6 Proyek Hilirisasi Mineral Hingga Peternakan Siap Jalan di 2026

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:46 WIB
6 Proyek Hilirisasi Mineral Hingga Peternakan Siap Jalan di 2026
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Baca 10 detik
  • Menteri Rosan Roeslani menyatakan enam proyek hilirisasi strategis akan berjalan mulai tahun 2026.
  • Proyek bauksit, alumina, dan aluminium di Kalimantan Barat bernilai investasi sekitar USD 2,8 miliar.
  • Terdapat lima proyek hilirisasi peternakan yang siap kajian dari target awal di lima belas daerah.

Suara.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan ada 6 proyek hilirisasi yang akan berjalan pada 2026. Proyek-proyek tersebut tersebar di sejumlah sektor strategis, mulai dari mineral hingga peternakan.

Rosan menyampaikan, enam proyek hilirisasi itu saat ini sudah masuk dalam tahap penerbitan dan sebagian besar berbasis pengolahan sumber daya alam. Ia menegaskan, pemerintah terus mendorong percepatan hilirisasi sebagai bagian dari penguatan struktur industri nasional.

"6 itu hilirisasi di bidang bauksit, alumina, aluminium. Makanya tadi saya sempat nyinggung di Kalimantan Barat, karena selain kami itu ada 3 lagi juga di daerah situ," ujar Rosan di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Ilustrasi hilirisasi batu bara. [Ist]
Ilustrasi hilirisasi batu bara. [Ist]

Ia menjelaskan, proyek hilirisasi bauksit hingga aluminium tersebut sebagian besar berlokasi di Kalimantan Barat. Nilai investasinya pun terbilang besar dan diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah. "Itu investasinya kurang lebih USD 2,8 miliar," ujar Rosan.

Selain di Kalimantan Barat, Rosan menyebut proyek hilirisasi juga akan dikembangkan di sejumlah wilayah lain. Beberapa di antaranya berada di Jawa, dengan fokus sektor yang berbeda.

"Kemudian investasi di Cilacap, di Banyuwangi, di bio adtur, dan juga ada juga di hilirisasi peternakan," ucapnya.

Khusus sektor peternakan, Rosan mengatakan pemerintah telah menyiapkan proyek di lima daerah. Dari target awal yang lebih luas, sejumlah proyek telah dinyatakan siap secara kajian.

"Di peternakan ada di 5 daerah. dari target 13 kita lihat yang sudah selesai feasibility study-nya dan sudah bagus itu ada 5," jelas Rosan.

Ia menambahkan, detail terkait proyek-proyek tersebut akan disampaikan lebih lanjut setelah seluruh proses administrasi dan teknis dirampungkan. Pemerintah memastikan seluruh investasi yang masuk telah melalui kajian mendalam.

Baca Juga: Pemerintah Ungkap Biang Kerok Guyuran Dana Investor Asing Anjlok di 2025

"Jadi nanti detailnya kita akan bisa berikan lebih lanjutnya," katanya.

Menurut Rosan, pemerintah juga aktif menjaga komunikasi dengan para investor untuk menekan tingkat ketidakpastian. Ia menilai kepastian menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan investasi.

"Tapi yang mereka ingin lebih, yang mereka tidak suka apabila uncertainty-nya ketidakpastiannya itu tinggi," kata Rosan.

Di tengah persaingan regional dalam menarik investasi, Rosan menegaskan Indonesia masih memiliki sejumlah keunggulan. Mulai dari harga listrik hingga bonus demografi yang dinilai menjadi daya tarik tersendiri.

"Tapi ya tetap kita mempunyai advantage keunggulan dari segi misalnya electricity kita masih lebih bagus harganya daripada mereka. Kemudian kita ada bonus demografi," ujarnya.

Ia pun menekankan pentingnya kerja keras seluruh jajaran untuk memastikan target investasi tetap tercapai di tengah tantangan global yang terus berkembang.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI