Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Sempat Tembus 9.000, IHSG Akhirnya Terkoreksi Imbas Aksi Ambil Untung

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 08 Januari 2026 | 17:25 WIB
Sempat Tembus 9.000, IHSG Akhirnya Terkoreksi Imbas Aksi Ambil Untung
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Pada Kamis, 8 Januari 2026, IHSG terkoreksi 0,22% menjadi 8.925 setelah sempat menembus 9.000.
  • Pelemahan rupiah menjadi Rp 16.785 per dolar dipicu ketidakpastian geopolitik dan defisit APBN 2025.
  • Defisit APBN 2025 mencapai 2,92 persen dari PDB, meski cadangan devisa naik menjadi USD 156,5 miliar.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2026, setelah tiga hari melesat secara berturut-turut p. Padahal IHSG, berhasil sempat menembus level tertinggi 9.000.

Namun, tekanan ambil untung tak bisa menahan laju arus positif IHSG, sehingga melemah 0,22 persen ke level 8.925.

Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, tekanan jual terutama datang dari sektor basic material yang mencatatkan koreksi terbesar, setelah reli kuat dalam beberapa hari terakhir. Sebaliknya, sektor transportasi justru berhasil rebound dan menjadi sektor dengan penguatan tertinggi pada perdagangan hari ini.

Dari sisi eksternal, nilai tukar rupiah kembali melemah di pasar spot ke level Rp 16.785 per dolar AS. Pelemahan rupiah dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik global serta defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang tercatat lebih besar dari target pemerintah.

Para investor diperingatakan untuk mewaspadai dinamika di bursa dengan IHSG yang terus menguat tapi tak sejalan dengan nilai tukar rupiah dan kondisi riil perusahaan. [Antara]
Para investor diperingatakan untuk mewaspadai dinamika di bursa dengan IHSG yang terus menguat tapi tak sejalan dengan nilai tukar rupiah dan kondisi riil perusahaan. [Antara]

Secara teknikal, pergerakan IHSG mulai menunjukkan sinyal kehati-hatian. Indikator Stochastic RSI berada di area overbought dan berpotensi membentuk death cross. Selain itu, pola shooting star yang terbentuk mengindikasikan peluang pembalikan arah setelah IHSG mencetak level tertinggi baru dalam beberapa hari terakhir.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi dengan menguji area support di kisaran 8.850 hingga 8.900. Adapun level resistance berada di 8.970, dengan pivot di 8.900 dan support kuat di level 8.800.

Dari sisi fundamental, tekanan pasar juga datang dari data fiskal. Defisit APBN per Desember 2025 tercatat mencapai Rp 695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka ini lebih tinggi dibandingkan defisit tahun 2024 sebesar 2,3 persen dari PDB, serta melampaui target defisit APBN 2025 yang ditetapkan sebesar 2,53 persen dari PDB. Keseimbangan primer APBN juga mencatatkan defisit Rp180,7 triliun.

Sementara itu, realisasi penerimaan negara mencapai Rp 2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target, sedangkan belanja negara terealisasi Rp 2.602,3 triliun atau 96,3 persen dari pagu anggaran.

Di tengah tekanan tersebut, kabar positif datang dari posisi cadangan devisa Indonesia yang meningkat menjadi USD 156,5 miliar pada Desember 2025, naik dari US$150,1 miliar pada November 2025.

Kenaikan ini ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman luar negeri. Posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 51,66 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 28,83 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,71 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 328 saham bergerak naik, sedangkan 380 saham mengalami penurunan, dan 250 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, SMLE, KOCI, IFSH, RLCO, KIJA, MKAP, PBSA, NSSS, BSIM, BAIK, CRSN.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, MHKI, POLU, TRIN, OPMS, VICI, INPC, MGNA, OBMD, TRON, NRCA, DKFT.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Garuda Indonesia (GIAA) Meroket Awal 2026, Ini Penyebabnya

Saham Garuda Indonesia (GIAA) Meroket Awal 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 16:28 WIB

IHSG Tembus Level 9.000, Menkeu Purbaya: Lanjut Terus!

IHSG Tembus Level 9.000, Menkeu Purbaya: Lanjut Terus!

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 15:56 WIB

Pengertian Exercise Saham: Strategi Mengubah Hak Menjadi Kepemilikan Aset

Pengertian Exercise Saham: Strategi Mengubah Hak Menjadi Kepemilikan Aset

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 15:18 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB