Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:01 WIB
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras
Ilustrasi - Pengolahan beras di pusat penggilingan milik Koperasi Gatos Bumi Jawi, Sawangan, Magelang. (Suara.com/ Angga Haksoro A).
  • Pengamat AEPI, Khudori, mengingatkan deklarasi swasembada berisiko jadi bumerang tanpa produktivitas berkelanjutan.
  • Proyeksi BPS menunjukkan lonjakan produksi beras Januari dan Februari 2026 tertinggi sejak 2018 dan 2019.
  • Perubahan fokus anggaran Kementan ke komoditas lain dikhawatirkan menurunkan intensifikasi padi pada 2026.

Suara.com - Ambisi pemerintah untuk segera mendeklarasikan status swasembada pangan nasional memicu diskusi kritis di kalangan pemerhati kebijakan agraria.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, mengingatkan bahwa pengumuman tersebut membawa beban ekspektasi publik yang sangat besar dan berisiko menjadi bumerang jika tidak dibarengi dengan konsistensi produktivitas pada periode mendatang.

Meskipun data Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan awal tahun 2026 sebagai masa keemasan produksi beras, Khudori menekankan bahwa performa musiman tidak selalu mencerminkan ketahanan pangan tahunan yang berkelanjutan.

Berdasarkan rilis BPS, Januari 2026 diprediksi akan mencatatkan produksi beras sebesar 1,8 juta ton, disusul oleh lonjakan signifikan pada Februari sebesar 2,98 juta ton.

Capaian ini diakui Khudori sebagai yang paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir.

"Perkiraan produksi Januari 2026 itu tertinggi sejak 2018, sementara Februari menjadi yang tertinggi sejak 2019," ujar Khudori dalam keterangan resminya, Minggu (11/1/2026).

Namun, ia menegaskan bahwa angka-angka awal tahun ini justru menaikkan standar ekspektasi publik yang sangat tinggi terhadap pemerintah.

Salah satu faktor utama yang berpotensi menekan produksi beras sepanjang 2026 adalah perubahan arah kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan). Khudori mencatat bahwa pada tahun ini, pemerintah tidak lagi fokus secara eksklusif pada padi dan jagung.

Fokus anggaran dan sumber daya manusia (SDM) mulai dialihkan untuk memperkuat komoditas pendukung program Makan Bergizi Gratis, seperti:

  • Kedelai, kacang hijau, dan singkong.
  • Gula serta peningkatan produksi telur dan daging ayam.

"Penambahan fokus ini berdampak langsung pada kompetisi penggunaan lahan antarkomoditas serta pergeseran prioritas anggaran strategis," jelas Khudori.

Situasi ini dikhawatirkan akan mengurangi atensi terhadap intensifikasi lahan padi yang selama ini menjadi tulang punggung stok pangan nasional.

Kekhawatiran domestik ini sejalan dengan proyeksi Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Lembaga tersebut memperkirakan produksi beras Indonesia pada 2026 akan melandai ke angka 33,6 juta ton, turun dari capaian tahun 2025.

Menurut analisis USDA, penurunan ini dipicu oleh dua faktor simultan:

  • Penyusutan Luas Panen: Dari 11,4 juta hektare menjadi 11,3 juta hektare.
  • Penurunan Produktivitas: Dari 4,71 ton gabah per hektare menjadi 4,68 ton.

Khudori menegaskan bahwa proyeksi penurunan dari pihak eksternal harus dipandang sebagai peringatan dini (warning) bagi pemerintah.

Ia mewaspadai adanya gejolak kritik apabila klaim swasembada sudah diumumkan, namun realita lapangan justru menunjukkan tren penurunan stok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026

Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026

Bisnis | Minggu, 11 Januari 2026 | 18:06 WIB

Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas

Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas

Bisnis | Minggu, 11 Januari 2026 | 16:46 WIB

Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan

Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan

Bisnis | Sabtu, 10 Januari 2026 | 08:32 WIB

Terkini

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 23:25 WIB

Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK

Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 23:15 WIB

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:21 WIB

IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis

IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:07 WIB

Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia

Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 21:25 WIB

Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala

Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 21:18 WIB

Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi

Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 20:42 WIB

PT PGE dan  PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:58 WIB

Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI

Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB

Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih

Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:24 WIB