Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Penggunaan SPKLU PLN Naik Hampir 500 Persen Saat Libur Nataru

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Rabu, 07 Januari 2026 | 18:55 WIB
Penggunaan SPKLU PLN Naik Hampir 500 Persen Saat Libur Nataru
Pemilik kendaraan melakukan pengisian daya kendaraan listrik di SKPLU, Jakarta, Senin (7/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • PLN mencatat total energi listrik 5.619 MWh tersalurkan untuk kendaraan listrik selama Siaga Nataru 2025/2026.
  • Aktivitas pengisian daya mencapai 234.136 kali, menunjukkan peningkatan pemanfaatan kendaraan listrik untuk perjalanan jarak jauh.
  • PLN menyiagakan 4.648 unit SPKLU dan mendukungnya dengan aplikasi PLN Mobile selama periode liburan Nataru tersebut.

Suara.com - PT PLN (Persero) mencatatkan peningkatan pengisian daya kendaraan listrik selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Tercatat selama Siaga Nataru 2025/2026 yang berlangsung dari 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, total energi listrik yang tersalurkan untuk pengisian daya kendaraan listrik di SPKLU mencapai 5.619 megawatt hour (MWh). 

Angka itu meningkat menjadi 479 persen dari periode Nataru 2024/2025 sebesar 1.174 MWh. Sementara dari sisi frekuensi, aktivitas pengisian daya tercatat sebanyak 234.136 kali, atau meningkat menjadi 485 persen dari periode sebelumnya yang tercatat 48.254 kali.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan peningkatan itu menggambarkan perubahan pola penggunaan kendaraan listrik oleh masyarakat.

Pemilik kendaraan melakukan pengisian daya kendaraan listrik di SKPLU, Jakarta, Senin (7/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pemilik kendaraan melakukan pengisian daya kendaraan listrik di SKPLU, Jakarta, Senin (7/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Pada periode Natal dan Tahun Baru, ketika mobilitas masyarakat meningkat, kendaraan listrik mulai dimanfaatkan tidak hanya untuk perjalanan jarak dekat, tetapi juga untuk perjalanan jarak jauh lintas wilayah, termasuk mudik dan liburan,” kata Darmawan lewat keterangannya pada Rabu (7/1/2026).

Dia menyebut selama masa Nataru, PLN setidaknya menyiagakan  4.648 unit SPKLU dengan dukungan 5.190 personel di seluruh Indonesia.

Sedangkan khusus  jalur utama Sumatra–Jawa–Bali, sebanyak 1.515 unit SPKLU, dioperasikan. Tercatat, jumlah ini meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Di samping itu, PLN juga memaksimalkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile sebagai pendukung operasional selama periode Nataru. 

Melalui fitur Trip Planner, pengguna kendaraan listrik dapat merencanakan rute perjalanan dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan lokasi SPKLU, sementara fitur AntreEV membantu mengatur antrian pengisian daya agar layanan tetap tertib di tengah lonjakan mobilitas.

"Seiring dengan ekosistem EV yang terus bertumbuh, Kami akan terus meningkatkan kesiapan layanan pengisian kendaraan listrik melalui penguatan infrastruktur dan layanan pendukung di berbagai wilayah,” kata  Darmawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLN EPI Manfaatkan Limbah Aren dan Kayu Jadi Biomassa

PLN EPI Manfaatkan Limbah Aren dan Kayu Jadi Biomassa

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 17:27 WIB

Konsumsi Bensin Mudik Nataru Cuma Naik 0,9%, BPH Migas Ungkap Alasannya

Konsumsi Bensin Mudik Nataru Cuma Naik 0,9%, BPH Migas Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 14:20 WIB

Satgas ESDM: Terjadi Kenaikan dan Penurunan Konsumsi BBM Selama Nataru!

Satgas ESDM: Terjadi Kenaikan dan Penurunan Konsumsi BBM Selama Nataru!

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 07:42 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB