Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.525,690
LQ45 644,593
Srikehati 313,693
JII 391,666
USD/IDR 17.685

Purbaya Kasih Bukti Ekonomi RI Tetap Kuat di Pertengahan Tahun 2026

Dicky Prastya

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:59 WIB
Purbaya Kasih Bukti Ekonomi RI Tetap Kuat di Pertengahan Tahun 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kinerja positif penerimaan pajak Indonesia pada semester pertama tahun 2026 dalam rapat DPR.
  • Penerimaan negara meningkat signifikan pada berbagai kategori pajak seperti PPh dan PPN yang mencerminkan ketahanan ekonomi domestik masyarakat.
  • Sektor perdagangan menjadi pendorong utama pertumbuhan pajak nasional diikuti oleh industri pengolahan, pertambangan, serta sektor ekonomi penting lainnya.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan sejumlah penerimaan negara dari pajak untuk membuktikan kondisi ekonomi Indonesia masih kuat di semester pertama 2026.

Diketahui realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp 1.459 triliun di semester pertama 2026. Angka ini setara 46,3 persen dari outlook APBN dan tumbuh 21,4 persen secara tahunan (yoy).

Dalam paparannya, Menkeu Purbaya memperlihatkan data penerimaan negara dari kategori Pajak Penghasilan (PPh) Badan, Deposit PPh Badan, PPh Orang Pribadi, PPh 21, Deposit PPh 21, PPh Final, PPh 22, PPh 26, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hingga Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

"Dari sisi jenis pajak, hampir seluruh kelompok penerimaan menunjukkan kinerja positif," katanya dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang disiarkan virtual, Selasa (7/7/2026).

Untuk kategori PPh Badan dan Deposit PPh Badan, penerimaan negara mencapai Rp 196,1 triliun atau meningkat 28,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Sedangkan kategori PPh Orang Pribadi, PPh 21, dan Deposit PPh 21 mendapatkan realisasi Rp 146,0 triliun atau naik 13,6 persen yoy. Ia menerangkan kalau kategori ini tumbuh kuat sejalan dengan meningkatnya profitabilitas dunia usaha dan penghasilan masyarakat.

Kemudian kategori PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 mencatatkan realisasi Rp 159,9 triliun atau meningkat 1,4 persen yoy. Sementara kategori PPN dan PPnBM mengantongi Rp 380,0 triliun atau meningkat 42,2 persen yoy.

Purbaya mengatakan peningkatan itu mencerminkan konsumsi domestik yang tetap resilien. Adapun kategori terakhir Lainnya mencatatkan realisasi Rp 153,8 triliun atau meningkat 22,7 persen yoy.

"Jadi ini menunjukkan memang betul-betul ada perbaikan di perekonomian. Ke depan, Pemerintah akan terus memperkuat pengawasan kepatuhan berbasis risiko, optimalisasi pemanfaatan data, serta penyempurnaan administrasi perpajakan untuk menjaga momentum penerimaan pajak hingga akhir tahun," paparnya.

baca juga

Rincian pajak dari lintas sektor

Purbaya juga menerangkan sumber pendapatan negara yang dikumpulkan dari pajak lintas sektor mulai dari perdagangan, industri pengolahan, pertambangan, pengangkutan dan pergudangan, konstruksi dan real estat, hingga jasa perusahaan.

Sektor perdagangan menjadi pendorong utama penerimaan pajak dengan kontribusi 25,6 persen serta mengalami pertumbuhan 45,9 persen yoy. Purbaya menerangkan ini dipengaruhi subsektor perdagangan besar BBM sejalan dengan kenaikan harga minyak bumi, serta meningkatnya tren belanja online di perdagangan daring.

Di bawahnya ada industri pengolahan dengan kontribusi 22,8 persen dan mengalami pertumbuhan 19,9 persen yoy. Ini ditopang oleh subsektor industri minyak kelapa sawit yang profitabilitasnya meningkat.

Lalu ada sektor pertambangan dengan kontribusi 9,3 persen dan pertumbuhan 22,8 persen yoy. Ini ditopang berkat pertumbuhan sektor pertambangan migas.

Di bawahnya ada sektor pengangkutan dan pergudangan dengan kontribusi 4,3 persen dan pertumbuhan 10,7 persen yoy. Selanjutnya konstruksi dan real estat dengan kontribusi 3,7 persen dan pertumbuhan 9,2 persen yoy.

Jasa perusahaan berkontribusi 3,2 persen dengan pertumbuhan 14,7 persen yoy. Terakhir ada kategori Lainnya dengan kontribusi 31,2 persen dan pertumbuhan 18,3 persen yoy.

"Sudut pertumbuhan yang lebih merata ini menjadi indikasi bahwa basis penerimaan negara semakin kuat dan tidak hanya bergantung pada satu sektor tertentu," tegas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Pajak, Pegawai DJP Diminta Kerja Lebih Keras

Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Pajak, Pegawai DJP Diminta Kerja Lebih Keras

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:26 WIB

Bayar Zakat Bisa Sekaligus Pangkas Pajak? MUI Dorong Pemerintah Ubah Skema Tax Credit

Bayar Zakat Bisa Sekaligus Pangkas Pajak? MUI Dorong Pemerintah Ubah Skema Tax Credit

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51 WIB

Bobby Terima Penghargaan Adinata Syariah, Bukti Sumut Berkontribusi bagi Penguatan Ekonomi Nasional

Bobby Terima Penghargaan Adinata Syariah, Bukti Sumut Berkontribusi bagi Penguatan Ekonomi Nasional

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 17:13 WIB

Purbaya Girang Pendapatan Negara di Semester I 2026 Lebih Tinggi dari Era Sri Mulyani

Purbaya Girang Pendapatan Negara di Semester I 2026 Lebih Tinggi dari Era Sri Mulyani

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:47 WIB

Pelaku Usaha Kembali Dibikin Pusing Pemerintah, Pajak Air Tanah Naik

Pelaku Usaha Kembali Dibikin Pusing Pemerintah, Pajak Air Tanah Naik

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:36 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Tembus Rp 196,5 Triliun di Semester I 2026

Purbaya Umumkan Defisit APBN Tembus Rp 196,5 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:16 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 22 Agustus 2026: Ada Naga hingga Monyet

4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 22 Agustus 2026: Ada Naga hingga Monyet

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:50 WIB

Yel-yel Regu Tulip di Jamnas 2026 Viral, Ghea Indrawari Nyanyikan Live!

Yel-yel Regu Tulip di Jamnas 2026 Viral, Ghea Indrawari Nyanyikan Live!

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Robot Humanoid Mulai Merambah Dealer Otomotif Indonesia

Robot Humanoid Mulai Merambah Dealer Otomotif Indonesia

Otomotif | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Ahmad Sodiq Ditahan KPK

Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Ahmad Sodiq Ditahan KPK

Foto | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan

Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan

Foto | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17 WIB

Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?

Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:15 WIB

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

×