Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Menko Airlangga Sebut Presiden Lebih Pilih Terapkan B40 Tahun Ini

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 14 Januari 2026 | 18:53 WIB
Menko Airlangga Sebut Presiden Lebih Pilih Terapkan B40 Tahun Ini
Petugas menunjukkan sampel bahan bakar minyak (BBM) B-20, B-30, dan B-100 di Jakarta, Selasa (26/2/2019). Antara/Aprillio Akbar/aww/aa.
  • Pemerintah masih mempertahankan mandat biodiesel B40 karena kebijakan B50 memerlukan kajian lanjutan terkait stabilitas ekonomi.
  • Menteri Koordinator Perekonomian menegaskan kajian B50 bergantung pada selisih harga BBM fosil dan komoditas kelapa sawit.
  • Keputusan implementasi B50 akan bergantung dinamika harga dan kesiapan industri, sesuai arahan Presiden.

Suara.com - Pemerintah memilih bersikap hati-hati dalam mendorong peningkatan mandatori biodiesel dari B40 ke B50. Di tengah dinamika harga energi global dan pergerakan harga komoditas kelapa sawit, kebijakan energi dinilai harus tetap menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi, industri, dan daya beli masyarakat.

Pendekatan tersebut diambil agar transisi energi tetap berjalan tanpa menimbulkan tekanan baru, baik terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) maupun sektor industri yang bergantung pada pasokan energi.

Pemerintah menilai kebijakan biodiesel tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berkaitan erat dengan inflasi, struktur biaya industri, hingga ekspor sawit.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan hingga saat ini arahan pemerintah masih menjalankan mandatori biodiesel B40. Adapun penerapan B50 masih memerlukan kajian lanjutan.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tiba untuk membahas kajian pencegahan korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/1/2026). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc]
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tiba untuk membahas kajian pencegahan korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/1/2026). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc]

"Jadi tahun ini arahan Pak Presiden tetap B40. Untuk B50 kajian harus dilakukan terus-menerus,” ujar Airlangga kepada wartawan, dikutip Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama dalam kajian tersebut adalah selisih harga antara BBM berbasis fosil dan harga kelapa sawit sebagai bahan baku biodiesel.

"Kemudian kita akan selalu melihat perbedaan harga antara harga fuel oil, harga BBM dengan harga kelapa sawit. Delta-nya berapa," ucapnya.

Airlangga menambahkan, pemerintah tidak menutup kemungkinan penerapan B50 di kemudian hari. Namun keputusan tersebut akan sangat bergantung pada dinamika harga dan kesiapan industri, termasuk sektor otomotif.

"Kajian diteruskan, otomotif percobaan juga lanjut. Jadi kita tergantung dinamika harga," katanya.

Lebih lanjut, pemerintah menyiapkan skenario lanjutan apabila kondisi memungkinkan pada paruh kedua tahun ini. Meski demikian, kebijakan tetap berpijak pada arahan Presiden Prabowo Subianto agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.

"Ya kita siapkan ke semester 2 tetapi kita akan saat sekarang dengan skenario harga yang ada arahan Bapak Presiden B40 tetapi siap B50," pungkas Airlangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penerapan B50 Batal untuk 2026, Masih Terus Dikaji

Penerapan B50 Batal untuk 2026, Masih Terus Dikaji

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 18:38 WIB

Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton

Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 16:24 WIB

Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran 2026, Ada Diskon Tiket Pesawat

Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran 2026, Ada Diskon Tiket Pesawat

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 17:14 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:36 WIB

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:29 WIB

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:27 WIB

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:12 WIB

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:33 WIB

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:15 WIB

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB