Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Tahun Baru, Strategi Baru, Saham-saham Potensial Ini Patut Dilirik

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 06 Januari 2026 | 15:55 WIB
Tahun Baru, Strategi Baru, Saham-saham Potensial Ini Patut Dilirik
Para investor harus mengatur strategi dengan melihat proyeksi hingga kinerja para emiten yang terjadi di 2026. [Suara.com/Syahda]
  • Investor perlu menyusun strategi 2026 dengan mencermati kinerja emiten dan kondisi ekonomi makro domestik maupun global.
  • Fenomena January Effect berpotensi terjadi awal tahun, meningkatkan minat beli saham berkapitalisasi kecil dan menengah.
  • IHSG diprediksi melanjutkan reli positif didukung rilis data domestik solid serta rekomendasi beberapa saham pilihan.

Suara.com - Tahun baru 2026, para investor pastinya tengah menata ulang portofolio saham-sahamnya. Para investor baik kakap maupun ritel akan melongok kembali kinerja emiten-emiten yang bisa mendulan cuan di sepanjang tahun.

Apalagi, optimisnya pemerintah lewat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang sesumbar kinerja Indeks Harga Saham Gabungan bisa menuju level 10.000. Rasa pede ini membuat para investor bergairah mengguyur dana ke pasar modal dalam negeri.

Namun, para investor jangan gegabah untuk menaruh dananya di sembarang saham. Jangah sampai, optimis itu membuat buntung, hingga membuat rugi bandar.

Maka dari itu, para investor harus mengatur strategi dengan melihat proyeksi hingga kinerja para emiten yang terjadi di 2026.

Selain itu, investor juga harus mencermati kondisi perekonomian global maupun dalam negeri saat ini, sebab bisa menjadi penentu jalannya bisnis emiten-emiten.

January Effect Bisa Terjadi

Dalam riset yang diterima Suara.com, Analis Mirae Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengungkapkan pada awal tahun ini bisa terjadi January Effect.

January Effect merupakan fenomena di mana saham cenderung naik pada bulan Januari, terutama saham berkapitalisasi kecil (small-cap) dan menengah (mid-cap).

Adapun istilah January Effect berasal dari pengamatan oleh Sidney B. Wachtel pada 1942, dengan menggunakan data-data sejak 1925.

Penyebab January Effect terjadi ini,karena banyak investor menjual rugi saham pada Desember untuk keperluan pajak, lalu membeli kembali atau buyback saham pada Januari. Di sisi lain, juga karena bonus akhir tahun, rebalancing portofolio tahunan, serta optimisme investor tahun baru.

"Jika kondisi ekonomi global dan sentimen pasar membaik dan investor kembali optimis, makabisa meningkatkan minat beli di awal tahun, yang bisa mendongkrak saham, terutama di small-cap/mid-cap," kata Nafan.

Fenomena January Effect bisa saja terjadi, karena terlihat dari pada Kuartal I-2026 merupakan periode ekonomi Indonesia yang terkuat, karena didorong konsumsi dari perayaan tahun baru, Imlek, serta momentum ramadan.

"Anggap January Effect sebagai opsional: bisa jadi terdapat peluang, namun jangan jadikan ekspektasi pasti. Jika ingin mengambil peluang fokus ke saham-saham small-cap/mid-cap undervalued yang likuid, atau saham dengan fundamental baik, karena saham-saham tersebut lebih rawan bounce bila terjadi rebalancing awal tahun," jelas Nafan.

Sementara, VP of Equity Retail, Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia akan cenderung moderat.

Saham-saham yang patut dilirik di 2026. [Suara.com/Syahda]
Saham-saham yang patut dilirik di 2026. [Suara.com/Syahda]

Hal ini seiring dengan sentimen global mulai dari pemangkasan suku bunga The Fed, risiko perang dagang, asumsi makro APBN yang solid, hingga kans penurunan BI Rate.

"Maka kami berpandangan aset yang akan outperform di tahun 2026, diantaranya, Jika terjadi soft-landing domestik, maka sektor yang menarik diantaranya consumer staples, perbankan hingga properti atau yang sensitive rate," katanya.

IHSG Akan Terus Reli Positif

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, melihat kinerja IHSG pada pekan ini akan terus positif, mengingat sejumlah sentimen yang mendorong ke zona hijau.

Pada sepekan ke depan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan dan berpeluang membentuk rekor all time high seiring dukungan rilis sejumlah data ekonomi domestik yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Beberapa indikator penting yang akan dirilis meliputi data neraca dagang, inflasi, serta Consumer Confidence Index, di mana konsensus pasar memperkirakan neraca dagang tetap solid dan inflasi berada dalam level terkendali.

Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat sentimen positif pasar, mencerminkan stabilitas makroekonomi dan daya beli masyarakat yang tetap terjaga.

"Meski demikian, pergerakan IHSG tetap akan dipengaruhi oleh dinamika eksternal, terutama arah kebijakan global. Namun secara keseluruhan, peluang penguatan masih terbuka," kata Hari.

Saham-saham Pilihan

Baik Nafan maupun Hari memberikan rekomendasi saham-saham pilihan yang bisa mendulang cuan pada tahun 2026 ini.

Apalagi, Nafan memandang secara teori January Effect itu bisa terjadi, jika kondisi ekonomi dan sentimen mendukung. Meski kejadian January Effect tidak bisa dijamin.

"Dengan demikian, khususnya untuk January Effect 2026, lebih bijak untuk melihatnya sebagai peluang potensial, bukan strategi andalan," katanya.

Adapun, berikut beberapa saham pilihan yang bisa menjadi pertimbangan para investor untuk berinvestasi. 

  • ADRO
  • ASSA
  • BBCA
  • BBNI
  • BBRI
  • BMRI
  • BNGA
  • BRMS
  • CUAN
  • ENRG
  • HRTA
  • IMPC
  • INCO
  • ISAT
  • JPFA
  • PGAS
  • PTRO
  • RATU
  • SIDO
  • SILO
  • TINS
  • TKIM
  • UNVR
  • WIFI
  • BULL
  • BUVA
  • IMPC

Perlu diingat, saham-saham ini hanyalah rekomendasi belaka, keputusan investasi tetap di tangan investor sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten BUMI Target Berapa? Tertekan Aksi Jual Asing, Tapi Saham Tetap Laris

Emiten BUMI Target Berapa? Tertekan Aksi Jual Asing, Tapi Saham Tetap Laris

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Pede IHSG dan Rupiah Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela

Purbaya Pede IHSG dan Rupiah Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 12:29 WIB

Daftar Saham yang Lepas Suspend BEI, Bisa Ditransaksikan Mulai Hari Ini

Daftar Saham yang Lepas Suspend BEI, Bisa Ditransaksikan Mulai Hari Ini

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 09:26 WIB

IHSG DIbuka ke Level Tertinggi 8.890, Tapi Langsung Melemah

IHSG DIbuka ke Level Tertinggi 8.890, Tapi Langsung Melemah

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 09:16 WIB

IHSG Meroket ke Level Tertinggi, Apa Saja Saham yang Cuan?

IHSG Meroket ke Level Tertinggi, Apa Saja Saham yang Cuan?

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 17:02 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Trump Buka Ruang Negosiasi dengan Iran

Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Trump Buka Ruang Negosiasi dengan Iran

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:57 WIB

IHSG Bisa Rebound Hari Ini, Saham BUMI dan PTRO Masuk Rekomendasi

IHSG Bisa Rebound Hari Ini, Saham BUMI dan PTRO Masuk Rekomendasi

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:53 WIB

Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:18 WIB

Industri Herbal RI Mulai Hilirisasi, Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah

Industri Herbal RI Mulai Hilirisasi, Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:06 WIB

Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan

Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:03 WIB

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:55 WIB

Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya

Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:36 WIB

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:18 WIB

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB