Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Diprediksi Tembus 9.000, Ini Kunci dan Faktor Pendorongnya

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 07 Januari 2026 | 10:47 WIB
IHSG Diprediksi Tembus 9.000, Ini Kunci dan Faktor Pendorongnya
Ilustrasi IDX
  • IHSG ditutup menguat 0,84% pada 6 Januari 2026 di level 8.933, didorong komoditas dan stimulus pemerintah.
  • Pemerintah memberikan insentif pajak PPh 21 dan perpanjangan PPN DTP untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
  • Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level psikologis 9.000 meski indikator menunjukkan area jenuh beli.

Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan performa impresif pada awal tahun ini.

Pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2026), IHSG parkir di level 8.933,61, menguat 0,84% setelah sempat menyentuh rekor intraday baru di level 8.940.

Kombinasi antara kenaikan harga komoditas logam global serta derasnya stimulus fiskal dari pemerintah menjadi bahan bakar utama penguatan indeks.

Meski demikian, performa IHSG berbanding terbalik dengan nilai tukar Rupiah yang justru masih tertekan di pasar spot pada level Rp16.740/US$.

Pemerintah secara agresif meluncurkan sejumlah insentif pajak untuk menjaga daya beli masyarakat dan memacu pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2026. Berikut adalah poin-poin penting stimulus tersebut:

Pembebasan PPh 21: Karyawan dengan gaji di bawah Rp10 juta per bulan yang bekerja di sektor padat karya (tekstil, alas kaki, furnitur, industri kulit) serta sektor pariwisata akan menikmati pajak penghasilan ditanggung pemerintah selama tahun 2026.

Insentif Perumahan: Perpanjangan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% untuk rumah tapak hingga harga Rp2 miliar dan rumah susun hingga Rp5 miliar.

Sektor Otomotif: Pemerintah dikabarkan tengah mengkaji aturan insentif tambahan untuk industri kendaraan bermotor guna mempercepat rotasi ekonomi.

Analisis Teknikal: Peluang Uji Level 9.000

Secara teknikal, pergerakan IHSG menunjukkan indikasi bullish yang kuat namun mulai mendekati area jenuh beli.

  • Indikator MACD: Histogram positif terus menguat seiring dengan peningkatan volume beli.
  • Stochastic RSI: Mulai memasuki area overbought (jenuh beli).
  • Prediksi: IHSG berpeluang besar menguji level psikologis 9.000. Namun, pelaku pasar perlu mewaspadai potensi minor pullback atau koreksi pendek akibat aksi ambil untung (profit taking) setelah penguatan beruntun.

Sentimen positif juga mengalir dari pasar global. Indeks S&P 500 dan Dow Jones ditutup pada level tertinggi sepanjang masa pada Selasa (6/1).

Penguatan ini dimotori oleh saham-saham berbasis Kecerdasan Buatan (AI), terutama Nvidia yang mengumumkan produksi massal platform AI generasi terbaru serta model AI Alpamayo untuk kendaraan otonom.

Sentimen AI ini berhasil menutupi aksi profit taking di sektor energi yang sempat reli pasca-intervensi AS di Venezuela. Sementara itu, pelaku pasar global juga mencermati kenaikan U.S. 10-year Bond Yield ke level 4,167% dan harga emas yang terus memanas di posisi US$4.485/troy oz.

Investor kini menantikan sejumlah rilis data penting yang akan menentukan arah kebijakan moneter ke depan:

Eropa & Jerman: Data retail sales, angka pengangguran, dan inflasi kawasan Euro.

Amerika Serikat: Indeks ISM Services dan data lowongan kerja JOLTS Job Openings.

The Fed: Pidato beberapa pejabat Bank Sentral AS pekan ini diharapkan memberi sinyal mengenai jadwal penurunan suku bunga pada pertemuan akhir Januari.

Melihat kondisi pasar yang berada di ambang level psikologis, investor disarankan untuk tetap selektif. Berikut adalah beberapa saham pilihan (top picks) untuk perdagangan Rabu (7/1/2026) berdasarkan kajian Phintraco Sekuritas:

BBRI (Bank Rakyat Indonesia)

EMTK (Elang Mahkota Teknologi)

SRTG (Saratoga Investama Sedaya)

BBTN (Bank Tabungan Negara)

INDY (Indika Energy)

DISCLAIMER: Artikel ini disusun berdasarkan data keterbukaan informasi, riset harian Phintraco Sekuritas, dan sumber pasar modal terpercaya. Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau perintah untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga dan kehilangan modal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Harga DEWA, BUMI, dan PTRO di Tengah Perubahan Free Float Saham MSCI

Target Harga DEWA, BUMI, dan PTRO di Tengah Perubahan Free Float Saham MSCI

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 10:13 WIB

IHSG Terus Meroket Rabu Pagi ke Level 8.959, Cermati Saham-saham Ini

IHSG Terus Meroket Rabu Pagi ke Level 8.959, Cermati Saham-saham Ini

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 09:17 WIB

IHSG Diprediksi Masih Menguat, Cek Saham-saham Rekomendasi Hari Ini

IHSG Diprediksi Masih Menguat, Cek Saham-saham Rekomendasi Hari Ini

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 08:29 WIB

Terkini

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:25 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:55 WIB

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB

Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna

Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:10 WIB

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:48 WIB

IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China

IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:39 WIB

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:32 WIB

Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense

Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:30 WIB

Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:55 WIB