Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 6.108,209
LQ45 608,577
Srikehati 300,350
JII 364,879
USD/IDR 18.036

Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026

M Nurhadi

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:06 WIB
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
Arsip [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Bapanas memperpanjang distribusi beras SPHP 2025 hingga 31 Januari 2026 menggunakan skema RPATA.
  • Perpanjangan ini bertujuan meredam fluktuasi harga pasca tahun baru dan menyelesaikan sisa 697,1 ribu ton.
  • Pemerintah menjamin stok CBP Bulog kuat 3,25 juta ton dan memulai program SPHP 2026 Februari mendatang.

Suara.com - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara resmi memperpanjang masa pendistribusian beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun anggaran 2025 hingga 31 Januari 2026.

Langkah ini diambil sebagai strategi antisipatif untuk meredam fluktuasi harga komoditas pokok pasca-libur pergantian tahun sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap beras berkualitas dengan harga terjangkau.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, mengonfirmasi bahwa perpanjangan ini dimungkinkan berkat penggunaan skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA).

Kebijakan tersebut telah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Keuangan guna menuntaskan target penyaluran yang belum rampung di akhir tahun sebelumnya.

Penggunaan skema RPATA merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84 Tahun 2025. RPATA merupakan rekening khusus milik Bendahara Umum Negara yang berfungsi menampung dana untuk penyelesaian pekerjaan yang melampaui batas tahun anggaran.

Dengan skema ini, Bapanas dapat mengakselerasi sisa target SPHP beras tahun 2025 yang tercatat masih sekitar 697,1 ribu ton.

"Sisa target tersebut akan dioptimalkan penyalurannya agar instrumen stabilisasi tetap bekerja di lapangan sebelum program SPHP tahun 2026 dimulai," ujar Sarwo di Jakarta, Minggu (11/1/2026), dikutip via Antara.

Bapanas memastikan bahwa intervensi pasar melalui SPHP didukung oleh ketahanan stok yang sangat kuat. Hingga penghujung 2025, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 3,25 juta ton.

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa posisi stok saat ini jauh lebih kuat dibandingkan masa lampau.

baca juga

Sebagai perbandingan, saat Indonesia meraih penghargaan dari FAO pada 1984, stok nasional hanya berada di angka 2 juta ton.

Dengan ketersediaan yang melimpah, pemerintah memperingatkan pelaku usaha agar tidak menaikkan harga melebihi ketentuan yang berlaku.

Penyaluran beras SPHP akan tetap melalui jalur-jalur strategis guna menyentuh langsung konsumen akhir, di antaranya:

  • Koperasi Desa Merah Putih
  • Pasar Rakyat dan Ritel Modern
  • Gerakan Pangan Murah (GPM)

Selain beras SPHP, skema RPATA juga diaplikasikan pada bantuan pangan tahap kedua tahun 2025 berupa beras dan minyak goreng.

Hingga 9 Januari 2026, Bulog tercatat telah mendistribusikan 351,6 ribu ton beras dan 70,3 juta liter minyak goreng kepada 17,582 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Adapun untuk program SPHP tahun anggaran 2026, pemerintah telah menyepakati target penyaluran sebesar 1,5 juta ton berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Terbatas pada Desember lalu.

Program baru ini diproyeksikan mulai berjalan efektif pada 1 Februari 2026, segera setelah masa perpanjangan program 2025 berakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas

Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas

Bisnis | Minggu, 11 Januari 2026 | 16:46 WIB

Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan

Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan

Bisnis | Sabtu, 10 Januari 2026 | 08:32 WIB

Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?

Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 20:39 WIB

Terkini

Viral Video Suporter di Antartika Rayakan Kemenangan Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Viral Video Suporter di Antartika Rayakan Kemenangan Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:51 WIB

3 Zodiak yang Membawa Keberuntungan 17 Juli 2026, Taurus hingga Capricorn Bernasib Baik

3 Zodiak yang Membawa Keberuntungan 17 Juli 2026, Taurus hingga Capricorn Bernasib Baik

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:45 WIB

Apa Itu Pengelola Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang Berpusat di Bali

Apa Itu Pengelola Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang Berpusat di Bali

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:44 WIB

Warga Jaksel dan Jaktim Harap Bersiap, Hujan Ringan Diprediksi Turun Jumat Malam

Warga Jaksel dan Jaktim Harap Bersiap, Hujan Ringan Diprediksi Turun Jumat Malam

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:39 WIB

6 Malam 6 Wilayah Iran Hancur Dibom Amerika Serikat

6 Malam 6 Wilayah Iran Hancur Dibom Amerika Serikat

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:39 WIB

Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus

Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:30 WIB

Siapa Sosok Angga? Pihak Swasta yang Diduga 'Setir' Audit BPK di Muara Enim

Siapa Sosok Angga? Pihak Swasta yang Diduga 'Setir' Audit BPK di Muara Enim

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:28 WIB

Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara

Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:21 WIB

Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran

Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:09 WIB

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

×