Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:34 WIB
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
[Suara.com/Rochmat]
baca 10 detik
  • Menkeu desak direksi baru BEI sapu bersih saham gorengan demi integritas pasar.
  • Pemerintah tahan insentif bursa hingga ada pelaku manipulasi saham yang ditangkap.
  • Direksi BEI 2026-2030 ditargetkan mampu kembangkan investor ritel dan institusi.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pesan menohok bagi calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030.

Bendahara Negara tersebut menegaskan bahwa komitmen utama yang harus dimiliki jajaran direksi baru adalah menyapu bersih para "penggoreng saham" yang selama ini merusak integritas pasar modal Indonesia.

Purbaya menyampaikan hal ini di tengah persiapan pergantian direksi BEI periode 2022-2026 yang akan berakhir tahun ini. Menurutnya, BEI tidak hanya butuh figur yang mengerti pasar, tetapi juga pemberani yang mampu menindak pelaku manipulasi harga.

"Mereka harus punya komitmen yang kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab," tegas Purbaya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Purbaya juga mengungkapkan alasan pemerintah yang hingga kini masih enggan mengucurkan insentif tambahan bagi sektor pasar modal. Ia menantang otoritas bursa untuk menunjukkan prestasi nyata dalam penegakan hukum terhadap pelaku manipulasi pasar.

"Kalau mereka minta insentif, saya akan tanya apa prestasinya, berapa orang ditangkap," ucap Purbaya secara gamblang.

Ia menegaskan bahwa wacana pemberian insentif fiskal baru akan didiskusikan jika persoalan kredibilitas pasar ini sudah menunjukkan perbaikan yang signifikan. Namun, Purbaya belum merinci bentuk insentif tersebut karena masih menunggu hasil kerja nyata dari pengelola bursa.

Selain pembenahan moral pasar, Menkeu berharap direksi periode 2026-2030 mampu memperluas basis investor, baik di segmen ritel maupun institusi. Hal ini dianggap krusial untuk memperdalam pasar keuangan nasional.

Sesuai prosedur, pemilihan calon direksi baru biasanya akan melalui tahap persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan diumumkan secara resmi pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sekitar pertengahan tahun ini.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham DEWA Ngacir ke Level Tertinggi di Hari Pertama Bursa 2026

Saham DEWA Ngacir ke Level Tertinggi di Hari Pertama Bursa 2026

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:30 WIB

Emiten PSAB Menguat Tipis, Komisaris Akumulasi Saham Pasca Lego Massal

Emiten PSAB Menguat Tipis, Komisaris Akumulasi Saham Pasca Lego Massal

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:21 WIB

KFC dan Pizza Hut Resmi Merger, Nilai Transaksi Tembus Rp15,6 Triliun

KFC dan Pizza Hut Resmi Merger, Nilai Transaksi Tembus Rp15,6 Triliun

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:17 WIB

Terkini

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:40 WIB

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:15 WIB

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 22:44 WIB

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:57 WIB

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:06 WIB

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:34 WIB

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:10 WIB

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:50 WIB

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:37 WIB

×