Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Waspada! Kewajiban Neto Luar Negeri RI Bengkak Jadi 272,6 Miliar Dolar AS

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Rabu, 11 Maret 2026 | 09:14 WIB
Waspada! Kewajiban Neto Luar Negeri RI Bengkak Jadi 272,6 Miliar Dolar AS
Bank Indonesia (BI) melaporkan Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan IV 2025 mencatat kenaikan kewajiban neto yang cukup signifikan. Foto ist.
  • Kewajiban neto PII RI triwulan IV 2025 naik jadi 272,6 miliar dolar AS akibat KFLN melonjak.
  • Modal asing masuk deras, cermin persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi domestik.
  • BI: Ketahanan eksternal aman, rasio PII terhadap PDB 18,8% didominasi investasi jangka panjang.

Suara.com - Ketahanan eksternal Indonesia tengah diuji. Bank Indonesia (BI) melaporkan Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan IV 2025 mencatat kenaikan kewajiban neto yang cukup signifikan.

Hingga akhir Desember 2025, angka kewajiban neto Indonesia bertengger di level 272,6 miliar dolar AS. Posisi ini melonjak dibandingkan akhir triwulan III 2025 yang tercatat sebesar 261,8 miliar dolar AS.

"Kenaikan kewajiban neto tersebut dipengaruhi oleh peningkatan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN)," ujar Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Data BI menunjukkan KFLN Indonesia meroket menjadi 831,1 miliar dolar AS. Meski mencerminkan kepercayaan investor yang tetap tinggi terhadap ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global, derasnya aliran modal masuk ini otomatis mempertebal rapor kewajiban finansial kita ke luar negeri.

Di sisi lain, Aset Finansial Luar Negeri (AFLN) memang naik menjadi 558,5 miliar dolar AS berkat moncernya cadangan devisa dan harga emas. Namun, pertumbuhannya belum mampu mengimbangi laju KFLN.

Secara tahunan, sepanjang 2025 kewajiban neto RI naik dari 245,7 miliar dolar AS menjadi 272,6 miliar dolar AS. Kendati angka nominalnya membengkak, Bank Indonesia tetap optimistis.

BI menilai struktur PII Indonesia masih terjaga dengan rasio terhadap PDB di level 18,8 persen. Menariknya, 93,2 persen dari total kewajiban tersebut merupakan instrumen jangka panjang, terutama dalam bentuk investasi langsung (FDI).

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati dinamika global dan memperkuat sinergi dengan pemerintah guna menjaga ketahanan sektor eksternal," pungkas Ramdan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Ramadan, Penjualan Eceran Februari 2026 Diproyeksi Naik 4,4 Persen

Efek Ramadan, Penjualan Eceran Februari 2026 Diproyeksi Naik 4,4 Persen

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:09 WIB

Mengapa Konsumen Indonesia Tetap Optimistis saat Konflik Timur Tengah Bikin Dunia Gelisah?

Mengapa Konsumen Indonesia Tetap Optimistis saat Konflik Timur Tengah Bikin Dunia Gelisah?

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:04 WIB

Apakah Uang Boleh Dicuci dan Disetrika? Begini Penjelasan Bank Indonesia

Apakah Uang Boleh Dicuci dan Disetrika? Begini Penjelasan Bank Indonesia

Lifestyle | Selasa, 10 Maret 2026 | 11:19 WIB

Terkini

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB