Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:46 WIB
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
ARSIP-Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
baca 10 detik
  • BPS mengestimasi produksi beras nasional 2025 mencapai 34,71 juta ton, dengan surplus tahunan tercatat 3,81 juta ton.
  • Pengamat Khudori menyatakan lonjakan produksi 2025 disebabkan perluasan area tanam, bukan peningkatan produktivitas lahan.
  • Faktor pendukung utama kenaikan produksi 2025 meliputi iklim mendukung, fokus anggaran Kementan, dan perluasan luas panen.

Suara.com - Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2025 diestimasi menembus angka 34,71 juta ton, atau mengalami kenaikan drastis sebesar 13,36 persen dibandingkan tahun 2024.

Capaian ini menjadi rekor produksi tertinggi dalam tujuh tahun terakhir sejak 2018. Selain itu, Indonesia juga mencatatkan surplus beras tahunan sebesar 3,81 juta ton—angka surplus tertinggi kedua setelah prestasi tahun 2018 yang mencapai 4,7 juta ton.

Meski demikian, pengamat pertanian kenamaan, Khudori, memberikan catatan kritis di balik angka-angka optimistis tersebut.

Khudori mengakui bahwa realisasi produksi beras tahun 2025 tergolong luar biasa. Namun, ia menekankan bahwa lonjakan ini tidak didorong oleh efisiensi atau peningkatan produktivitas lahan per hektare, melainkan lebih banyak disebabkan oleh faktor ekstensifikasi atau perluasan area tanam.

“Harus diakui, produksi beras 2025 tergolong luar biasa,” ujar Khudori dalam keterangannya, dikutip Minggu (11/1/2026). Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi ini disumbang oleh penambahan luas panen yang mencapai 1,29 juta hektare.

Di sisi lain, peningkatan produktivitas padi sendiri dinilai masih sangat terbatas dan cenderung stagnan. “Kenaikan produktivitas tetap minor seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni hanya 0,45 persen,” ungkapnya.

Selain faktor perluasan lahan, Khudori menyoroti tiga variabel utama lainnya yang menjadi pemicu utama meroketnya stok pangan nasional di tahun 2025:

  • Kondisi Iklim yang Mendukung: Sepanjang 2025, curah hujan terpantau konsisten sepanjang tahun. Fenomena "berkah alam" ini memungkinkan wilayah-wilayah yang biasanya kesulitan air tetap bisa ditanami padi secara produktif.
  • Fokus Anggaran Kementan: Sumber daya, baik dari sisi anggaran maupun sumber daya manusia (SDM) di Kementerian Pertanian, sangat terkonsentrasi pada upaya pemacu produksi padi dan jagung.
  • Perluasan Luas Panen: Penambahan luas lahan panen yang masif menjadi motor utama volume produksi secara agregat.

Tantangan Keberlanjutan di Tahun 2026

Meskipun capaian 2025 memberikan rasa aman pada ketahanan pangan nasional, Khudori mempertanyakan apakah tren ini akan berlanjut di tahun 2026.

baca juga

Menurutnya, ketergantungan pada faktor cuaca dan penambahan lahan memiliki risiko tersendiri jika tidak dibarengi dengan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas per hektare.

“Apakah kenaikan akan berlanjut di 2026?” pungkas Khudori,

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan

Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan

Bisnis | Sabtu, 10 Januari 2026 | 08:32 WIB

Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?

Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 20:39 WIB

Harga Pangan Nasional Mayoritas Turun, Cabai hingga Beras Terkoreksi

Harga Pangan Nasional Mayoritas Turun, Cabai hingga Beras Terkoreksi

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 15:05 WIB

Terkini

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:25 WIB

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 08:15 WIB

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:13 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 07:58 WIB

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 07:53 WIB

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:45 WIB

×