Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Perak Global Meroket dalam Sepekan, Waspada Overvalued?

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:56 WIB
Harga Perak Global Meroket dalam Sepekan, Waspada Overvalued?
Ilustrasi logam perak [Unsplash]
  • Harga perak spot menguat signifikan, ditutup pada US$ 89,90 per troy ons pada 16 Januari 2026, naik 12,4% dari minggu sebelumnya.
  • Bank of America memperingatkan bahwa valuasi perak saat ini terlalu tinggi, didorong sentimen investor ritel, bukan fundamental industri.
  • Kenaikan internasional ini menyebabkan harga perak Antam di Indonesia naik Rp 5.044 per gram antara 12 hingga 17 Januari 2026.

Suara.com - Harga perak (Silver Spot) secara akumulatif cukup kuat pada pekan kedua Januari 2026.

Logam mulia ini berhasil menutup perdagangan Jumat (16/1/2026) di level US$ 89,90 per troy ons, mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 12,4% dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya yang masih berada di angka US$ 79,95.

Volatilitas tinggi menyertai reli ini, di mana harga sempat melambung hingga menyentuh titik tertinggi mingguan di US$ 92,75 pada Rabu (14/1), sebelum akhirnya mengalami stabilisasi teknis menjelang akhir pekan.

Di tengah euforia pasar, Bank of America (BofA) memberikan peringatan keras melalui laporan riset terbarunya.

Ahli Strategi Komoditas BofA, Michael Widmer, menyatakan bahwa valuasi perak saat ini sudah masuk dalam kategori overvalued atau melampaui nilai intrinsiknya.

BofA menyoroti adanya disparitas yang lebar antara harga pasar dengan fundamental suplai dan permintaan industri.

"Jika melihat keseimbangan antara produksi tambang dan kebutuhan manufaktur, nilai wajar perak seharusnya berada di kisaran US$ 60 per troy ons," ungkap Widmer. Lonjakan hingga ke level US$ 90 ini dinilai lebih didorong oleh sentimen spekulatif ketimbang kebutuhan riil industri.

Berbeda dengan siklus kenaikan harga di masa lalu yang umumnya digerakkan oleh institusi besar, reli kali ini didominasi oleh pergerakan investor ritel global.

Akumulasi masif pada perak fisik dan Exchange Traded Fund (ETF) menjadi motor utama kenaikan.

Para investor perorangan menjadikan perak sebagai aset lindung nilai (hedging) di tengah ketidakpastian ekonomi dan keraguan terhadap stabilitas sistem perbankan.

Narasi perak sebagai alternatif "uang riil" yang lebih terjangkau dibandingkan emas menjadi pemicu utama aksi beli besar-besaran di berbagai belahan dunia.

Kenaikan harga di kancah internasional berdampak langsung pada harga logam mulia di Indonesia. PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat lonjakan harga perak yang cukup signifikan dalam kurun waktu 12–17 Januari 2026.

Awal Pekan (12/1): Rp 51.156 per gram.
Akhir Pekan (17/1): Rp 56.200 per gram.
Kenaikan: Rp 5.044 per gram hanya dalam satu pekan.

Selain perak, harga emas Antam juga terus memperkuat posisinya. Pada Sabtu (17/1), emas Antam dibanderol Rp 2,663 juta per gram, atau naik Rp 32.000 dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan laporan Kitco, koreksi harga yang mulai terlihat di akhir pekan dinilai wajar. Tekanan pasar sedikit mereda setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penangguhan tarif atas logam-logam kritis berdasarkan peninjauan Pasal 232 pada Rabu malam (14/1).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langkah Trump Berdampak ke Harga Perak, Potensi Geger Geopolitik Masih Ada

Langkah Trump Berdampak ke Harga Perak, Potensi Geger Geopolitik Masih Ada

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:02 WIB

Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Berturut-turut, Catat Sejarah Baru

Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Berturut-turut, Catat Sejarah Baru

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 10:37 WIB

Harga Perak Cetak Rekor! Aset Safe Haven Meroket Imbas Konflik Greenland Hingga Iran

Harga Perak Cetak Rekor! Aset Safe Haven Meroket Imbas Konflik Greenland Hingga Iran

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 15:22 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB