Pemerintah Buka Seluasnya Akses Pasar Ekspor untuk Redam Gejolak Ekonomi Global

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 14 Januari 2026 | 19:17 WIB
Pemerintah Buka Seluasnya Akses Pasar Ekspor untuk Redam Gejolak Ekonomi Global
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Pemerintah membuka hampir seluruh pasar utama dunia, termasuk IA-EU, sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional.
  • Indonesia telah terhubung dengan kawasan ekonomi strategis seperti RSEP (ASEAN plus lima negara) dan memperluas akses ekspor.
  • Akses pasar melalui Kanada, Inggris, dan proses keanggotaan OECD menempatkan Indonesia pada posisi terdepan kompetisi ekonomi kawasan.

Suara.com - Pemerintah terus membuka akes pasar ekspor sebagai ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik dan perlambatan global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut Indonesia saat ini telah membuka hampir seluruh pasar utama dunia. Menurutnya, langkah ini menjadi fondasi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

"Maka hampir semua pasar kita buka, kemarin IA-EU juga sudah ditandatangani," ujar Airlangga kepada wartawan, dikutip Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, selain Uni Eropa, Indonesia juga telah terhubung dengan berbagai kawasan ekonomi strategis di Asia Pasifik. Akses tersebut memperluas peluang ekspor sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Ilustrasi Ekspor Lampung naik 9,64% di September 2025 menjadi 544,95 juta dolar AS. [ANTARA]
Ilustrasi Ekspor Lampung naik 9,64% di September 2025 menjadi 544,95 juta dolar AS. [ANTARA]

"Kita sudah punya RSEP dengan regional ASEAN plus Jepang, Korea, China, dan juga New Zealand, Australia," katanya.

Airlangga menilai, keterbukaan pasar ini membuat posisi Indonesia berbeda dibandingkan negara ASEAN lain. Ia menyebut Indonesia berada di jalur terdepan dalam kompetisi ekonomi kawasan.

"Maka kita adalah salah satu negara dibandingkan negara ASEAN lain yang sudah berada dalam kalau balapan itu pole position, posisi terdepan," imbuhnya.

Selain perjanjian dagang regional, Indonesia juga tengah memperluas akses pasar melalui kerja sama bilateral dan multilateral lainnya. Pemerintah, kata Airlangga, juga telah menandatangani perjanjian perdagangan dengan Kanada dan membuka jalur kerja sama dengan Inggris.

Ia menambahkan, Indonesia juga telah masuk dalam proses keanggotaan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Saat ini, proses tersebut telah memasuki tahap technical review.

baca juga

"Kita sudah punya juga masuk dalam lingkaran OECD, kita sedang dalam technical review," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko Airlangga Sebut Presiden Lebih Pilih Terapkan B40 Tahun Ini

Menko Airlangga Sebut Presiden Lebih Pilih Terapkan B40 Tahun Ini

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 18:53 WIB

Danamon Bakal Kembangkan Solusi Pembiayaan Kredit Karbon Berbasis Alam

Danamon Bakal Kembangkan Solusi Pembiayaan Kredit Karbon Berbasis Alam

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 18:53 WIB

Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton

Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 16:24 WIB

Terkini

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

×