Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026

M Nurhadi

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:06 WIB
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
Arsip [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Bapanas memperpanjang distribusi beras SPHP 2025 hingga 31 Januari 2026 menggunakan skema RPATA.
  • Perpanjangan ini bertujuan meredam fluktuasi harga pasca tahun baru dan menyelesaikan sisa 697,1 ribu ton.
  • Pemerintah menjamin stok CBP Bulog kuat 3,25 juta ton dan memulai program SPHP 2026 Februari mendatang.

Suara.com - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara resmi memperpanjang masa pendistribusian beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun anggaran 2025 hingga 31 Januari 2026.

Langkah ini diambil sebagai strategi antisipatif untuk meredam fluktuasi harga komoditas pokok pasca-libur pergantian tahun sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap beras berkualitas dengan harga terjangkau.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, mengonfirmasi bahwa perpanjangan ini dimungkinkan berkat penggunaan skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA).

Kebijakan tersebut telah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Keuangan guna menuntaskan target penyaluran yang belum rampung di akhir tahun sebelumnya.

Penggunaan skema RPATA merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84 Tahun 2025. RPATA merupakan rekening khusus milik Bendahara Umum Negara yang berfungsi menampung dana untuk penyelesaian pekerjaan yang melampaui batas tahun anggaran.

Dengan skema ini, Bapanas dapat mengakselerasi sisa target SPHP beras tahun 2025 yang tercatat masih sekitar 697,1 ribu ton.

"Sisa target tersebut akan dioptimalkan penyalurannya agar instrumen stabilisasi tetap bekerja di lapangan sebelum program SPHP tahun 2026 dimulai," ujar Sarwo di Jakarta, Minggu (11/1/2026), dikutip via Antara.

Bapanas memastikan bahwa intervensi pasar melalui SPHP didukung oleh ketahanan stok yang sangat kuat. Hingga penghujung 2025, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 3,25 juta ton.

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa posisi stok saat ini jauh lebih kuat dibandingkan masa lampau.

Sebagai perbandingan, saat Indonesia meraih penghargaan dari FAO pada 1984, stok nasional hanya berada di angka 2 juta ton.

Dengan ketersediaan yang melimpah, pemerintah memperingatkan pelaku usaha agar tidak menaikkan harga melebihi ketentuan yang berlaku.

Penyaluran beras SPHP akan tetap melalui jalur-jalur strategis guna menyentuh langsung konsumen akhir, di antaranya:

  • Koperasi Desa Merah Putih
  • Pasar Rakyat dan Ritel Modern
  • Gerakan Pangan Murah (GPM)

Selain beras SPHP, skema RPATA juga diaplikasikan pada bantuan pangan tahap kedua tahun 2025 berupa beras dan minyak goreng.

Hingga 9 Januari 2026, Bulog tercatat telah mendistribusikan 351,6 ribu ton beras dan 70,3 juta liter minyak goreng kepada 17,582 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Adapun untuk program SPHP tahun anggaran 2026, pemerintah telah menyepakati target penyaluran sebesar 1,5 juta ton berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Terbatas pada Desember lalu.

Program baru ini diproyeksikan mulai berjalan efektif pada 1 Februari 2026, segera setelah masa perpanjangan program 2025 berakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas

Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas

Bisnis | Minggu, 11 Januari 2026 | 16:46 WIB

Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan

Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan

Bisnis | Sabtu, 10 Januari 2026 | 08:32 WIB

Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?

Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 20:39 WIB

Terkini

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:45 WIB

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:22 WIB

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:11 WIB

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:52 WIB

1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan

1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:29 WIB

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:11 WIB

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 12:58 WIB