Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Saham-saham Konglomerat Ambruk, Reli IHSG Mulai Penyesuaian Harga?

M Nurhadi

Senin, 12 Januari 2026 | 17:56 WIB
Saham-saham Konglomerat Ambruk, Reli IHSG Mulai Penyesuaian Harga?
PT Petrosea Tbk (Petrosea)
baca 10 detik
  • IHSG mengalami tekanan jual signifikan akibat penurunan saham emiten besar terafiliasi Prajogo Pangestu, terutama BREN dan PTRO.
  • Spekulasi investor beralih ke saham lapis kedua dan ketiga yang mengalami lonjakan harga hingga menyentuh batas Auto Reject Atas.
  • Meskipun tekanan jual terjadi, aktivitas transaksi di BEI melonjak drastis dengan volume dan nilai rata-rata harian meningkat signifikan.

Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup masif melanda emiten-emiten di bawah naungan konglomerat Prajogo Pangestu.

Penurunan ini menjadi katalis negatif bagi pergerakan indeks secara keseluruhan, mengingat bobot saham-saham tersebut yang sangat besar terhadap pergerakan IHSG.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi motor utama yang menekan indeks.

Tercatat, saham BREN mengalami kejatuhan lebih dari 5,54%, sementara PTRO menunjukkan koreksi yang jauh lebih dalam dengan penurunan melampaui angka 8%.

Tren negatif ini tidak berhenti di situ; sejumlah emiten besar lainnya juga terpantau parkir di zona merah.

Daftar saham yang mengalami penyusutan harga cukup signifikan mencakup PT Barito Pacific Tbk (BRPT), disusul oleh emiten lain seperti COIN, INET, CDIA, BUMI, DEWA hingga raksasa batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Tekanan jual juga merembet ke sektor lain yang dihuni oleh TPIA, RAJA, RATU, hingga PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Fenomena ini menunjukkan adanya rotasi sektor atau sekadar penyesuaian harga setelah reli panjang yang terjadi pada akhir tahun lalu.

Berseberangan dengan nasib saham-saham big cap, gairah spekulasi justru beralih ke saham-saham lapis kedua dan ketiga.

Beberapa emiten tercatat melonjak hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA), memberikan keuntungan kilat bagi para trader harian.

baca juga

Emiten properti dan media PT MNC Land Tbk (KPIG) memimpin penguatan dengan kenaikan 24,11% ke posisi Rp280. Performa impresif juga ditunjukkan oleh SOHO yang melesat 24,85% ke level Rp2.060.

Sektor pangan dan infrastruktur juga tidak mau ketinggalan; saham GULA meroket 24,84% ke Rp382, disusul ATAP yang naik 24,59% ke Rp760, serta INDS yang menguat 24,48% ke angka Rp356.

Lonjakan harga yang bahkan lebih ekstrem juga terlihat pada saham DKHH yang meroket 33,71% ke level Rp119, serta MSKY yang berhasil mengamankan kenaikan 27,91% ke posisi Rp110.

Aktivitas ini mencerminkan bahwa meskipun indeks secara keseluruhan tertekan oleh saham berkapitalisasi besar, likuiditas pasar tetap mengalir deras ke saham-saham potensial lainnya.

Jika menilik kinerja sepanjang pekan lalu, IHSG sebenarnya masih berada dalam tren yang sangat positif. Indeks berhasil menghimpun kenaikan sebesar 188 poin atau setara dengan apresiasi 2,16%, beranjak dari level 8.748 menuju 8.936.

Salah satu pendorong utama dari kenaikan ini adalah dominasi sektor material dasar, yang dipicu oleh lonjakan harga saham-saham emiten nikel seiring dengan tren kenaikan harga komoditas global.

Aspek yang paling menarik perhatian para analis adalah lonjakan aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Rata-rata volume perdagangan harian melonjak drastis sebesar 48,08%, mencapai angka 61,78 miliar lembar saham dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya berada di kisaran 41,72 miliar lembar.

Sejalan dengan volume, nilai transaksi harian juga meledak sebesar 44,68%. Rata-rata perputaran uang di bursa kini mencapai Rp31,45 triliun per hari, sebuah peningkatan signifikan dari angka Rp21,74 triliun pada periode pekan sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Gagal Tembus Level 9.000, Investor Panik Langsung Buru-buru Lego Saham

IHSG Gagal Tembus Level 9.000, Investor Panik Langsung Buru-buru Lego Saham

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 17:29 WIB

Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen

Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 17:04 WIB

BEI Bidik Empat Emiten Sekaligus, Status UMA Melekat pada Saham-saham Ini

BEI Bidik Empat Emiten Sekaligus, Status UMA Melekat pada Saham-saham Ini

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 13:21 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×