- Harga perak spot menguat signifikan, ditutup pada US$ 89,90 per troy ons pada 16 Januari 2026, naik 12,4% dari minggu sebelumnya.
- Bank of America memperingatkan bahwa valuasi perak saat ini terlalu tinggi, didorong sentimen investor ritel, bukan fundamental industri.
- Kenaikan internasional ini menyebabkan harga perak Antam di Indonesia naik Rp 5.044 per gram antara 12 hingga 17 Januari 2026.
Suara.com - Harga perak (Silver Spot) secara akumulatif cukup kuat pada pekan kedua Januari 2026.
Logam mulia ini berhasil menutup perdagangan Jumat (16/1/2026) di level US$ 89,90 per troy ons, mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 12,4% dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya yang masih berada di angka US$ 79,95.
Volatilitas tinggi menyertai reli ini, di mana harga sempat melambung hingga menyentuh titik tertinggi mingguan di US$ 92,75 pada Rabu (14/1), sebelum akhirnya mengalami stabilisasi teknis menjelang akhir pekan.
Di tengah euforia pasar, Bank of America (BofA) memberikan peringatan keras melalui laporan riset terbarunya.
Ahli Strategi Komoditas BofA, Michael Widmer, menyatakan bahwa valuasi perak saat ini sudah masuk dalam kategori overvalued atau melampaui nilai intrinsiknya.
BofA menyoroti adanya disparitas yang lebar antara harga pasar dengan fundamental suplai dan permintaan industri.
"Jika melihat keseimbangan antara produksi tambang dan kebutuhan manufaktur, nilai wajar perak seharusnya berada di kisaran US$ 60 per troy ons," ungkap Widmer. Lonjakan hingga ke level US$ 90 ini dinilai lebih didorong oleh sentimen spekulatif ketimbang kebutuhan riil industri.
Berbeda dengan siklus kenaikan harga di masa lalu yang umumnya digerakkan oleh institusi besar, reli kali ini didominasi oleh pergerakan investor ritel global.
Akumulasi masif pada perak fisik dan Exchange Traded Fund (ETF) menjadi motor utama kenaikan.
Baca Juga: Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
Para investor perorangan menjadikan perak sebagai aset lindung nilai (hedging) di tengah ketidakpastian ekonomi dan keraguan terhadap stabilitas sistem perbankan.
Narasi perak sebagai alternatif "uang riil" yang lebih terjangkau dibandingkan emas menjadi pemicu utama aksi beli besar-besaran di berbagai belahan dunia.
Kenaikan harga di kancah internasional berdampak langsung pada harga logam mulia di Indonesia. PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat lonjakan harga perak yang cukup signifikan dalam kurun waktu 12–17 Januari 2026.
Awal Pekan (12/1): Rp 51.156 per gram.
Akhir Pekan (17/1): Rp 56.200 per gram.
Kenaikan: Rp 5.044 per gram hanya dalam satu pekan.
Selain perak, harga emas Antam juga terus memperkuat posisinya. Pada Sabtu (17/1), emas Antam dibanderol Rp 2,663 juta per gram, atau naik Rp 32.000 dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan laporan Kitco, koreksi harga yang mulai terlihat di akhir pekan dinilai wajar. Tekanan pasar sedikit mereda setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penangguhan tarif atas logam-logam kritis berdasarkan peninjauan Pasal 232 pada Rabu malam (14/1).