Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.654,942
LQ45 760,985
Srikehati 352,266
JII 532,569
USD/IDR 17.184

82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel

Achmad Fauzi | Suara.com

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:23 WIB
82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel
Waspada ketika melintasi perlintasan Kereta Api sebidang seiring dengan meningkatnya perjalanan kereta selama libur panjang.
  • KAI membatalkan total 82 perjalanan kereta api jarak jauh akibat banjir di sejumlah daerah, serta 76 perjalanan mengalami keterlambatan signifikan.
  • Gangguan operasional utama terjadi di Daop 4 Semarang (Pekalongan-Sragi) karena luapan sungai dan jebolnya tanggul, serta genangan di Daop 1 Jakarta.
  • KAI menerapkan pengembalian tiket 100 persen dan melakukan rekayasa operasi termasuk penggunaan lokomotif khusus untuk mengatasi dampak banjir sebagai prioritas keselamatan.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat ada 82 perjalanan kereta api yang dibatalkan imbas banjir yang menggenangi rel di sejumah daerah.

Jumlah itu terdiri dari 21 perjalanan dibatalkan pada Jumat (17/1/2026) dan 61 perjalanan dibatalkan pada Minggu (18/1). Selain itu, 17 perjalanan kereta api diberlakukan pola operasi memutar melalui lintas Cirebon–Kroya–Yogyakarta–Solo guna menghindari lintasan terdampak banjir.

Selama periode tersebut, KAI juga mencatat 76 perjalanan kereta api mengalami keterlambatan dengan rata-rata kelambatan sekitar 240 menit.

Hingga Minggu siang, 51 perjalanan kereta api keberangkatan Jumat (17/1) masih dalam perjalanan dan belum mencapai tujuan.

Suasana stasiun kereta api DAOP 1 saat libur Nataru 2025/2026. (Foto: Dokumen KAI Daop 1 Jakarta)
Suasana stasiun kereta api DAOP 1 saat libur Nataru 2025/2026. (Foto: Dokumen KAI Daop 1 Jakarta)

Adapun, kelambatan tertinggi tercatat pada KA 260B (KA Tawang Jaya relasi Pasar Senen–Semarang Poncol) dengan keterlambatan 445 menit untuk keberangkatan, serta KA 21A (KA Argo Muria relasi Semarang Tawang–Gambir) dengan keterlambatan 484 menit untuk kedatangan.

Untuk layanan angkutan barang, KAI membatalkan 16 perjalanan kereta api barang, termasuk pada relasi Kalimas Surabaya–Tanjung Priok. Sementara pada layanan Commuter Line Jabodetabek, KAI memberlakukan rekayasa operasional dengan membatalkan sebagian relasi sebagai langkah pengamanan keselamatan perjalanan.

Hingga Minggu (18/1) pukul 08.00 WIB, jumlah pembatalan tiket Kereta Api Jarak Jauh yang tercatat mencapai 8.615 tiket. Pembatalan dilakukan oleh pelanggan seiring adanya pembatalan perjalanan dan rekayasa operasional akibat kondisi banjir.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan kondisi tersebut merupakan dampak faktor alam di luar kendali operasional perusahaan atau kondisi force majeure, sehingga keselamatan pelanggan dan petugas menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.

"Dalam kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan genangan dan banjir di lintasan maupun emplasemen, KAI mengambil langkah pengamanan maksimal, termasuk pembatalan dan pengaturan perjalanan kereta api. Seluruh keputusan ini diambil semata-mata untuk menjaga keselamatan pelanggan dan mencegah risiko yang lebih besar," ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi serta memastikan bahwa setiap kebijakan operasional diambil berdasarkan evaluasi teknis menyeluruh dan kondisi riil di lapangan.

Sejalan dengan hal tersebut, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa KAI menjalankan pemulihan operasional secara bertahap dan terpadu melalui perbaikan prasarana di lokasi terdampak, rekayasa pola operasi perjalanan, penyiapan sarana dan rangkaian cadangan, serta pembatalan perjalanan pada kondisi tertentu demi keselamatan.

"Dalam situasi force majeure ini, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku. Di lapangan, KAI juga menerapkan berbagai langkah operasional, termasuk penggunaan lokomotif BB hidrolis dan lokomotif CC 300 milik DJKA untuk melintasi lokasi genangan, dengan konsekuensi penambahan rata-rata kelambatan sekitar 150 menit per perjalanan," jelas Anne.

Titik Banjir

Berdasarkan pemantauan intensif di lapangan, terdapat beberapa titik banjir yang memengaruhi operasional perjalanan kereta api di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta. Kondisi tersebut memerlukan pengaturan operasional khusus sebagai langkah pengamanan untuk menjaga keselamatan perjalanan.

Di wilayah Daop 4 Semarang, banjir terjadi pada petak jalan antara Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi di Km 88+900 hingga Km 89+100 yang berdampak pada jalur hulu dan hilir. Gangguan dipicu luapan sungai serta jebolnya tanggul di sekitar lintasan akibat hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan

Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2026 | 18:13 WIB

38 Perjalanan Kereta Api Batal Akibat Banjir, Bisa Refund Tiket 100 Persen

38 Perjalanan Kereta Api Batal Akibat Banjir, Bisa Refund Tiket 100 Persen

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2026 | 14:07 WIB

Cek Rute KRL Terdampak Banjir, KAI Commuter Beri Update Terkini

Cek Rute KRL Terdampak Banjir, KAI Commuter Beri Update Terkini

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2026 | 13:34 WIB

Terkini

Harga LPG Nonsubsidi Naik, Pengusaha Warteg Menjerit

Harga LPG Nonsubsidi Naik, Pengusaha Warteg Menjerit

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 12:54 WIB

IHSG Mulai Terkoreksi di Sesi I, 387 Saham Merah

IHSG Mulai Terkoreksi di Sesi I, 387 Saham Merah

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 12:50 WIB

KFC Indonesia Masih Tekor Rp366 Miliar, Puluhan Gerai Gulung Tikar

KFC Indonesia Masih Tekor Rp366 Miliar, Puluhan Gerai Gulung Tikar

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 12:21 WIB

Prabowo Ubah Aturan MBG, Akan Prioritaskan Kepada Anak Kurang Gizi?

Prabowo Ubah Aturan MBG, Akan Prioritaskan Kepada Anak Kurang Gizi?

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 12:02 WIB

Stok Pupuk RI Diklaim Kebal Konflik Timur Tengah, DPR Puji Keberanian Turunkan Harga 20%

Stok Pupuk RI Diklaim Kebal Konflik Timur Tengah, DPR Puji Keberanian Turunkan Harga 20%

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:34 WIB

Tren Menabung Masyarakat Daerah Tinggi, Nasabah Simpeda Melonjak 104%

Tren Menabung Masyarakat Daerah Tinggi, Nasabah Simpeda Melonjak 104%

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:32 WIB

Waduh! Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp44 Ribu, Cek Rinciannya Hari Ini

Waduh! Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp44 Ribu, Cek Rinciannya Hari Ini

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:25 WIB

Belanja di Luar Negeri Lebih Untung, BRI Beri Cashback dan Cicilan Ringan hingga 36 Bulan

Belanja di Luar Negeri Lebih Untung, BRI Beri Cashback dan Cicilan Ringan hingga 36 Bulan

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:25 WIB

Daftar Harga LPG Non Subsidi 2026: 12 Kg Rp228 Ribu dan 5 Kg Rp107 Ribu, Ini Penjelasan Pertamina Pa

Daftar Harga LPG Non Subsidi 2026: 12 Kg Rp228 Ribu dan 5 Kg Rp107 Ribu, Ini Penjelasan Pertamina Pa

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:14 WIB

Kenaikan BBM Non-Subsidi Dinilai Tepat, Bisa Tekan Kompensasi APBN

Kenaikan BBM Non-Subsidi Dinilai Tepat, Bisa Tekan Kompensasi APBN

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 10:48 WIB