Baca 10 detik
- Pada Kamis, 8 Januari 2026, IHSG terkoreksi 0,22% menjadi 8.925 setelah sempat menembus 9.000.
- Pelemahan rupiah menjadi Rp 16.785 per dolar dipicu ketidakpastian geopolitik dan defisit APBN 2025.
- Defisit APBN 2025 mencapai 2,92 persen dari PDB, meski cadangan devisa naik menjadi USD 156,5 miliar.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, MHKI, POLU, TRIN, OPMS, VICI, INPC, MGNA, OBMD, TRON, NRCA, DKFT.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.