setuju untuk membeli kembali aset tersebut pada waktu dan harga yang telah ditentukan di masa depan.

Pasca rampungnya transaksi ini, cengkeraman CGS Sekuritas atas saham Hillcon kini semakin kuat. Berikut adalah perubahan profil kepemilikannya:

baca juga

Sebelum Transaksi: Menguasai 2,83 miliar lembar saham atau setara dengan porsi 19,26%.
Setelah Transaksi: Kepemilikan melonjak menjadi 2,97 miliar lembar saham, yang mewakili 20,19% dari total saham beredar.

Kenaikan porsi sebesar 0,93% ini menunjukkan kepercayaan diri sekuritas tersebut terhadap prospek jangka panjang Hillcon di tengah dinamika sektor pertambangan Indonesia tahun 2026.

Di sisi lain, pemegang saham utama lainnya yakni Hillcon Equity Management, justru terpantau melakukan aksi jual secara bertahap.

Tertanggal 10 Desember 2025, perusahaan tersebut tercatat melepas sebanyak 15 juta lembar saham HILL dengan harga pelaksanaan Rp160 per helai. Dari aksi divestasi minor tersebut, Hillcon Equity Management berhasil mengantongi dana tunai segar senilai Rp2,4 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Perusahaan Aset Kakap Masuk Antrean IPO, BEI Ungkap Prospek Sahamnya

6 Perusahaan Aset Kakap Masuk Antrean IPO, BEI Ungkap Prospek Sahamnya

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 14:50 WIB

Daftar Saham Bagi Uang Tunai Januari 2026, Dari BUMN Hingga Emiten Prajogo Pangestu

Daftar Saham Bagi Uang Tunai Januari 2026, Dari BUMN Hingga Emiten Prajogo Pangestu

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 13:37 WIB

Bos BEI Incar Pasar Modal RI Masuk 10 Besar Bursa Dunia

Bos BEI Incar Pasar Modal RI Masuk 10 Besar Bursa Dunia

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 13:13 WIB

Terkini

Purbaya Kasih Bukti Ekonomi RI Tetap Kuat di Pertengahan Tahun 2026

Purbaya Kasih Bukti Ekonomi RI Tetap Kuat di Pertengahan Tahun 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:59 WIB

Kementerian ESDM Terus Tunda Pengesahan RKAB Batubara, Pemadaman Listrik Masih Mengintai

Kementerian ESDM Terus Tunda Pengesahan RKAB Batubara, Pemadaman Listrik Masih Mengintai

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Pajak, Pegawai DJP Diminta Kerja Lebih Keras

Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Pajak, Pegawai DJP Diminta Kerja Lebih Keras

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:26 WIB

Nasib Baru Fintech RI di Era Universal Banking

Nasib Baru Fintech RI di Era Universal Banking

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:13 WIB

BEI Evaluasi Papan Pemantauan Khusus, 3 Kriteria Saham Akan Dihapus

BEI Evaluasi Papan Pemantauan Khusus, 3 Kriteria Saham Akan Dihapus

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:10 WIB

BRI Kartu Kredit Tawarkan Promo Spesial MyBluebird, Mobilitas Jadi Lebih Hemat

BRI Kartu Kredit Tawarkan Promo Spesial MyBluebird, Mobilitas Jadi Lebih Hemat

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 17:42 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.980 per Dolar AS, Ditopang Lonjakan Cadangan Devisa

Rupiah Menguat ke Rp17.980 per Dolar AS, Ditopang Lonjakan Cadangan Devisa

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:32 WIB

Telkom University Gandeng NUS, Telkom Dorong Talenta Digital Indonesia Berdaya Saing Global

Telkom University Gandeng NUS, Telkom Dorong Talenta Digital Indonesia Berdaya Saing Global

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:50 WIB

RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:50 WIB

Purbaya Girang Pendapatan Negara di Semester I 2026 Lebih Tinggi dari Era Sri Mulyani

Purbaya Girang Pendapatan Negara di Semester I 2026 Lebih Tinggi dari Era Sri Mulyani

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:47 WIB

×