Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Rupiah Menguat ke Rp17.980 per Dolar AS, Ditopang Lonjakan Cadangan Devisa

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Selasa, 07 Juli 2026 | 16:32 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.980 per Dolar AS, Ditopang Lonjakan Cadangan Devisa
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat ke Rp17.980 per dolar AS usai cadangan devisa meningkat.
  • Investor masih menunggu data penjualan ritel dan kepercayaan konsumen.
  • Won Korea Selatan memimpin penguatan mata uang Asia, dolar Taiwan terlemah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali mencatat penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Penguatan ini terjadi setelah pasar merespons kenaikan cadangan devisa Indonesia yang untuk pertama kalinya meningkat dalam enam bulan terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.980 per dolar AS, menguat 15 poin atau 0,08 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.995 per dolar AS. Kinerja tersebut membawa mata uang Garuda kembali berada di zona hijau di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung bervariasi.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan kenaikan cadangan devisa menjadi sentimen positif yang menopang penguatan rupiah meski pergerakannya masih terbatas.

"Rupiah seharian terpantau datar dan ditutup menguat tipis di level Rp17.979 per dolar AS. Rupiah menguat merespons data cadangan devisa yang naik untuk pertama kali dalam enam bulan," ujar Lukman.

Meski demikian, menurutnya pelaku pasar masih memilih bersikap wait and see menjelang rilis sejumlah indikator ekonomi domestik, terutama data penjualan ritel dan Survei Kepercayaan Konsumen yang dinilai akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Lukman memperkirakan ruang penguatan rupiah masih terbuka apabila data kepercayaan konsumen menunjukkan perbaikan sesuai ekspektasi pasar.

"Rupiah diperkirakan masih bergerak dalam kisaran (range-bound), namun berpotensi menguat apabila Survei Kepercayaan Konsumen yang dirilis besok meningkat seperti yang diharapkan. Kisaran pergerakan berada di level Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS," katanya.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang berlangsung beragam. Won Korea Selatan mencatat penguatan terbesar setelah melonjak 0,36 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, ringgit Malaysia menguat 0,26 persen, diikuti rupee India yang naik 0,18 persen, serta peso Filipina yang menguat 0,10 persen. Yen Jepang juga terapresiasi 0,09 persen, sedangkan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen.

baca juga

Di sisi lain, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,38 persen. Pelemahan juga dialami baht Thailand yang terkoreksi 0,12 persen, yuan China yang melemah 0,04 persen, serta dolar Singapura yang turun tipis 0,008 persen terhadap dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Tak Agresif Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T

BI Tak Agresif Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:02 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:33 WIB

Rupiah Terkapar Lemah Hari Ini, Sempat ke Level Rp18.000

Rupiah Terkapar Lemah Hari Ini, Sempat ke Level Rp18.000

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 15:52 WIB

Terkini

Telkom University Gandeng NUS, Telkom Dorong Talenta Digital Indonesia Berdaya Saing Global

Telkom University Gandeng NUS, Telkom Dorong Talenta Digital Indonesia Berdaya Saing Global

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:50 WIB

RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:50 WIB

Purbaya Girang Pendapatan Negara di Semester I 2026 Lebih Tinggi dari Era Sri Mulyani

Purbaya Girang Pendapatan Negara di Semester I 2026 Lebih Tinggi dari Era Sri Mulyani

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:47 WIB

61 Tahun Telkom Indonesia, Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional

61 Tahun Telkom Indonesia, Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:46 WIB

Pemerintah Diminta Evaluasi Dampak Komisi Ojol 8 Persen Selama Enam Bulan

Pemerintah Diminta Evaluasi Dampak Komisi Ojol 8 Persen Selama Enam Bulan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:45 WIB

Saham Tambang Kembali Bersinar, AMMN, ANTM, Hingga BUMI Potensi Cuan Gede

Saham Tambang Kembali Bersinar, AMMN, ANTM, Hingga BUMI Potensi Cuan Gede

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:44 WIB

Rampungkan Streamlining 10 Entitas, Telkom Perkuat Transformasi Jadi Strategic Holding

Rampungkan Streamlining 10 Entitas, Telkom Perkuat Transformasi Jadi Strategic Holding

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:43 WIB

Zulhas Dorong Sektor Lain Ikuti Langkah Cepat Jalankan Perdagangan Karbon

Zulhas Dorong Sektor Lain Ikuti Langkah Cepat Jalankan Perdagangan Karbon

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:40 WIB

Pelaku Usaha Kembali Dibikin Pusing Pemerintah, Pajak Air Tanah Naik

Pelaku Usaha Kembali Dibikin Pusing Pemerintah, Pajak Air Tanah Naik

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:36 WIB

Bolak-balik Masuk BUMN, Faik Fahmi Kini Jadi Bos Pelita Air

Bolak-balik Masuk BUMN, Faik Fahmi Kini Jadi Bos Pelita Air

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:31 WIB

×