Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 09 Januari 2026 | 20:33 WIB
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. [Antara]
  • Kementerian Perindustrian menerapkan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship) yang mengadopsi sistem vokasi Swiss untuk kompetensi lulusan.
  • Implementasi awal dimulai melalui kegiatan bersama Swiss Skills for Competitiveness (SS4C) yang didukung pendanaan dari SECO Swiss.
  • Data September 2025 menunjukkan penyerapan lulusan politeknik, akademi komunitas, dan SMK binaan Kemenperin sangat positif.

Suara.com - Kementerian Perindustrian terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri melalui penguatan pendidikan vokasi. Salah satu langkah yang ditempuh ialah penerapan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship) yang diadaptasi dari sistem pendidikan vokasi Swiss.

Penguatan tersebut diarahkan untuk memastikan lulusan vokasi memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus menjaga keberlanjutan rantai pasok nasional di tengah dinamika ekonomi dan teknologi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai pendidikan vokasi memegang peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja industri yang adaptif dan berdaya saing. Menurutnya, penguatan praktik kerja industri menjadi kunci agar lulusan siap terjun ke dunia kerja.

“Pendidikan vokasi merupakan tulang punggung dalam mencetak sumber daya manusia industri yang kompeten, siap kerja, dan berdaya saing global. Melalui penguatan praktik kerja industri yang terstruktur, lulusan vokasi diharapkan memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri,” ujar Agus kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).

Di tengah tantangan transformasi digital dan perubahan kebutuhan kompetensi, Kemenperin mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi industri melalui implementasi Praktik Kerja Industri Terstruktur.

Program ini mengadopsi sistem ganda (dual system), dengan proses pembelajaran berlangsung di satuan pendidikan dan perusahaan.

Dalam skema tersebut, peserta didik mendapatkan pendampingan langsung dari pelatih tempat kerja yang kompeten, sehingga pengalaman belajar tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif sesuai kebutuhan industri.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Doddy Rahadi, menjelaskan penerapan awal Structured Internship telah dimulai melalui kegiatan Pre-discussion Structured Internship bersama Swiss Skills for Competitiveness (SS4C).

“Melalui kegiatan tersebut, kami mulai memetakan kesiapan serta praktik yang telah berjalan di berbagai satuan pendidikan vokasi di lingkungan Kementerian Perindustrian,” ujar Doddy.

Ie menyebut Penerapan Praktik Kerja Industri Terstruktur juga didukung program SS4C yang didanai oleh Sekretariat Negara Swiss Urusan Ekonomi (SECO). Program ini melibatkan kementerian terkait dan industri di Indonesia untuk membangun sistem ganda pendidikan dan pelatihan vokasi melalui politeknik serta akademi komunitas terpilih.

Sektor yang menjadi fokus kerja sama meliputi logam, manufaktur, makanan, serta mebel dan perkayuan, yang dinilai memiliki kebutuhan tinggi terhadap tenaga kerja terampil dan siap pakai.

Sebagai penguatan implementasi, pada 2024 Kemenperin bersama SS4C telah menerbitkan Buku Panduan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship Guideline). Panduan ini memuat prosedur lengkap pelaksanaan praktik kerja industri, mulai tahap persiapan hingga penyelesaian, sekaligus menjelaskan peran dan tanggung jawab para pihak.

Dalam Strategic Dialogue on Structured Internship yang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Wulan Aprilianti Permatasari menyampaikan hasil diskusi yang menunjukkan perkembangan positif di lapangan.

“Sebagian besar politeknik dan SMK di bawah binaan Kemenperin telah mulai menerapkan konsep Structured Internship, antara lain melalui penyusunan capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang selaras dengan job profile industri, pembekalan soft skills bagi peserta, serta pengaturan jadwal dan mekanisme monitoring yang sistematis,” tuturnya.

Saat ini, Kemenperin menaungi 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK yang tersebar di berbagai daerah. Unit-unit pendidikan tersebut mencatat capaian positif dalam penyerapan lulusan ke dunia kerja.

Berdasarkan data BPSDMI per September 2025, sembilan dari sepuluh lulusan politeknik dan akademi komunitas Kemenperin tahun 2024 telah terserap di dunia kerja. Sementara itu, lebih dari tiga perempat lulusan SMK binaan Kemenperin tercatat langsung diserap oleh industri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Susun DIPA 2026, Kemenperin Janji Percepat Penyerapan Anggaran dan Penguatan Dampak Belanja Industri

Susun DIPA 2026, Kemenperin Janji Percepat Penyerapan Anggaran dan Penguatan Dampak Belanja Industri

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 13:33 WIB

Gubernur Banten: Tingkat Pengangguran Masih Tinggi, Penataan Ulang Pendidikan Vokasi Jadi Prioritas

Gubernur Banten: Tingkat Pengangguran Masih Tinggi, Penataan Ulang Pendidikan Vokasi Jadi Prioritas

News | Rabu, 31 Desember 2025 | 08:05 WIB

Catatan Akhir Tahun, Aktivitas Industri Manufaktur RI Melambat

Catatan Akhir Tahun, Aktivitas Industri Manufaktur RI Melambat

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 19:18 WIB

Kemenperin Gaspol Digitalisasi Industri, PIDI 4.0 Jadi Motor Transformasi Nasional

Kemenperin Gaspol Digitalisasi Industri, PIDI 4.0 Jadi Motor Transformasi Nasional

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 08:46 WIB

Migas Jadi Kunci, Industri Lokal Bersiap Kuasai Proyek Strategis Nasional

Migas Jadi Kunci, Industri Lokal Bersiap Kuasai Proyek Strategis Nasional

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 07:26 WIB

Terkini

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:15 WIB

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB