Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:12 WIB
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi. [Suara.com/Rina Anggraeni].
  • OJK dan Menteri Keuangan optimis IHSG akan mencapai level 10.000 pada tahun 2026 mendatang.
  • Optimisme ini didukung fundamental ekonomi Indonesia yang membaik serta peran investor domestik yang meningkat.
  • OJK terus memastikan pasar berjalan teratur, wajar, dan efisien melalui ekosistem pasar modal yang sehat.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga merasa optimis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa bergerak ke level 10.000 di tahun 2026. Optimis ini sejalan dengan target Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang juga memproyeksi IHSG tembus 10.000

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menjelaskan optimis ini setelah dirinya melihat fundamental ekonomi Indonesia yang cukup membaik.

"OJK menyambut baik ya adanya optimisme penguatan indeks harga saham gabungan di level Rp 10.000 pada tahun 2026 tentunya semangat optimisme ini perlu ya perlu didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan juga peran daripada investor domestik tentunya bila mana fundamental ekonomi Indonesia solid," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (9/1/2025).

IHSG terus menguat pada Desember 2025 dan diprediksi akan mencapai level psikologis baru 9000 di 2026. [Antarra]
IHSG terus menguat pada Desember 2025 dan diprediksi akan mencapai level psikologis baru 9000 di 2026. [Antarra]

Inarno menuturkan, peran investor domestik juga  meningkat di awal tahun 2026. Hal ini menjadi pendorong IHSG bisa menguat ke level 10.000.

Apalagi, investor domestik sudah cerdas dalam mengambil keputusan berinvestasi dengan kewaspadaan dan juga pengelolaan risiko yang baik

"Rasanya level tersebut bukan tidak mungkin untuk dapat tercapai namun demikian ya penting juga untuk dicermati bahwa pergerakan indeks selain dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental evident juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti yang terjadi di domestik maupun yang terjadi di global. Kami dari sisi regulator terus memastikan bahwa pasar berjalan secara teratur wajar dan juga efisien," bebernya.

Dia pun menambahkan OJK sudah menciptakan ekosistem pasar modal yang sehat berintegritas agar potensi pertumbuhan IHSG semakin tumbuh. Hal itu terlihat dengan pergerakan saham di pasar modal Indonesia yang bergerak positif.

"Kami juga mendorong terciptanya ekosistem pasar modal yang sehat berintegritas agar potensi pertumbuhan indeks maupun instrumen lainnya bisa tercapai secara berkelanjutan bukan hanya karena momentum jangka pendek mungkin saya mengingatkan sedikit ya bahwasannya pada saat pembukaan bursa 2026 membaik," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya: Tahun Ini IHSG 10.000 Enggak Susah-susah Amat

Purbaya: Tahun Ini IHSG 10.000 Enggak Susah-susah Amat

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:03 WIB

Nilai Transaksi Kripto 2025 Capai Rp482,23 Triliun, Turun dari 2024

Nilai Transaksi Kripto 2025 Capai Rp482,23 Triliun, Turun dari 2024

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 14:20 WIB

Gegara Tipu Daya Cinta, Uang Masyarakat Rp 49,19 Miliar Lenyap

Gegara Tipu Daya Cinta, Uang Masyarakat Rp 49,19 Miliar Lenyap

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 12:55 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB