Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.500,187
LQ45 746,355
Srikehati 345,870
JII 522,139
USD/IDR 17.117

Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas

M Nurhadi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:46 WIB
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
ARSIP-Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
  • BPS mengestimasi produksi beras nasional 2025 mencapai 34,71 juta ton, dengan surplus tahunan tercatat 3,81 juta ton.
  • Pengamat Khudori menyatakan lonjakan produksi 2025 disebabkan perluasan area tanam, bukan peningkatan produktivitas lahan.
  • Faktor pendukung utama kenaikan produksi 2025 meliputi iklim mendukung, fokus anggaran Kementan, dan perluasan luas panen.

Suara.com - Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2025 diestimasi menembus angka 34,71 juta ton, atau mengalami kenaikan drastis sebesar 13,36 persen dibandingkan tahun 2024.

Capaian ini menjadi rekor produksi tertinggi dalam tujuh tahun terakhir sejak 2018. Selain itu, Indonesia juga mencatatkan surplus beras tahunan sebesar 3,81 juta ton—angka surplus tertinggi kedua setelah prestasi tahun 2018 yang mencapai 4,7 juta ton.

Meski demikian, pengamat pertanian kenamaan, Khudori, memberikan catatan kritis di balik angka-angka optimistis tersebut.

Khudori mengakui bahwa realisasi produksi beras tahun 2025 tergolong luar biasa. Namun, ia menekankan bahwa lonjakan ini tidak didorong oleh efisiensi atau peningkatan produktivitas lahan per hektare, melainkan lebih banyak disebabkan oleh faktor ekstensifikasi atau perluasan area tanam.

“Harus diakui, produksi beras 2025 tergolong luar biasa,” ujar Khudori dalam keterangannya, dikutip Minggu (11/1/2026). Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi ini disumbang oleh penambahan luas panen yang mencapai 1,29 juta hektare.

Di sisi lain, peningkatan produktivitas padi sendiri dinilai masih sangat terbatas dan cenderung stagnan. “Kenaikan produktivitas tetap minor seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni hanya 0,45 persen,” ungkapnya.

Selain faktor perluasan lahan, Khudori menyoroti tiga variabel utama lainnya yang menjadi pemicu utama meroketnya stok pangan nasional di tahun 2025:

  • Kondisi Iklim yang Mendukung: Sepanjang 2025, curah hujan terpantau konsisten sepanjang tahun. Fenomena "berkah alam" ini memungkinkan wilayah-wilayah yang biasanya kesulitan air tetap bisa ditanami padi secara produktif.
  • Fokus Anggaran Kementan: Sumber daya, baik dari sisi anggaran maupun sumber daya manusia (SDM) di Kementerian Pertanian, sangat terkonsentrasi pada upaya pemacu produksi padi dan jagung.
  • Perluasan Luas Panen: Penambahan luas lahan panen yang masif menjadi motor utama volume produksi secara agregat.

Tantangan Keberlanjutan di Tahun 2026

Meskipun capaian 2025 memberikan rasa aman pada ketahanan pangan nasional, Khudori mempertanyakan apakah tren ini akan berlanjut di tahun 2026.

Menurutnya, ketergantungan pada faktor cuaca dan penambahan lahan memiliki risiko tersendiri jika tidak dibarengi dengan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas per hektare.

“Apakah kenaikan akan berlanjut di 2026?” pungkas Khudori,

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan

Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan

Bisnis | Sabtu, 10 Januari 2026 | 08:32 WIB

Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?

Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 20:39 WIB

Harga Pangan Nasional Mayoritas Turun, Cabai hingga Beras Terkoreksi

Harga Pangan Nasional Mayoritas Turun, Cabai hingga Beras Terkoreksi

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 15:05 WIB

Terkini

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 16:09 WIB

Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya

Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:59 WIB

Rekor Buruk Rupiah Hari Ini

Rekor Buruk Rupiah Hari Ini

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:39 WIB

Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat

Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:36 WIB

Shell Indonesia Tunjuk Andri Pratiwa Jadi Presiden Direktur Baru di Tengah Kelangkaan BBM

Shell Indonesia Tunjuk Andri Pratiwa Jadi Presiden Direktur Baru di Tengah Kelangkaan BBM

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:23 WIB

Langkah Kecil Berdampak Besar: Ibu Dewi, Kartini Masa Kini yang Menebar Manfaat untuk Lingkungan

Langkah Kecil Berdampak Besar: Ibu Dewi, Kartini Masa Kini yang Menebar Manfaat untuk Lingkungan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:22 WIB

Pengumuman Penting BCA

Pengumuman Penting BCA

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:57 WIB

Misteri Hilangnya Minyakita di Pasar: Stok Gaib, Harga Bisa Tembus Rp40 Ribu!

Misteri Hilangnya Minyakita di Pasar: Stok Gaib, Harga Bisa Tembus Rp40 Ribu!

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Memalukan! Malapetaka IGRS Komdigi Bikin Developer Game Rugi Miliaran Rupiah

Memalukan! Malapetaka IGRS Komdigi Bikin Developer Game Rugi Miliaran Rupiah

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:23 WIB

26 Ide Jualan di Bazar Modal Kecil yang Pasti Laris dan Menguntungkan

26 Ide Jualan di Bazar Modal Kecil yang Pasti Laris dan Menguntungkan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:10 WIB