Pemerintah-BUMN Mulai Manfaatkan Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan dan Energi

Achmad Fauzi

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:34 WIB
Pemerintah-BUMN Mulai Manfaatkan Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan dan Energi
Ilustrasi pelestarian alam/hutan. [Ist]
baca 10 detik
  • Pertamina Foundation dan BP2SDM Kemenhut menandatangani MoU untuk mengoptimalkan KHDTK sebagai basis ketahanan pangan dan energi.
  • Kemitraan ini bertujuan menjadikan KHDTK sebagai unit unggulan model pengembangan teknologi dan SDM kompeten.
  • Kerja sama ini memperkuat program Hutan Lestari Pertamina untuk rehabilitasi lahan, mitigasi bencana, dan ekonomi masyarakat.

Suara.com - PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation (PF) memperkuat peran hutan sebagai basis ketahanan pangan dan energi. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kehutanan (BP2SDM Kemenhut) dalam rangka optimalisasi fungsi Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK).

Kerja sama ini menandai pendekatan baru dalam pengelolaan hutan, di mana kawasan kehutanan tidak hanya difokuskan pada konservasi, tetapi juga dikembangkan sebagai ruang produktif yang mendukung ketahanan pangan, energi, serta peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan bahwa pengelolaan hutan ke depan harus mampu menjawab tantangan kebencanaan dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan secara bersamaan.

Hutan Vegetatif Baluran Indonesia (Dokprib/Oktavia)
Hutan Vegetatif Baluran Indonesia (Dokprib/Oktavia)

"Kami berharap sinergi ini mampu mendukung kebijakan tersebut dengan menjadikan KHDTK sebagai Center of Excellence atau unit unggulan yang menyiapkan sumber daya manusia kompeten serta menjadi model pengembangan teknologi dan kebijakan," ujar Rohmat di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Melalui kerja sama ini, Pertamina Foundation sebagai pelaksana program akan mengelola KHDTK tidak hanya melalui kegiatan penanaman pohon, tetapi juga dengan mengintegrasikan ketahanan pangan dan energi berbasis kehutanan, rehabilitasi lahan kritis, serta penguatan kapasitas masyarakat sekitar hutan.

Direktur Operasi Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana menyampaikan bahwa pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem hutan.

"Kami akan mendukung implementasi kegiatan-kegiatan di lokasi yang telah disediakan oleh BP2SDM berupa rehabilitasi lahan kritis, penguatan kapasitas masyarakat sekitar hutan, serta integrasi ketahanan pangan dan energi berbasis kehutanan," ucap Gusman.

Dari sisi korporasi, kolaborasi ini juga memperkuat implementasi program Hutan Lestari yang telah dijalankan Pertamina sejak 2018.

Program tersebut mencakup penanaman lebih dari 13,42 juta pohon mangrove dan daratan melalui 337 program di berbagai wilayah Indonesia, dengan kontribusi penyerapan karbon sebesar 222.973 ton CO ekuivalen serta rehabilitasi lahan seluas 891 hektare.

baca juga

VP CSR & SMEPP Pertamina Rudi Ariffianto menekankan bahwa pengelolaan hutan berkelanjutan yang terintegrasi dengan aspek ekonomi dan energi menjadi fokus Pertamina ke depan.

"Program Hutan Lestari menjadi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang kami rancang sebagi upaya pengelolaan hutan dengan tujuan untuk menurunkan emisi karbon, meningkatkan keterampilan dan ekonomi masyarakat serta mitigasi bencana. Harapannya kerja sama ini mampu memperluas cakupan wilayah sekaligus kebermanfaatannya," ungkap Rudi.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam merehabilitasi lahan kritis seluas 12,7 juta hektare sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Akan Reformasi BUMN-BUMN Besar di 2026

Danantara Akan Reformasi BUMN-BUMN Besar di 2026

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 20:01 WIB

Pertamina NRE Gandeng Raksasa Energi China Garap Proyek Listrik dari Sampah

Pertamina NRE Gandeng Raksasa Energi China Garap Proyek Listrik dari Sampah

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:47 WIB

Bos Danantara Buka Suara Kapan BUMN Tekstil Dibentuk

Bos Danantara Buka Suara Kapan BUMN Tekstil Dibentuk

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:18 WIB

Terkini

BAIC Perluas Pasar Indonesia Timur Lewat Ajang GIIAS Makassar 2026

BAIC Perluas Pasar Indonesia Timur Lewat Ajang GIIAS Makassar 2026

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, Refly Harun Siapkan Strategi

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, Refly Harun Siapkan Strategi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Perbedaan Ovale Micellar Water Biru vs Pink, Mana yang Cocok untuk Kulit Kusam?

Perbedaan Ovale Micellar Water Biru vs Pink, Mana yang Cocok untuk Kulit Kusam?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Garut Siapkan Pelatihan 500 Calon Pekerja Migran, Target Berangkat Februari 2027

Garut Siapkan Pelatihan 500 Calon Pekerja Migran, Target Berangkat Februari 2027

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Di Balik Tren Stop the Wedding: Bukan Takut Nikah, Tapi Makin Sadar Risiko

Di Balik Tren Stop the Wedding: Bukan Takut Nikah, Tapi Makin Sadar Risiko

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jelang Musim Tanam, Produksi Petrokimia Capai 6,59 Juta Ton hingga September

Jelang Musim Tanam, Produksi Petrokimia Capai 6,59 Juta Ton hingga September

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:55 WIB

SPYAIR Resmi Rilis Album BEST OF ANIME: 16 Years of SPYAIR Anime

SPYAIR Resmi Rilis Album BEST OF ANIME: 16 Years of SPYAIR Anime

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:54 WIB

Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran

Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Yaqut: Beliau Punya Tanggung Jawab Besar

Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Yaqut: Beliau Punya Tanggung Jawab Besar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:51 WIB

SPF di Cushion Purbasari Berapa? Cek Tingkat Perlindungannya

SPF di Cushion Purbasari Berapa? Cek Tingkat Perlindungannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:50 WIB

×