Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 12 Januari 2026 | 17:58 WIB
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Gurita bisnis Arsari Group, milik pengusaha Hashim Djojohadikusumo (batik abu-abu) yang juga adik Presiden RI Prabowo Subianto, resmi merambah salah satu proyek gas strategis di Indonesia. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Arsari Group akuisisi 75% Blok Duyung; danai proyek gas Mako senilai Rp5,37 triliun.
  • Hashim Djojohadikusumo masuk proyek Natuna; target produksi gas komersial di kuartal IV-2027.
  • WNEL tetap jadi operator blok; Nations tanggung 100% biaya pengembangan lapangan gas Mako.

Suara.com - Gurita bisnis Arsari Group, milik pengusaha Hashim Djojohadikusumo yang juga adik Presiden RI Prabowo Subianto, resmi merambah salah satu proyek gas strategis di Indonesia.

Melalui anak usahanya, PT Nations Natuna Barat (Nations), Arsari Group tengah merampungkan akuisisi 75% hak partisipasi (participating interest/PI) di Blok Duyung, Cekungan West Natuna, Kepulauan Riau.

Blok migas tersebut merupakan rumah bagi Lapangan Gas Mako, proyek raksasa yang dikembangkan bersama perusahaan migas asal Australia, Conrad Asia Energy Ltd, dalam skema Kontrak Bagi Hasil Produksi (PSC) Duyung.

Berdasarkan laporan resmi Conrad Asia Energy, perjanjian akuisisi ini telah diteken sejak November 2025 dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada kuartal ketiga 2026.

Dalam kesepakatan tersebut, Nations akan membayar total US$16 juta (sekitar Rp268,88 miliar) kepada anak usaha Conrad, West Natuna Exploration Limited (WNEL), dalam tiga tahap:

  1. US$5 juta (Rp84,02 miliar): Pada Kuartal I-2026 setelah syarat pendahuluan terpenuhi.
  2. US$4 juta (Rp67,22 miliar): Pada Kuartal III-2026 setelah transaksi tuntas.
  3. US$7 juta (Rp117,63 miliar): Saat produksi komersial pertama pada Kuartal IV-2027.

Tak hanya membeli saham mayoritas, Nations juga berkomitmen menyediakan pendanaan untuk 100% biaya pengembangan Lapangan Mako serta modal kerja. Total dana yang dibutuhkan untuk membawa proyek ini hingga tahap produksi pertama diperkirakan mencapai US$320 juta atau setara Rp5,37 triliun.

Meskipun Arsari melalui Nations menjadi pemegang saham mayoritas, WNEL akan tetap mempertahankan 25% PI dan bertindak sebagai operator blok tersebut. CEO Conrad, Miltos Xynogalas, menyambut baik masuknya Arsari Group yang dinilai memiliki rekam jejak kuat di industri hulu migas internasional selama 20 tahun.

"Memiliki mitra lokal yang visi dan kepentingannya sejalan dengan Conrad sangat positif, tidak hanya bagi proyek Mako, tetapi juga bagi industri gas Indonesia secara keseluruhan," ujar Xynogalas, Senin (12/1/2026).

Xynogalas menambahkan bahwa keberhasilan pengumpulan dana ini merupakan pencapaian besar dalam delapan tahun perjalanan Conrad mengembangkan Mako, mulai dari penemuan lapangan hingga penandatanganan kontrak penjualan gas dengan perusahaan listrik terbesar di Indonesia.

baca juga

Produksi gas pertama dari Lapangan Mako ditargetkan mulai mengalir pada kuartal keempat 2027. Proyek ini diharapkan menjadi pilar penting dalam memperkuat pasokan energi domestik yang sangat dibutuhkan Indonesia di tengah upaya transisi energi dan penguatan kemandirian ekonomi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Gagal Tembus Level 9.000, Investor Panik Langsung Buru-buru Lego Saham

IHSG Gagal Tembus Level 9.000, Investor Panik Langsung Buru-buru Lego Saham

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 17:29 WIB

Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen

Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 17:04 WIB

BEI Bidik Empat Emiten Sekaligus, Status UMA Melekat pada Saham-saham Ini

BEI Bidik Empat Emiten Sekaligus, Status UMA Melekat pada Saham-saham Ini

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 13:21 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×