Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bahlil: Hanya Prabowo dan Soeharto Presiden yang Resmikan Kilang Minyak

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 12 Januari 2026 | 18:12 WIB
Bahlil: Hanya Prabowo dan Soeharto Presiden yang Resmikan Kilang Minyak
Presiden Prabowo Subianto di peresmian 166 Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). (Ist)
  • Presiden Prabowo Subianto meresmikan Proyek RDMP Balikpapan pada 12 Januari 2026, setelah 32 tahun peresmian sebelumnya.
  • Proyek senilai USD 7,5 miliar ini meningkatkan kapasitas kilang menjadi 360 ribu barel per hari, kualitas BBM Euro V.
  • Dampaknya meliputi penghematan devisa sekitar Rp 60 triliun dan penghentian impor solar pada Semester II-2026.

Suara.com - Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang berada di Kalimantan Timur diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 12 Januari 2026.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut peresmian proyek RDMP terakhir dilakukan pada 1994 oleh mantan Presiden ke 2 Soeharto

"Jadi dalam sejarah bangsa, pasca orde lama, cuma dua presiden yang meresmikan RDMP. Satu adalah Presiden Pak Harto (Soeharto)   pada tahun 1994,  dan 32 tahun kemudian Presiden Prabowo Subianto meresmikan RDMP pada 2026," kata Bahlil dalam sambutannya. 

Bahlil menyebut, peresmian RDMP Kilang Balikpapan sejalan dengan Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo. 

Kilang RDMP Balikpapan
Kilang RDMP Balikpapan

"Dalam perspektif itu maka kami sebagai pembantu bahwa Presiden selalu melakukan terobosan untuk bagaimana bisa meningkatkan lifting," ujarnya. 

Bahlil menjelaskan, pembangunan proyek RDMP Kilang Balikpapan menelan biaya sebesar USD 7,5 miliar atau setara Rp 123 triliun, dan menjadi proyek RDMP terbesar di Indonesia. 

Melalui proyek RDMP, kapasitas produksi Kilang Balikpapan akan meningkat dari sebelumnya 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel. 

Kualitas BBM yang dihasilkan juga turut meningkat dari standar Euro II dengan kandungan sulfur 2.500 ppm menjadi standar Euro V dengan kandungan sulfur 10 ppm. 

"Dan ini menuju kepada Net Zero Emission," kata Bahlil menambahkan. 

Tak kalah penting, kata Bahlil dengan diresmikannya RDMP Kilang Balikpapan akan  berkontribusi terhadap penghematan devisa kurang lebih Rp 60 triliun. 

Sebab menurutnya, dengan meningkatnya kapasitas produksi sebesar 100 ribu barel dapat menghasilkan bensin sekitar 5,8 juta kiloliter per tahun. Adapun konsumsi bensin nasional, kata Bahlil, sebesar 38 juta kiloliter. 

"Dengan bensin, produksi dalam negeri kita itu 14,25 juta kiloliter. Dengan penambahan 5,8 juta, maka impor kita terhadap bensin itu tinggal 19 juta kiloliter," ujarnya. 

Kemudian dengan beroperasinya RDMP Kilang Balikpapan, Indonesia akan menghentikan impor solar pada trimester II 2026. Dan diperkuat dengan penerapan mandatori ri B50 yang akan mulai berjalan pada semester II 2026. 

"Karena kebutuhan solar kita totalnya 38 juta. Sekarang B40 dan B50.  Sekarang dengan ini kita menambah kurang lebih sekitar hampir 5 juta. Impor kita tinggal 5 juta, Pak. Jadi sudah tertutupi, bahkan surplus 1,4 juta," pungkas Bahlil. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menuju Kedaulatan Energi, RDMP Balikpapan Jadi Andalan ESDM Stop Impor BBM

Menuju Kedaulatan Energi, RDMP Balikpapan Jadi Andalan ESDM Stop Impor BBM

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 14:31 WIB

Bahlil: Kewajiban E10 Paling Lambat Berlaku pada 2028

Bahlil: Kewajiban E10 Paling Lambat Berlaku pada 2028

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 14:56 WIB

Lifting Minyak Bumi Lewati Target APBN, Pertama dalam Satu Dekade Terakhir

Lifting Minyak Bumi Lewati Target APBN, Pertama dalam Satu Dekade Terakhir

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 12:34 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB