Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Profil Mukhtara Air, Maskapai Baru dari Madinah Arab Saudi

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 06 Januari 2026 | 19:57 WIB
Profil Mukhtara Air, Maskapai Baru dari Madinah Arab Saudi
Mukhtara Air

Suara.com - Mukhtara Air, maskapai yang terafiliasi dengan perusahaan asal Arab Saudi yang beberapa saat lalu tengah mempersiapkan diri untuk memulai operasional komersialnya di Indonesia pada Januari 2026.

Kehadiran maskapai ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas udara nasional, terutama dalam mendukung mobilitas jemaah umrah dan perjalanan internasional lainnya.

Sebagai bagian dari ekosistem transportasi udara yang sedang berkembang, Mukhtara Air membawa standar pelayanan internasional untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang dinamis.

Mukhtara Air merupakan anak perusahaan dari Manazil Al Mukhtara Company Holding, sebuah grup bisnis besar yang berbasis di Madinah, Arab Saudi.

Perusahaan induk ini memiliki gurita bisnis di sektor perhotelan serta penyelenggaraan haji dan umrah. Latar belakang kuat di bidang jasa boga dan akomodasi religi ini menjadi landasan strategis bagi Mukhtara Air untuk mengintegrasikan layanan perjalanan ibadah dari hulu ke hilir.

Langkah serius maskapai ini ditandai dengan tibanya pesawat Airbus A320 pertama di Bandara Halim Perdanakusuma pada November 2025 lalu.

Pesawat tersebut diterbangkan langsung dari Arab Saudi sebagai bagian dari pemenuhan armada awal.

Dalam rencana operasionalnya, Mukhtara Air akan menggunakan dua tipe pesawat utama:

Airbus A320: Akan dioptimalkan untuk rute-rute domestik yang berfungsi sebagai feeder atau pengumpan bagi penerbangan internasional.

Airbus A330: Dipersiapkan khusus untuk melayani rute jarak jauh (long-haul), terutama penerbangan langsung menuju Madinah dan Makkah guna mendukung layanan umrah.

Meskipun armada sudah mulai berdatangan, Mukhtara Air saat ini masih dalam proses finalisasi aspek regulasi. 

Untuk mendukung kelancaran operasionalnya di Indonesia, Mukhtara Air telah membangun jaringan kantor di beberapa lokasi strategis:

Kantor Pusat: Berada di City Business Center (CBC), dekat Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Kantor Perwakilan: Tersedia di Medan, Surabaya, dan Bali untuk menjangkau jemaah di kota-kota besar Indonesia.

Status Penerbangan Haji 2026

Walaupun Mukhtara Air memiliki kaitan erat dengan layanan haji dan umrah di Arab Saudi, publik perlu mencatat bahwa maskapai ini belum terkonfirmasi sebagai penyedia layanan penerbangan haji resmi untuk musim tahun 2026.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Michelle Ziudith, Dari Film Romantis ke Peran Gelap di Alas Roban

Profil Michelle Ziudith, Dari Film Romantis ke Peran Gelap di Alas Roban

Your Say | Selasa, 06 Januari 2026 | 11:35 WIB

7 Gaya Nyentrik Rama Duwaji Istri Walikota New York Sebelum Pindah ke Balai Kota

7 Gaya Nyentrik Rama Duwaji Istri Walikota New York Sebelum Pindah ke Balai Kota

Entertainment | Senin, 05 Januari 2026 | 21:45 WIB

BSI Kembali Buka Pelunasan Biaya Haji Tahap Kedua, Berlangsung 2-9 Januari

BSI Kembali Buka Pelunasan Biaya Haji Tahap Kedua, Berlangsung 2-9 Januari

Bisnis | Minggu, 04 Januari 2026 | 10:37 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB